PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 23. RENCANA FITTING BAJU


__ADS_3

Morris tidak beranjak dari bengkel itu, karena Norin tidak bersedia ikut bersamanya. Padahal Henderson sudah menunggu Norin di dalam mobil, tapi Henderson enggan turun untuk menemui Norin di bengkel itu.


"Kenapa masih di sini?


"Karna saya menunggu Nona sesuai dengan perintah Tuan saya.


"Aku masih bekerja, Apa kamu tidak melihat aku sedang bekerja di sini?


"Ya, saya melihatnya."


"Terus kalau sudah melihat, kenapa masih disini?


"Karna saya ingin menunggu Nona."


" Maaf silakan tinggalkan tempat ini."ucap Norin berusaha mengusir Morris agar segera meninggalkan bengkel.


"Maaf Nona, Saya tidak akan beranjak dari tempat ini, jika Nona tidak ikut bersama saya. Sesuai dengan perintah Tuan Henderson, saya harus membawa Nona pergi ke sebuah butik yang sudah ditentukan oleh nyonya besar.


Norin menghela nafas panjang. Terserah kamu mau ngomong apa. Yang pasti, saya tidak akan pergi sebelum pekerjaan saya selesai. Karna bagi saya, penting bertanggung jawab dalam mengerjakan satu pekerjaan apapun. Walaupun pekerjaan itu hina dipandang orang lain."ucap Norin sambil terus tangannya dengan lincah memperbaiki motor yang saat ini masih dalam keadaan terbuka.


Morris memilih untuk duduk, kebetulan di sana ada tempat duduk untuk menunggu jika, motor konsumen sedang diperbaiki.


Sesekali Norin melirik ke arah Morris yang tak kunjung beranjak dari sana. Bahkan duduk dengan santai.


Suara deringan ponsel milik Morris terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponsel yang ada di saku jasnya. Morris melihat kalau Henderson yang memanggil dirinya dalam sambungan telepon.


Buru-buru Morris menekan tombol hijau, tak ingin bosnya terlalu lama menunggu sambungan teleponnya tersambung.

__ADS_1


"Halo Bos!


"Dimana kamu, Kenapa lama sekali?"tanya Henderson di dalam sambungan telepon selulernya.


"Maaf Tuan sepertinya Nona Norin masih sibuk. Dia belum bersedia ikut bersama Tuan pergi ke butik. Dia mengatakan, dia tidak akan pergi sebelum pekerjaannya Telah usai." sahut Morris di dalam sambungan telepon selulernya.


Henderson mengeram kesal, akhirnya dia turun dari mobil mewah miliknya. Datang menghampiri Norin yang saat ini tubuhnya berlumuran dengan oli, tangannya dan pakaiannya semuanya terlihat sangat jorok.


"Norin, ikut saya!"perintah Henderson yang sudah berdiri tepat di samping Norin.


Norin hanya diam saja dan memilih melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan Henderson sama sekali.


"Norin, aku rasa kamu belum tuli. kamu masih bisa mendengar saya kan?" ucap Henderson dengan nada datar.


lagi lagi Norin hanya melirik dengan sekilas.


"Maaf apakah Anda tidak melihat saya saat ini sedang bekerja?


" Saya tidak bisa ikut dengan Anda Tuan, Jika pekerjaan saya belum selesai. Lagian teman saya Michael pergi, jadi hanya saya yang menggantikan posisinya di sini. Tolong jangan memaksa saya." ucap Norin kepada lelaki berparas tampan dan memiliki tubuh atletis yang ada di sana.


Suara motor dengan nyaring terdengar di telinga Norin.Ternyata Michael sudah tiba di bengkel, mungkin urusannya telah usai sehingga ia dapat kembali ke bengkel.


"Ce,motornya sudah selesai belum? soalnya sebentar lagi orangnya akan datang menjemputnya."ucap Michael yang baru turun dari motor miliknya.


"Sudah hampir selesai, kamu tenang saja." sahutnya." sambil membersihkan motor yang telah Ia perbaiki.


Setelah memasang semua sparepart motor yang ia perbaiki kembali, Norin menghidupkan motor itu dan hasil kerjanya benar-benar bagus. Sehingga motor itu bisa hidup kembali walaupun awalnya motor itu mati total.

__ADS_1


"Wah, kamu memang sangat luar biasa ce, aku aja sedikit kewalahan memperbaikinya. Tapi kamu dalam hitungan jam, dapat memperbaiki motor itu, dan hidup kembali. suaranya juga bagus, tidak kasar." Michael memuji cara kerja Mince Norin.


"Iya, iyalah, secara kan Norin ratunya." ucap Rizky menimpali pembicaraan Michael dengan Norin.


"Sekarang pekerjaanmu Telah usai. lebih baik kamu ikut saya sekarang. Dan teman kamu juga sudah datang, Sepertinya kamu tidak memiliki alasan lagi untuk tidak ikut bersamaku. Ingat, ini amanah dari Tuan Samera dan Tuan Dirgantara. Apa kamu ingin mengecewakan mereka?" ucap Henderson yang tak dapat dijawab oleh Norin.


"Norin menatap Mikael, seolah ia meminta persetujuan dari Michael.


"Ya sudah pergilah, biar bengkel yang handle aku. Lagian motornya sudah selesai kamu perbaiki kamu memang sangat luar biasa." ucap pria itu.


Norin melangkah masuk ke dalam bengkel, lalu ia pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya yang sangat kotor itu. Dinas yang biasa ia gunakan saat memperbaiki motor-motor yang rusak di sana.


Kemudian ia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Lalu ia kembali menghampiri Henderson.


Morris menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ternyata harus bosnya sendiri yang turun tangan untuk mengajak wanita itu agar wanita itu bersedia ikut dengannya.


"Mic, kamu nggak Apa apa, aku tinggal?


"Sudah, santai aja biar bengkel aku yang menangani.Tapi ingat! jangan terlalu sering, bisa-bisa aku mati berdiri melayani para pelanggan yang ada di sini.


"Kan ada Ricky. Kamu bisa meminta bantuan kepadanya. Sepertinya dia juga sudah mulai bisa." ucap Norin sambil nyengir kuda menatap Michael dengan tatapan frustasi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.



__ADS_2