PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 42. BERSIKAP MANIS


__ADS_3

Kemudian ia keluar, berniat meminta pendapat kepada sang suami.


Saat Norin keluar, dengan menggunakan gaun yang ia pilih karena sebelumnya. Mata Henderson seolah tak berkedip menatap wanita yang ada di hadapannya.


Norin terlihat sangat cantik bak princess. "Bagaimana penampilanku menggunakan gaun ini Mas? Apakah menurut Mas cocok aku pakai?"tanya Norin meminta pendapat kepada sang suami.


Henderson menganggukkan kepalanya. "it's perfect for you!"sahut Henderson sambil mengacungkan jari jempolnya ke arah Norin.


"Aku pilih yang ini saja deh Mbak. Selain karena diskonnya besar, gaunnya juga cantik dan nyaman dipakai cocok untuk."ucap Norin yang tidak mengetahui kalau harga yang diberi diskon itu hanya manipulasi saja. Agar Norin bersedia memakai gaun itu.


Karena Henderson sangat mengetahui, kalau saja wanita itu mengetahui harga yang sebenarnya, dia akan langsung meninggalkan butik itu. Dan dia akan memilih pakaian yang lebih murah walaupun menurutnya tidak pantas ia gunakan.


Kedua pasangan suami istri itu berlalu meninggalkan butik. "Mas kok kita main tinggal begitu saja? apa Mas sudah melakukan pembayarannya tadi?"tanya Norin penuh selidik karena melihat sang suami tak pergi ke kasir membayar gaun yang ia bawa.


"Tadi saat kamu berada di ruang pas, Saya sudah melakukan pembayaran. Kamu tenang saja, kita tidak maling kok."ucap Henderson sambil terkekeh kemudian mereka pun meninggalkan butik itu, menuju toko pakaian santai.


"Kita beli baju santai, kan tidak mungkin kamu menggunakan gaun itu terus."


"Tapi mas pakaian di mall ini mahal-mahal, Kenapa tidak kita beli di pasar saja. Di sana harganya murah, modelnya juga tidak kalah dari pakaian-pakaian yang dijual di mall ini. Tapi, jika kita beli pakaian satu aja di mall ini, kita dapat lima pakaian di pasar, dengan jenis yang sama."ucap Norin.


"Di sini juga ada yang murah, kali ini mereka lagi-lagi mengadakan diskon.


"Serius Mas? tanya Andini dengan mata berbinar.


"Serius, kalau tidak percaya Ayo kita ke sana."ujar Henderson sambil menggandeng tangan sang istri masuk ke sebuah toko yang menyediakan toko pakaian santai dan juga pakaian tidur.


lagi lagi kedipan mata Henderson, yang langsung mendapat tanggapan dari pemilik toko. Henderson pun membisikkan sesuatu kepada pemilik toko kalau dia mereka mengadakan diskon sebesar 50% dari harga yang tertera.


Agar sang istri bersedia, memilih dan memakai pakaian yang disediakan oleh pihak toko yang ada di sana.


Tampak pemilik toko memahami, Apa yang diucapkan oleh sang pemilik Mall. Mereka pun memberi diskon 50% untuk Norin, Walaupun Henderson membayarnya dengan harga sesuai yang tertera di bandrolnya.


Setelah memilih beberapa pakaian dan mencobanya di ruang pas, Norin pun memilih pakaian yang sudah cocok menurutnya.


Tampak yang mengembangkan senyumnya, sang suami membelikannya beberapa pakaian. Mulai dari gaun, pakaian santai, dan juga baju tidur. Norin tidak mengetahui kalau harga yang diberikan oleh pihak toko kepadanya bukan harga yang sebenarnya.

__ADS_1


"Terimakasih ya Mas, Mas sudah membelikan beberapa potong pakaian untuk Norin."ucap Norin berterimakasih kepada sang suami.


"Ngapain berterimakasih. Itu sudah menjadi kewajiban saya, membutuhkan segala kebutuhanmu dan menafkahi mu. Karena kamu itu adalah istri ku?"


"Istri?"Memangnya Mas, menganggapku istri Mas?


"Pertanyaan macam apa itu? kan kamu memang istriku!" ucap Henderson dengan mata yang menyipit.


"Norin kira, Mas tidak menganggap Norin ini istri Mas. Karena Mas mengatakan kepada Norin, Norin tidak bisa mengharapkan cinta dari Mas. Kalau suami istri itu, tidak salah dong Seorang istri mengharapkan cinta dari suaminya."ucap Norin yang mampu membuat Henderson langsung terdiam.


