PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 67. MENYAMBUT ANGGOTA BARU


__ADS_3

Tiga hari berada di rumah sakit, dokter sudah memperbolehkan Norin dan putranya kembali ke rumah. Karena kondisi Norin saat ini sudah baik-baik saja begitu juga dengan bayinya.


Sementara di rumah utama keluarga Samera tampak nyonya Carlota dan beberapa anggota keluarga lainnya sibuk mempersiapkan penyambutan anggota baru dikeluarkan Samera. Mereka sangat antusias menyambut Henderson Junior yang sudah lama mereka nanti-nantikan.


Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella menjemput Norin dan cucunya.


"Nak, semuanya sudah beres?" tanya Tuan Dirgantara kepada Henderson.


"Sudah Pa, semuanya sudah beres. Sekarang kita bisa pulang! iya kan sayang? ucap Henderson kepada Norin.


"Iya pa, Norin dan dedek bayi sudah diperbolehkan pulang." sahut Norin.


Suster membawa Armagan ke ruang rawat inap Norin. Karena Armagan dan Norin sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, oleh dokter yang merawat Norin dan Armagan cucu pemilik Rumah Sakit.


"Wah cucu Oma tampan sekali." ucap Nyonya Anabella sambil meraih tubuh Armagan dari gendongan suster itu.


"Iya mom, cucu kita tampan seperti Opanya." sahut Tuan Dirgantara.


"Hus, enak aja bukan seperti Opanya tapi seperti Papi dan maminya dong." ucap nyonya Anabella yang tidak setuju Kalau Armagan mirip dengan Tuan Dirgantara.


"Hahaha...., itu saja Mami komplain." ucap Tuan Dirgantara berniat menjahili istrinya.


"Itu aja kok jadi masalah sih, lebih baik kita pulang saja yuk. Norin sudah bosan di rumah sakit." ucap Norin sambil beranjak dari tempat tidur.


"Hati-hati sayang." ujar Henderson sambil meraih tubuh Norin.


"Mas, Norin sudah kuat kok, Sudah bisa jalan sendiri tidak perlu dibantu." ucap Norin tetapi Henderson tidak memperdulikan ocehan sang istri. Ia langsung menggendong tubuh mungil istrinya keluar dari rumah sakit menuju mobil mewah miliknya.

__ADS_1


Tuan Dirgantara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Henderson dan Norin yang rada-rada lebay. lain halnya dengan Nyonya Anabella, Ia hanya tersenyum melihat tingkah Putri dan menantunya. "Semoga kalian bahagia selamanya." gumam Nyonya Anabella dalam hati sambil mengikuti langkah Henderson keluar dari rumah sakit dengan menggendong cucunya Armagan.


Sementara Tuan Dirgantara membawa barang-barang yang digunakan selama di rumah sakit. "Hehehe...., papa jadi tukang bawa barang." ucap Nyonya Anabella menertawakan suaminya.


Tuan Dirgantara tidak peduli. Ia terus saja berjalan mengikuti istri dan cucunya dari belakang, sembari tersenyum kepada orang yang ia lewati.


Setelah tiba di mobil milik Henderson, Tuan Dirgantara memasukkan barang bawaannya ke bagasi mobil milik Henderson. Kemudian setelah Tuan Dirgantara dan Nyonya Anabella sudah berada di dalam mobil, Henderson melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Samera.


Sekitar lima belas menit kemudian, mereka pun tiba di rumah utama keluarga Samera. Di sana sudah ada Riska, Michael, Ricky, Alan, Ringer, Rizal, dan beberapa anggota keluarga lainnya, Antusias menyambut baby Armagan.


Ketika nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara sudah keluar dari mobil milik Henderson dengan menggendong tubuh mungil baby Armagan, tampak Queen berusaha berlari menghampiri mereka.


"Oma, dedek bayi almagan."ucap Queen dengan khas suara yang belum jelas dimengerti oleh para orang dewasa. Queen kegirangan menyambut kedatangan adiknya yang sudah lama ia nanti-nantikan.


