PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 51. MENIMPA BENDA PUSAKA


__ADS_3

" Mas Kenapa belum pakai baju? ini udaranya sangat dingin. Sepertinya di kota ini lagi musim dingin. ucap Norin kepada suaminya.


" Henderson bukannya langsung memakai bajunya, Ia Malah mendudukkan bokongnya tepat di samping Norin. lalu menarik ponsel Norin, karena penasaran Apa yang dilakukan istrinya yang sedari tadi sibuk mengotak-atik ponselnya.


"Mas, kembalikan ponselku!" ucap Norin sembari berusaha meraih ponsel miliknya.


"Apa yang kamu lakukan di ponsel kamu ini? sehingga kamu selalu sibuk dengan ponsel ini dibandingkan suamimu ini." ucap Henderson kepsa Norin.


Norin mengembangkan senyumnya, lebih tepatnya senyum sinis.


"Mas Dari mana saja? semenjak dari bandara sampai tiba di hotel ini, apa Mas peduli pada Norin? tidak, kan?malah lebih asik berbicara dengan wanita itu, "


"Mas kalau kita datang liburan bulan madu ke sini hanya untuk kalian bernostalgia, untuk apa Norin ikut? lebih baik mas sendiri yang datang, agar lebih bebas dan tidak ada yang mengganggu." ucap Norin dengan kesal


"Jadi kamu cemburu sama Eline? tanya Henderson


" Aku bukan cemburu, lebih tepatnya aku seperti orang bodoh di samping kalian. Apalagi kalian pakai bahasa yang sama sekali tidak aku pahami. Kalau saja kalian berbahasa pengantara nasional, aku bisa. Tapi kalian pakai bahasa kalian sendiri," gerutu Norin


" Lagian, saat ini bukan masalah cemburu. Tapi selama di dalam perjalanan apa Mas berbicara sedikitpun kepadaku? tidak, kan? malah Mas cuek saja dan memilih bercanda tawa dengan wanita itu dibandingkan berbicara dengan istri sendiri." ucap Norin yang tampak kesal menatap suaminya dengan tatapan tajam.


" Kamu mau tahu siapa Eline? dia itu adik sepupuku. Putri dari Adik laki-lakinya Mama, yang tinggal di kota ini. Dan dia yang mengelola hotel ini." Henderson memberitah. Ia tahu kalau istrinya saat ini sangat kesal, setelah Norin mengatakan kalau dirinya dicuekin selama dalam perjalanan.


"Memangnya siapa yang nanya perempuan itu? tidak ada, kan?" ucap Norin yang membuat suaminya terlihat kesal terhadapnya. Padahal Henderson sudah berusaha menjelaskannya siapa sebenarnya Eline, agar Norin tidak salah paham.


"Mas, mending pakai baju. Habis itu mas istirahat. " ujar Norin sambil bangkit dari tempat duduknya berniat mengambil baju ganti untuk suaminya, yang sudah ia siapkan dan ia letakkan di atas ranjang agar suaminya langsung memakainya.


Boro boro memakai, justru ia langsung duduk disamping sang istri hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.

__ADS_1


Ketika Norin hendak berdiri, Henderson langsung menarik tangan Norin hingga Norin terjatuh tepat di pangkuan Henderson. Pandangan keduanya pun beradu. Bibir Norin hampir saja menempel di bibir milik Henderson.


"Aw...'hampir saja kamu menimpa benda pusakaku yang paling berharga." ucap Henderson memegang bagian pusaka miliknya yang hampir di duduki Norin, sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Apa-apaan sih! otaknya mengeras aja. Siapa suruh menarik tangan Norin, hingga Norin terjatuh di pangkuan Mas."


Norin berusaha bangkit, tapi lagi-lagi tangan Henderson menahannya. Hingga bibir keduanya pun menyatu. Henderson yang merasakan benda kenyal itu menempel di bibirnya, Ia tidak ingin menyiayiakan kesempatan emas itu. Dia pun langsung meraup bibir manis istrinya, perlahan Henderson mengecup bibir manis Norin yang membuat Norin hampir kehabisan oksigen.


"Apa-apaan sih, Mas! " gerutu Norin. Saat Henderson susah melepaskan pagutanya


"Baru begitu saja kamu sudah marah, Aku punya hak penuh atas diri kamu. Kita sudah sah menjadi suami istri. Apa kamu lupa itu? tanya Henderson kepada Norin.