"Kamu itu istri saya, sah dimata hukum dan agama. Itu tidak bisa kamu pungkiri."ucap pria yang sesaat ini menggandeng tangan Norin.


Norin tersenyum getir, mendengar ucapan sang suami. "Kalau menganggapku Seorang istri, seharusnya kamu memberikan cinta kamu untukku."gumam Norin dengan nada yang sangat kecil dan mengarahkan wajahnya ke arah lain. Tapi tetap saja gumamannya terdengar oleh Henderson.


Jam sudah menunjukkan pukul satu siang. waktunya mereka makan siang. "Kita makan yuk."ajak Henderson.


"Makan di mana?"


"Di lantai lima ada restoran yang menunya Pasti cocok di lidah kamu. Kita ke sana yuk, sudah lama juga saya tidak mencicipi menu makanan lokal."ucap Henderson.


"Mas, Kenapa kita menaiki lift ini? bukankah lift ini dikhususkan untuk pemilik dan juga petinggi Mall ini? lagi-lagi Norin bertanya kepada sang suami yang membuat Henderson menepuk jidatnya. Dia lupa kalau Norin belum mengetahui siapa sosok dirinya yang sebenarnya.


"Tidak apa-apa, masalah naik lift. Tapi mereka pasti paham kok,"ucapnya sambil langsung melangkah keluar dari dalam lift sambil menggandeng tangan Norin setelah lift terbuka pertanda lift itu sudah tiba di lantai tujuan mereka.


"Selamat siang Tuan Henderson! senang bertemu dengan Tuan di sini,"sapa sang manajer restoran kepada Henderson.


Henderson hanya mengembangkan senyumnya, selalu berjalan setelah sang manager restoran mempersilahkan mereka duduk di ruang VIP.


"Mas sepertinya makan di sini mahal banget. kenapa kita tidak makan di tempat biasa saja."ucap Norin


"Kamu harus terbiasa makan di tempat seperti ini. Karena kamu sudah memilih menikah dengan Henderson bin Samera."ucap Henderson kepada Norin.


"Selamat siang Tuan Henderson, dan nyonya Henderson."ucap dua orang wanita sambil menghidangkan berbagai macam menu makanan. Di meja di mana Henderson dan Norin berada saat ini.


"Silakan dimakan Tuan Nyonya."ujar sang pelayan sambil tersenyum yang tak lain dan tak Bukan pelayan itu ternyata, salah satu teman kampus Norin.

__ADS_1


"Resti! pekik Norin saat melihat teman satu kampusnya bekerja di restoran itu.


Resti hanya menganggukkan kepala.


"Sejak kapan kamu kerja di sini?"tanyain penuh selidik.


"Beginilah ce, keseharian ku bekerja setelah pulang kuliah bekerja di sini. Untuk membiayai kuliahku, semenjak warung kami digusur oleh pihak pemerintah. Karena memang warung kami berdiri, di tanah pemerintah yang sengaja dimanfaatkan kedua orang tuaku agar kedua orang tuaku dapat menafkahi kami anak-anaknya."ucap Resti dengan menunduk.


Henderson mendengar itu semua.


"Siapa dia? bisik Henderson tepat di telinga sang istri.


"Dia teman kuliah aku Mas."


"Kamu dekat dengannya?


"Iya Mas hanya dia temanku wanita yang bisa aku percaya dan dialah temanku satu-satunya wanita, selainnya Norin lebih memilih bergabung dengan teman laki-laki."ucap Norin berterus terang.


"Henderson memanggil sang manager sambil mereka menyantap menu makanan yang terhidang di sana.


"Iya, Tuan Ada yang bisa saya bantu?


"Pecat dia sebagai pelayan di sini."ucap Henderson yang mampu membuat Norin, Resti dana sang manager benar-benar terkejut.


"Tapi kenapa Tuan, dia salah satu pelayan yang tidak pernah melakukan kesalahan di restoran ini. Dan dia juga orangnya baik dan cekatan." ucap sang manager membela Resti.


"Untuk itu, saya meminta kamu untuk memecatnya dan mengangkatnya, menjadi manajer di restoran ini. Dan kamu yang mengelola restoran ini."ucap Henderson lagi lagi membuat sang manager, Norin dan juga Resti benar-benar terkejut akan tindakan Henderson.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.

__ADS_1


__ADS_2