PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 36. MENGHILANG


__ADS_3

Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Henderson keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang dililitkan di tubuhnya.


Ia berniat ingin melakukan sesuatu kepada sang istri, memberikan kejutan untuknya. Tetapi, Henderson sedikit kecewa karena melihat sang istri sudah tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


"Lah, kok malah tidur sih!"gerutunya sambil menyugar rambutnya yang masih basah. Terlihat bulir bening menetes di pelipis pria itu hingga ke jenjang lehernya.


Henderson menggunakan baju ganti yang sudah dihantarkan sang asisten untuknya.


kemudian Ia pun duduk di sofa setelah memastikan penampilannya sudah terlihat rapi.


"Dia malah tertidur, padahal belum makan malam."gumam Henderson sambil menatap ke arah istrinya.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya, Henderson memilih duduk di balkon. Dia memesan satu botol minuman beralkohol skala rendah. Untuk sekedar menghangatkan tubuhnya.


Henderson mengepulkan asap rokok yang ia hisap. Untuk melupakan masa-masa dirinya bersama almarhumah istrinya Mauren yang sudah lebih dulu berpulang.


Sepertinya, Henderson belum bisa melupakan sosok almarhumah istrinya. "Mauren Apakah langkah yang aku ambil ini salah? Apakah dengan Aku menikah bersama Norin aku mengkhianatimu?" ucap Henderson seolah-olah berbicara dengan sosok Mauren yang sudah tidak ada.


Lagi-lagi Henderson menghisap rokok yang ia jepit dengan kedua jarinya lalu menghembuskannya ke sembarang arah. sesekali iya meneguk minuman beralkohol skala rendah itu.


"Maafkan aku Mauren, langkah yang aku ambil ini untuk kebahagiaan Putri kita. Tidak semata-mata hanya nafsuku belaka." lagi lagi Henderson meminta maaf kepada almarhumah sang istri.


Henderson menyandarkan tubuhnya. Duduk menikmati angin sepoi-sepoi Malam, di balkon.


Sementara Norin yang tidak mengetahui Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran sang suami, Ia masih tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


Henderson pun harap maklum. Ia mengetahui betapa lelahnya wanita itu hari ini.


Sebenarnya tubuh Henderson juga sangat lelah. Tapi entah mengapa ia merasa enggan membaringkan tubuhnya di samping Norin yang sudah tertidur.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Henderson masih larut dalam kesendiriannya duduk di balkon.


Norin yang merasa perutnya sangat lapar, Ia pun akhirnya terbangun. Norin menelisik seisi ruangan, Ia tak menemukan sosok lelaki yang sudah sah menjadi suaminya.


"Dimana Tuan Henderson?" gumamnya dalam hati sembari langsung bangkit dari tempat tidurnya.

__ADS_1


Ia mencari ke kamar mandi. Tapi sosok yang dia cari tidak ia temukan. "Tidak ada di kamar mandi, juga tidak ada di kamar ini. Apa Tuan Henderson meninggalkanku sendiri di sini, dan dia memilih pulang?" pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Norin.


Ia terduduk di sofa. Kemudian meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Norin ingin menghubungi sang suami. Tapi sialnya, nomor Henderson tidak ada di layar ponselnya.


Suami istri, tapi tidak saling save no Contack. Hubungan apa seperti ini?


Norin menghela nafas panjang, menatap layar ponselnya. Ia bingung melakukan apa saat ini. Perutnya sudah keroncong, cacing cacing di perutnya sudah pada berdemo meminta jatah.


"Aduh, aku sangat lapar sekali." gumam Norin sambil memegang perutnya yang sudah sangat lapar.


"Kemana Tuan Henderson?


"Mengapa dia tega sekali meninggalkan aku sendirian disini? kalau tau begini, aku tidak akan pernah mau menginap disini. Kalau tidak karna permintaan papi dan mami, aku tidak akan mau tinggal disini tadi." gumam Norin dalam hati.


Karna rasa laparnya sudah tidak tertahan lagi, Norin memilih keluar kamar berniat untuk mencari makan. Untuk saja Norin memilik m-banking, kalau tidak entah apa yang akan ia dapat menggunakannya membeli makanan. Karna Norin sama sekali tidak memiliki uang cash.


Saat Norin pergi keluar mencari makanan, Henderson bangkit dari tempat duduknya. Ia masuk kedalam kamar.


