
"Kenapa belum tidur? " tanya Henderson kepada istrinya.
" Entahlah, mataku ngak bisa terpejam. "
"Kenapa? Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan?" tanya Henderson yang melihat Norin tak kunjung memejamkan matanya. Dan terlihat Norin gelisah.
Norin tidak menjawab.
"Kamu kenapa? kalau ada apa apa cerita kepadaku." ucap Henderson dengan nada lembut.
"Aku tidak apa apa mas, Aku hanya merindukan Queen, papa, Mama. " ucap Norin.
"Susah, tidak perlu di pikirkan.
" Oh iya, Maksud Mama oleh oleh berharga yang di minta Mama itu apa ya mas? tanya Norin.
Henderson mengembangkan senyumnya. "Apa kamu beneran mau tau, oleh oleh yang di inginkan mama? "
Norin menganggukan kepalanya.
"Jika aku memberitahu apa yang di maksud mami,apa kamu mau menurutnya? "
"Selagi Norin mampu menurutinya, pasti akan Norin Turuti Mas. "
"Berjanji lah kepadaku dulu, Kalau kamu akan memenuhi keinginan Mami."
"Kok Norin sih mas? Norin mana ada uang untuk membeli barang berharga oleh oleh untuk Mama?
" Bukan hanya kamu sayang, tapi Aku juga."
"Kan, Mas yang punya uang? "
__ADS_1
"Sekarang bukan perkara uang sayang, tapi perkara... "
"Apa mas? Mas panggil Norin apa tadi?
" Sayang! "
"Sejak kapan Mas sayang sama Norin? bukan kah sebelumnya mas sangat membenci Norin?
" Entahlah, Mas gagal benci sama kamu. Padahal awalnya Mas ingin membuat kamu kesal, tapi kamu menggemaskan yang membuat Mas selalu gagal fokus dan gagal membenci kamu. " ucap Henderson sambil terkekeh.
"Ada ada saja, gagal benci. Memangnya ada begitu? gagal benci. Ngaco kamu Mas.
" Ya, ada lah. Buktinya Mas." sahutnya terkekeh.
"Kembali ke topik Mas, oleh oleh berharga apa maksud Mama? "
"Berjanji dulu sama Mas, kalau kamu juga mau membantu Mas memberikan oleh oleh yang paling berharga buat Mama. "
"Ya sudah, Norin janji akan membantu Mas memberikan oleh oleh berharga untuk Mama, selagi Norin mampu." sahutnya sambil tersenyum ke arah Henderson.
"Iya, Mas."
"Janji?"
"Janji Mas! gitu amat sih." gerutu Norin
"Mama menginginkan Cucu, adik untuk Queen. " bisik Henderson tepat di telinga Norin. Membuat Norin terhenyak.
Norin membulatkan matanya mendengar apa yang di katakan Henderson kepadanya.
"Pasti ini akal akalan mas aja kan? "
__ADS_1
"Jadi kamu nuduh Aku berbohong? "
"Lagian Mas ada ada saja. Ngak mungkin Mama meminta oleh oleh begituan Mas?
" Kenapa tidak?Kamu sadar ngak sih, Kalau Mama dan Papa itu secepatnya menikahkan kita karna apa? Karena Mama ingin secepatnya menambah cucu. Agar ada yang menemani Queen dan Queen tidak merasa kesepian. " ucap Ricardo.
Norin terdiam, Ia tidak pernah kepikiran sampai ke sana. Di usianya yang masih muda, tidak pernah terpikirnya menikah muda dan segera memiliki momongan.
****
Di tempat lain, terlihat Devano dan juga Lina sudah berada di sebuah rumah yang ukurannya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mereka berdua tempati.
Terlihat pasangan suami istri itu, bekerja sama untuk menata rumah sederhana itu. Setelah semuanya tersusun dan ditata rapi, keduanya pun memilih untuk istirahat.
" Mas tolong Jawab dengan jujur, Mengapa selama ini mas tidak memberitahu kepada Lina masalah yang Mas hadapi. Kalau dari awal Mas memberitahu kalau kondisi kesehatan mas tidak mampu memberikan keturunan untuk kita, pasti tidak akan begitu menyakitkan seperti ini.
Apa kamu tahu Mas, saat ibu mempermalukan Lina kepada tetangga dan teman-teman arisannya, Lina merasa begitu sakit. Ibu selalu mengatakan kepada teman-temannya kalau Lina wanita mandul. Seandainya mas memberitahu dari awal, kita akan mencari jalan keluarnya bersama-sama." ucap Lina kepada sang suami.
"Maafkan Mas sayang, selama ini menutupi rahasia besar seperti ini. Tapi jujur Mas melakukan ini semua karena mau takut kehilangan kamu." ucap Devano jujur.
" Apakah aku serendah itu mas pikirkan, pernikahan itu tidak hanya semata-mata untuk memiliki keturunan. Tetapi cinta dan kasih sayang kita terhadap pasangan dan saling memahami itu yang paling utama." ucap Lina sembari mendudukkan bokongnya di samping suami
"Sekali lagi Mas minta maaf sayang, mohon Devano sambil menggenggam kedua tangan istrinya lalu mengecup punggung tangan istrinya.
" Aku memiliki kenalan seorang dokter ahli dan banyak yang sudah berhasil melakukan terapi dan pengobatan di sana. Mengapa kita tidak mencobanya saja? siapa tahu dapat berhasil.
"Tidak ada salahnya kan kita berusaha, Aku ingin Mas mau ya kita pergi menemui dokter untuk konsultasi. Bagaimana caranya agar kita dapat memberikan cucu Untuk Mama." ucap Lina. Devano menghela nafas panjang. Ia ingin sekali melakukan pengobatan itu tapi ia takut kecewa akan hasilnya. Tapi karena berbagai macam cara dilakukan Lina membujuk suaminya, akhirnya Devano pun bersedia melakukan pengobatan kepada dokter ahli yang kebetulan sepupu Lina.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.