Queen langsung memeluk nyonya Anabella dan baby Armagan. Sementara Norin yang baru turun dari mobil hanya tersenyum melihat tingkah Queen.


"Mami, Queen rindu sama Mami."ucap Queen dengan suara khas anak kecil yang belum jelas. Ia benar-benar merindukan sosok Norin.


"Mami juga merindukan kamu sayang." ucap Norin sambil memberikan kecupan hangat di pipi tembem Queen.


Nyonya Carlota yang tidak mau ketinggalan dari Queen langsung memeluk Norin. " Selamat ya sayang, Mama bahagia banget cucu laki-laki mama sudah hadir di tengah-tengah keluarga kita." ucap Nyonya Carlota sambil berterima kasih kepada Norin Nyonya Carlota langsung meraih tubuh mungil baby Armagan dari gendongan nyonya Anabella.


"Wah tampan sekali cucu Oma." Puji Nyonya Carlota sambil mencium Pipi baby Armagan.


"Oh iya, kita langsung masuk aja yuk. Sampai lupa sangking senangnya." ujar Nyonya Carlota sambil nyengir kuda . Di rumah sudah ada Riska, Michael beserta teman-teman Norin. Mereka Langsung memeluk Norin satu persatu. Tapi setelah giliran Ranger dan Rizal Yang hendak memberi ucapan selamat kepada Norin, mata Henderson langsung menatap ke arah dua pria itu dengan tatapan tajam. Seolah dirinya tidak rela kalau mereka berdekatan dengan istrinya.


"Selamat ya besty, kamu sudah menjadi Ibu." ucap Riska sambil kembali memeluk Norin.

__ADS_1


"Terimakasih atas dukungan dan doa kalian." ucap Norin kepada teman-temannya sementara yang lainnya juga memberi salam kepada Henderson mengucapkan selamat atas kehadiran buah hati mereka.


"Terimakasih, kalian sudah datang ke sini. untuk menyambut dan merayakan kehadiran buah hati kami." ucap Henderson berusaha mengembangkan senyumnya sebisa mungkin. Ia menutupi kekesalannya terhadap Rizal dan juga Ranger yang ia tahu kedua laki-laki itu menaruh hati terhadap istrinya.


Saat yang lainnya sedang sibuk ngobrol, terlihat Riska dan teman-temannya sedang sibuk menghidangkan menu makan siang menyambut baby Armagan. "Tante, makanannya sudah siap." ucap Riska kepada Nyonya Carlota agar mereka segera makan mengingat jam makan siang sudah tiba.


Nyonya Carlota dan Tuan Samera dan keluarga lainnya langsung menuju ruang makan dengan hati yang begitu bahagia. Mereka menyantap makan yang dimasak langsung oleh Nyonya Carlota dibantu oleh Riska Dan teman-temannya.


Ketika mereka sedang menikmati hidangan hidangan itu, tangis baby Armagan terdengar jelas di telinga mereka. Norin beranjak dari tempat duduknya menuju kamar baby Armagan.


Ternyata baby sitter yang bertugas menjaga baby Armagan sedang mengganti popok baby Armagan."Tidak apa-apanya Non, tidak perlu khawatir. Saya hanya mengganti popoknya saja." ucap baby sitter itu yang bertugas menjaga dan merawat baby Armagan.


"Mbak, boleh saya gendong bayi saya?" tanya Norin


"Tentu saja Nyonya." sahut baby sitter itu sambil memberikan baby Armagan ke pangkuan Norin.


Kemudian Norin kembali ke ruang makan dengan membawa baby Armagan bersamanya.


"loh sayang, kok Putra kita dibawa ke sini? Memangnya mbaknya di mana?" tanya Henderson sambil celingukan mencari keberadaan baby sitter.


"Oh ada di kamar kok mas, Cuman Norin hanya ingin makan bersama baby Armagan." ucap Norin sambil memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2