Henderson terhenyak melihat Norin sudah tidak ada di kamar. Padahal sebelum Henderson pergi ke balkon, ia memastikan kalau Norin tertidur pulas diatas ranjang.


"Kemana dia? tadi masih tidur, tapi mengapa tiba-tiba sudah tidak ada lagi di sini? apa dia pulang? tidak! tidak mungkin dia pulang sendiri, Jika dia pulang sendiri pasti akan ada perang dunia ke-3 di rumah nanti."Henderson bermonolog sendiri sembari terus mencari keberadaan sang istri.


Ia khawatir Kalau teman Norin yang menaruh hati kepada istrinya itu datang untuk menemui sang istri. Dan Norin memilih pergi dengannya.


Henderson langsung keluar dari kamar, ia melihat seorang petugas keamanan hotel lagi melintas disana. Henderson menanyakan perihal istrinya kepada petugas keamanan itu.


Tapi petugas keamanan itu mengaku tidak melihat sosok Norin di sana. Membuat Henderson semakin khawatir, takut terjadi sesuatu kepada istrinya.


Henderson berlari masuk ke dalam lift, berniat untuk mencari istrinya ke lantai bawah. Siapa tahu ia masih dapat mengejar sang istri. Berbagai kemungkinan ia pikirkan.


"Mungkinkah Norin pulang ke rumah?


"Atau Norin pergi sendiri keluar? atau jangan-jangan dugaanku benar dia pergi bersama teman laki-lakinya itu?"


Henderson langsung keluar dari dalam lift ketika lift terbuka tepat di lantai dasar. Henderson mengendarkan pandangannya di sekeliling. Tapi ia tidak melihat sosok istrinya.

__ADS_1


Henderson menghampiri resepsionis yang bertugas di sana. Sang resepsionis langsung menunduk hormat kepada Henderson yang sudah mengetahui siapa sosok Henderson sebenarnya.


"Tuan ada yang dapat saya bantu?"tanyanya dengan ramah.


"Saya sedang mencari istri saya, Apakah kamu melihat istri saya lewat dari sini?"tanya Henderson penuh selidik. Petugas keamanan yang mengetahui, kalau sang pemilik hotel Nyonya Henderson sendiri, langsung menghubungi beberapa petugas keamanan lainnya untuk mencari sosok Norin di sekitaran hotel.


Tak lupa petugas keamanan juga langsung memeriksa rekaman CCTV. Ternyata Norin saat ini sedang berada di sebuah restoran yang letaknya di lantai dua hotel.


Para petugas keamanan yang bertugas di hotel itu bernafas lega. Mereka khawatir, terjadi sesuatu kepada Norin istri sah pemilik Hotel.


Petugas keamanan itu pun langsung mengabari kepada Henderson. Kalau saat ini istrinya baru saja keluar dari dalam restoran dengan membawa dua kotak makanan masuk kembali ke dalam kamar.


Setelah mendapat informasi itu, Henderson langsung berlari masuk ke dalam lift menuju lantai di mana kamar yang mereka tempati.


Ia langsung membuka pintu kamar dengan terburu-buru. Pria itu sudah melihat sang istri duduk di sofa. Sembari menyeruput kopi latte yang ia beli sebelumnya di dalam restoran.


"Kamu dari mana saja? aku sedari tadi mencarimu."ucap Henderson sambil berdiri tepat di hadapan wanita itu.


Norin mendengarkan kepalanya, menatap pria yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam.


"Apa aku tidak salah dengar? seharusnya aku yang bertanya kepada tuan? Tuan dari mana saja, meninggalkanku sendiri tidur di kamar ini. Kalau tau begini Aku tidak akan mau menginap di sini.


"Saya tidak pergi kemana-mana, Saya hanya duduk di balkon menikmati angin Malam."sahut Henderson.


Norin membulatkan matanya, ia merasa terbodoh Mengapa dirinya tidak mencari Henderson di balkon.


"Aku lapar, Aku mencari Tuan tapi nggak ketemu, karena perutku sudah sangat terasa lapar aku memilih keluar untuk mencari makanan. Nih, untuk Tuan.Pasti Tuan juga lapar kan? soalnya aku yakin Tuan juga belum makan."ucap Norin sembari menyodorkan satu kotak makanan untuk Henderson.


Sementara satu kotak lainnya, ia buka sendiri lalu menyantapnya dengan lahap, apalagi dia sudah sangat lapar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.


__ADS_2