Norin tidak menjawab. Ia sadar, benar apa yang dikatakan oleh suaminya. Norin tidak bisa membantah permintaan sang suami yang untuk melayani dirinya.


" Ya sudah, kalau kamu belum siap tidak apa-apa. lebih baik kamu Langsung istirahat, jangan main ponsel melulu." ujar Henderson sambil mengembangkan senyumnya, kemudian ia bangkit dan mengambil baju ganti yang sudah disiapkan oleh Norin.


Norin menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, berharap sambungan telepon seluler itu tersambung. Beberapa kali menghubungi nomor ponsel milik Nyonya Anabella, tapi tak kunjung diangkat. Sehingga Norin memutuskan menghubungi nomor ponsel Alan. Saat dirinya menghubungi nomor ponsel Alan, sambungan telepon itu langsung tersambung.


" Halo Kakakku yang cantik yang kece badai," sapa Alan dalam sambungan telepon selulernya.


"Kamu di mana adikku yang tampan? tanyanya penuh selidik.


" Adikmu yang ganteng Ini masih berada di rumah, sebentar lagi akan ada Eskul. Ada apa kakakku yang cantik? apa kakak sudah sampai di Amsterdam? " tanya Alan.


"Kakak menghubungi nomor ponsel Mama hingga beberapa kali. Tapi Mama tak kunjung mengangkat, sehingga Kakak menghubungi nomor ponsel kamu, untuk memberitahu kalau kakak dan Mas Henderson sudah tiba di Amsterdam, dan saat ini kakak sudah berada di hotel untuk istirahat." Norin memberitahu kepada Alan.


" Oh, mungkin Mama sedang ada di taman. Dan ponselnya ditinggal di kamar. Nanti akan aku sampaikan ya, Kak. kalau Kakak saat ini baik-baik saja dan sehat sampai tujuan." sahut Alan.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan Alan, Norin memutuskan sambungan telepon selulernya.


Kemudian Ia pun mencari nomor ponsel nyonya Carlota. Ia ingin memberitahu kalau mereka sudah tiba di kota tujuan.


Norin sengaja melakukan sambungan video call, berharap dirinya dapat melihat putri kesayangannya Queen yang saat ini masih berusia hampir satu tahun.


Nyonya Carlota yang mendengar ponselnya berdering, ia langsung meraih ponselnya dan melihat, Norin yang melakukan sambungan video call ke nomor ponsel nyonya Carlota. Nyonya Carlota mengembangkan senyumnya, selalu langsung menekan tombol hijau agar sambungan video call Ibu tersambung.


Saat wajah Nyonya carlota sudah terpampang jelas di layar ponsel Norin, Norin langsung mengembangkan senyumnya. Ia menanya kabar nyonya Carlota dan anggota keluarga yang mereka tinggal di tanah air.


Tak lupa Norin meminta kepada Nyonya Carlota mengarahkan kamera ponselnya ke arah Queen. Untuk mengobati rasa rindunya kepda Queen. agar dirinya dapat melihat Queen yang saat ini belajar berjalan ditemani oleh sang baby sitter.


Melihat itu, Norin ingin sekali langsung pulang ke tanah air. Dia tidak ingin melewatkan momen putrinya, belajar berjalan dan mengoceh memanggilnya dengan panggilan Mama.


Henderson mengembangkan senyumnya. Melihat Norin bertegur sapa dengan kedua orang tua Henderson di dalam sambungan video call. Begitu juga dengan Queen.


Padahal dia belum kepikiran untuk menghubungi kedua orang tuanya, mengabari kalau mereka sudah tiba di Kota Amsterdam. Tetapi istrinya susah lebih dulu memikirkan kekwatiran orang orang yang menyayangi meraka, jika mereka tidak memberi kabar. Norin langsung menghubungi kedua orang tua Henderson itu artinya Norin sangat khawatir akan putrinya Queen.


Henderson menghampiri Norin yang sedang melakukan video call dengan nyonya Carlota.


"Kamu ngomong sama siapa istriku sayang?" tanya Henderson Sok romantis. Berharap Nyonya Carlota mendengar sapaannya terhadap Norin. Norin melirik suaminya dengan sekilas, lalu tersenyum getir. Ia tahu kalau suaminya, hanya berpura-pura saja. Agar Nyonya Carlota mendengar dan mengetahui kedekatan mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.


__ADS_2