
Sore ini Henderson pulang dari kantor lebih awal. Rencananya ia akan mengajak istrinya makan malam di luar. Mengingat sang istri akhir-akhir ini sudah sangat jarang sekali keluar untuk menikmati udara bebas semenjak sang istri hamil.
Saat Henderson sudah tiba di rumah, Norin menyambutnya dengan senyuman. Usia kandungan Norin saat ini sudah sekitar tujuh bulan. Sehingga Henderson memiliki keberanian untuk mengajak istrinya keluar makan malam.
Selama ini Henderson mengajak Norin keluar hanya untuk sekedar periksa kehamilan Norin ke dokter kandungan, lalu makan bersama sehabis itu mereka Langsung pulang ke rumah.
Norin memberi salam kepada sang suami dan mengecup punggung tangan suaminya. Henderson pun memberikan kecupan hangat di kening sang istri, lalu ia berjongkok memberikan kecupan di perut Norin yang sudah membuncit.
kemudian ia langsung menghampiri putrinya Queen yang saat ini asik bermain, hingga dirinya tidak menyadari kehadiran Henderson di sana.
"Putri papa asik bermain, Papanya tidak disambut pulang nih."ucap Henderson sambil langsung menghampiri Queen yang saat ini bermain boneka Bersama sang babysitter dan nyonya carlota.
"Papa....,teriak Queen memeluk Henderson. Henderson pun memberikan kecupan di wajah cantik putrinya.
"Pa, Queen sudah makin pintar loh. Dia sudah belajar makan sendiri."Norin memberitahu kepada Henderson. Padahal bocah kecil itu belum genap berusia 2 tahun.
"Oh ya, Putri Papa pintar sekali." Puji Henderson langsung menggendong putrinya. Henderson membawa putrinya duduk di sofa sembari bermain gelitikan dengan putrinya. Hingga Queen tertawa terpingkal-pingkal. saat Henderson menggelitik putrinya sendiri.
"Mas, sudah ah.kasihan Queen sudah kecapean tertawa."ucap Norin kepada Henderson saat melihat Queen terlihat sudah lama tertawa, dan itu pasti membuat Queen kelelahan.
Norin pun meminta kepada sang suami agar segera membersihkan diri. Keduanya pun berlalu masuk ke kamar, sementara Queen bersama Nyonya Carlota menikmati film kartun kesayangan Queen yang saat ini tayang Marsha and the bear.
Henderson langsung masuk ke dalam kamar mandi sementara Norin mempersiapkan baju ganti untuk sang suami. Beberapa menit di dalam kamar mandi Henderson menyelesaikan ritual mandinya, ia keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Membuat Dada bidang sang suami terekspos jelas di mata Norin.
__ADS_1
"Mas pakai bajunya, nanti Norin gagal fokus." ucap Norin sambil terkekeh.
"Gagal fokus juga nggak apa-apa sayang. Lagian dokter mengizinkan kok kalau kita bermain cantik Mas melakukannya dengan selembut mungkin boleh, ya." ucap Henderson dengan nada memohon kepada sang istri.
"Masih baru saja pulang dari kantor sudah mesum saja.
"Nggak apa-apa sayang, biar rasa lelah Mas menghilang dari tubuh ini, setelah mendapat vitamin dari kamu." sahut Henderson sambil langsung meraih tubuh istrinya lalu memberikan kecupan hangat di bibir manis Norin.
Perlahan kecupan itu semakin mendalam, hingga Norin pun tidak dapat membendung rasa yang membuncah di tubuhnya. Norin membuka rongga mulutnya agar sang suami lebih leluasa memainkan lidahnya di sana.
Lidah keduanya pun akhirnya saling bertautan, Membuat Norin mengeluarkan suara merdu yang dapat membangkitkan hasrat dari sang suami.
Kini adik kecil Henderson sudah mulai menegang membuat dirinya pun akhirnya menuntun sang istri naik ke atas ranjang. Saat ini Henderson tidak menggunakan sehelai benang pun. Karena handuk yang ia lilitkan di tubuhnya sudah ia campakkan begitu saja ke lantai. Sedangkan sang istri saat ini juga tidak menggunakan sehelai benang pun. Karena Henderson sudah membukanya dan mencampakkan begitu saja baju yang dikenakan oleh Norin.
Sementara di tempat lain Nyonya Anjani mendapat kabar Kalau saat ini Lina sedang hamil. Ia tidak percaya begitu saja. Bahkan Nyonya Anjani menuduh Lina berselingkuh dengan pria lain sehingga Lina hamil.
