
Pagi ini Norin bangun lebih awal. Seperti biasanya setelah selesai melakukan ritual mandinya Norin langsung berlalu menghampiri putrinya Queen berada di kamarnya.
Walaupun perut Norin saat ini sudah membuncit dan tidak akan lama lagi dirinya akan melakukan persalinan, dia selalu berusaha memberikan perhatian penuh kepada Putri sambungnya Queen.
Sehingga Queen tidak merasa kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Norin sengaja melakukan itu, walaupun Norin tidak leluasa lagi untuk bergerak karena usia kehamilan Norin sudah memasuki sembilan bulan
Norin pun membantu sang baby sitter untuk memakaikan baju Queen lalu bermain sebentar. Norin juga selalu menyuapi Queen jika dirinya memiliki waktu luang.
Saat Norin berada di kamar Queen, Henderson terbangun dari tidurnya ia meraba di sebelahnya, sudah tidak ada lagi istrinya. Henderson mengembangkan senyumnya. Dia sudah mengetahui Dimana keberadaan sang istri, pastilah saat ini berada di kamar putrinya.
Terlihat di atas tempat tidur sudah ada baju kantor untuk sang suami. Itu selalu disiapkan oleh Norin saat dirinya sudah bangun dan membersihkan diri sebelum Norin masuk ke kamar Queen.
Henderson bangkit dari pembaringannya lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri. Saat Henderson sudah selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun memakai pakaian kantor yang telah disediakan oleh Norin.
Norin masuk ke dalam kamar setelah memastikan putrinya sudah tampak bersih dan juga sarapan pagi. Norin yang melihat suaminya sedang membenahi dasi pun dibantu olehnya.
__ADS_1
"Kamu Kok cepat banget ninggalin Mas sayang?" tanya Henderson kepada sang istri.
"Maaf Mas, tapi Norin juga harus ngecek keadaan Queen. aku juga harus mengurusnya, dia putriku."ucap Norin sambil mengembangkan senyumnya. Setelah selesai memperbaiki dasi Henderson, dan Henderson sudah tampak rapi, keduanya pun keluar dari kamar menuruni anak tangga.
Saat mereka sudah tiba di bawah, Nyonya Carlota dan Tuan Samera sudah menyambut mereka dengan senyuman.
"Ayo sarapan, Nanti keburu telat." ujar Nyonya Carlota kepada Henderson dan juga sang menantu.
Norin duduk tepat di sebelah Henderson. Sementara Tuan Samera dan juga Nyonya Carlota duduk bersebelahan. Dengan telaten kemarin pun melayani sang suami. Dia selalu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Nyonya Annabella kepada Tuan Dirgantara.
Terkadang juga Norin membuatkan sarapan untuk suami. Walaupun Henderson melarangnya terjun ke dapur, tapi ia ingin sekali masakannya dicicipi oleh suaminya sendiri.
Padahal begitu banyak asisten rumah tangga yang mengerjakannya. Tapi ia rela repot-repot memasak untuk suaminya.
Saat mereka sarapan pagi, Nyonya Carlota minta kepada Hendarson untuk tetap meluangkan waktunya kepada Norin. Nyonya Carlota juga meminta kepada Henderson agar selalu siap siaga kapan saja Norin akan melakukan persalinan.
__ADS_1
Sebenarnya Henderson sudah meminta kepada Norin untuk melahirkan secara sesar. tapi Norin menolaknya ia ingin menjadi wanita yang sempurna melahirkan secara normal. Henderson tidak boleh menolak,ia mengikuti keinginan sang istri.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah utama keluarga Wijaya. Tampak Nyonya Anjani duduk sambil melamun entah apa yang dipikirkan oleh wanita paruh baya itu.
Mungkinkah Dia sudah menyesal telah menuduh Lina yang bukan-bukan? Entahlah sampai saat ini nyonya Anjani belum ada memiliki niat untuk meminta maaf kepada Lina.
Tetapi sepertinya amarah Tuan Wijaya membuatnya terdiam. Tuan Wijaya tidak main-main dengan ancamannya. Karena menurutnya sang istri sudah sangat keterlaluan.
Tuan Wijaya merasa bahagia mendapat kabar Kalau Devano akan memiliki keturunan. Tetapi lagi-lagi Nyonya Anjani tidak percaya, kepada sang menantu walaupun Devano, menerangkan segala sesuatu yang mereka lakukan, Hingga mereka tidak akan lama lagi akan memiliki seorang anak.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"