Hal itu membuat amarah Tuan Wijaya semakin memuncak. "Dulu kamu menuduh menantu kita yang mandul, sehingga mereka tidak memiliki keturunan Sampai usia pernikahan mereka tujuh tahun. Sekarang kamu lihat sendiri menantu kita sudah hamil itu berarti menantu kita tidak malu sama seperti apa yang kamu katakan sebelumnya,"
"Papa sudah mengetahui semuanya dari Devano. Devano sudah menceritakan kalau selama ini mereka berusaha melakukan pengobatan terhadap Devano. Mereka berkonsultasi kepada dokter Dirga dan melakukan pengobatan dan terapi sesuai dengan anjuran dari dokter Dirga,"
"Sehingga usaha Mereka pun akhirnya membuahkan hasil dan menantu kita sedang hamil saat ini. Dan usia kandungannya sudah jalan Lima bulan." ucap Tuan Wijaya kepada Nyonya Anjani menegaskan kalau menantunya itu hamil bukan dari hasil perselingkuhan seperti yang dituduhkan oleh Nyonya Anjani.
Devano yang mendengar tuduhan dari Nyonya Anjani pun ikut menyalahkan Nyonya Anjani. Bahkan Devano pun menyaksikan dan memberitahu kepada Nyonya Anjani kalau selama ini mereka sengaja tidak memberitahu kepada Nyonya Anjani, tentang kabar kehamilan istrinya. Karena ia takut hal yang seperti yang dilakukan Nyonya Anjani saat ini yang dapat berpengaruh kerja Anin Lina.
__ADS_1
Setelah mendapatkan penjelasan dari Devano, Nyonya Anjani pun akhirnya terdiam. apalagi Tuan Wijaya telah menegaskan kepada Nyonya Anjani, Jika dia berani sekali lagi menuduhkan yang tidak tidak kepada sang menantu, maka Tuan Wijaya akan mengambil langkah yang tegas. Dia akan menceraikan Nyonya Anjani jika memperlakukan Lina dengan tidak baik.
Devano dan Tuan Wijaya langsung meninggalkan Nyonya Anjani begitu saja. Tuan Wijaya terlalu masuk ke dalam kamar sementara Devano memilih untuk segera kembali ke rumah sederhana yang selama ini mereka tempati dengan sang istri tercinta.
Lina yang sudah menunggu kepulangan sang suami tampak gelisah. Karena tak biasa sang suami pulang hingga pukul 07.00 malam. Lina bolak-balik berjalan di depan pintu, berharap setiap mobil yang melintas itu suaminya yang datang. Tempat pukul 07.15 Devano tiba di rumah. lina langsung berhamburan memiliki sang suami, karena ia sangat khawatir terjadi sesuatu kepada suaminya di dalam perjalanan menuju pulang.
"Mas, kamu dari mana aku mengkhawatirkanmu Kenapa kamu tidak memberi kabar Kalau kamu akan telat pulang." ucap Lina sambil memeluk sang suami.
"Maafkan Mas sayang, tadi tidak memberitahu kamu dulu kalau Mas singgah sebentar ke rumah Mama. Karena Papa menghubungi Mas."Devano memberitahu lina. Dia tidak ingin berniat berbohong kepada istrinya. Dia juga memberitahu kalau tadinya Nyonya Anjani sedikit berdebat dengannya dan Tuan Wijaya.
Lina terdiam saat mendengar penjelasan sang suami. Tapi ia bersyukur ayah mertua dan juga suaminya membelanya mati-matian di hadapan Ibu mertuanya, dan saat ini Ibu mertuanya tidak akan mengolok-oloknya lagi wanita mandul dan menuduhnya hamil hasil dari perselingkuhan. Setelah mendapat penjelasan dari Tuan Wijaya dan juga Devano.
Sementara itu, bengkel milik Norin yang selama ini dikelola oleh Michael dan Ricky tampaknya semakin berkembang Norin merasa bersyukur mempercayakan Michael dan Ricky menjalankan usaha bengkelnya. Tampaknya Michael dan Ricky bekerja dengan jujur dan baik sehingga usaha bengkel itu berkembang.
Kini Henderson dan Norin benar-benar bahagia menanti kelahiran anak kedua Henderson. Anak pertama dari rahim Norin. tampaknya nyonya Carlota dan Tuan samera antusias untuk mempersiapkan, kelahiran cucu mereka. Itu terlihat jelas Tuan Samera sudah mempersiapkan kamar untuk cucu mereka yang akan lahir tidak Berapa lama lagi.
Semua perlengkapan bayi juga sudah dilengkapi oleh nyonya Carlota Dan juga nyonya Anabella. Tampaknya Norin merasa bahagia mendapat orang tua seperti nyonya Anabella dan ibu mertua seperti nyonya Carlota yang tampak begitu menyayangi dirinya sampai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Norin saat proses persalinan nanti.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"