PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 38. CURHATAN ISI HATI


__ADS_3

Ketika Norin beranjak dari tempat duduknya, Henderson meraih tangan Norin hingga membuat langkah Norin terhenti.


"Saya masih ingin bicara dengan kamu. Tidak sopan Seorang istri meninggalkan suami saat suami masih ingin ngobrol dengan istrinya."Henderson kembali menarik tangan Norin hingga Norin kembali terduduk tepat di samping Henderson.


"Mau bicara apa lagi? sepertinya tidak ada lagi yang perlu dibahas malam ini. Hari sudah larut, lebih baik anda istirahat agar tubuh anda kembali fit esok harinya."ujar Norin.


"Tapi saya belum mau tidur, kalau saya tidak tidur, Tidak masalah karena saya sudah tidur mulai sore tadi sampai pukul dua belas malam, Sekarang sudah pukul dua dini hari.


Tapi anda belum tidur sama sekali. lebih baik anda tidur, besok kita lanjutkan lagi pembahasan ini." ucap Norin malas berdebat dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Tidak boleh! Henderson mendekatkan dirinya kepada Norin. Hingga nafas Henderson tercium jelas di indra penciuman Norin.


"Mas baru minum alkohol?" tanya Norin penuh selidik menatap suaminya dengan tatapan tajam karena ia mencium aroma alkohol dari mulut sang suami.


"Sedikit, skala rendah, untuk menghangatkan tubuh saja. Norin terdiam, ia merasa kesal karena sang suami meminum minuman haram itu.


Norin berniat beranjak dari tempat duduknya. lagi lagi Henderson menahannya.


"Sikat gigi dulu sana, nafas mas bau alkohol. Aromanya menjijikkan, membuat Norin mau muntah."kesal Norin karena mencium aroma alkohol dari mulut suaminya.


"Baiklah aku akan menggosok gigi dulu, Tapi ingat jangan tidur duluan. Kamu kira aku ini security kamu, yang hanya nungguin kamu tidur." gerutu Henderson sambil berjalan menuju kamar mandi.


Norin tidak menjawab. Ia memilih sibuk dengan layar ponselnya. Ia membuka aplikasi biru yang ada di layar ponselnya. Mengetik status di salah satu sosial media miliknya.


..."Mengapa harus begini?...


..."Apakah aku tidak layak bahagia?...


..."Apakah memang dia diciptakan Tuhan untukku?...


..."Jika memang iya, Kenapa hatiku belum bisa menerima?...


..."Oh Tuhan, jika memang ini orang yang engkau pilihkan untukku, maka dekatkanlah aku dengannya, tapi jika tidak jauhkanlah hatiku darinya."...

__ADS_1


Norin memposting statusnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat setiap orang membacanya bukan malah menjawab, bahkan akan menambahkan pertanyaan itu kembali.


Tak menunggu lama berbagai komentar masuk di kolom komentar status milik Norin.


Ada yang mengatakan "Jodoh memang sudah ditentukan Allah, ada juga yang mengatakan harus bersyukur atas apa yang engkau dapatkan, berbagai komentar masuk di kolom komentar membanjiri status milik Norin. Bahkan hampir 990 komentar memenuhi kolom komentar status Norin dalam waktu 5 menit.


Norin menepuk jidatnya. Tidak hanya teman-teman satu kampus, atau teman satu klub geng motor dengannya yang memberikan komentar. Tetapi banyak dari kalangan yang muda, maupun yang tua bahkan anak-anak sekalipun memberikan komentar untuk Norin.


Ada yang mendukung, ada juga yang menghujat dan ada juga yang memberi nasehat dan juga pandangan yang berfaedah untuk Norin.


Tidak Berapa lama mengupdate status itu di aplikasi berwarna biru, tiba-tiba saja suara ponselnya berdering yang ada di genggamannya. Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya Ranger.


Norin membulatkan matanya. Di angkat salah, tidak diangkat salah. Norin dilema. Ia khawatir kalau dirinya menyambungkan sambungan telepon seluler itu dengannya dan Henderson melihat dan mendengarnya Henderson akan kesal terhadapnya.


Tapi Norin juga tidak ingin menyakiti hati Ranger, yang selama ini sudah sangat baik terhadapnya. Bahkan Ranger kerap sekali membantu dirinya di berbagai bidang, Jika ia membutuhkan bantuan.


Karena merasa tidak tega, dan ponselnya terus berdering, akhirnya Norin menyambungkan sambungan telepon itu. Ia Pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ranger.


"Selamat malam, Kamu apa kabar!"


"Seperti yang Bos ketahui, aku baik-baik saja. jika aku tidak baik-baik maka aku tidak bisa akan menjawab teleponmu Bos." Sahut Norin.


Ranger sedikit tersenyum mendengar jawaban Norin.


"Ada apa Bos menghubungiku sudah larut malam seperti ini, apa Bos belum tidur?"


"Aku tidak bisa tidur, Apalagi setelah aku membaca statusmu yang berada di aplikasi biru dan dibanjiri berbagai komentar.


Jika kamu merasa tidak bahagia atas pernikahanmu dengan pria itu, Mengapa kamu memaksakan diri untuk menikah dengannya?


Aku tahu kamu tidak bahagia?


"Siapa yang bilang aku tidak bahagia? Bahkan aku sangat bahagia sekarang, karena akan ada yang menjagaku."

__ADS_1


"Memangnya selama ini kamu merasa tidak dijaga? Apa kurangnya Aku menjagamu selama ini? Mengapa kamu malah memilih pria yang sudah duda dibandingkan diriku? Apa kurangnya aku Norin? ucap Ranger dari ujung telepon.


"Kamu memang lelaki yang baik, kamu juga selalu ada untukku jika aku membutuhkanmu. tapi ini sudah takdir. Mungkin pria itu yang menjadi jodoh,yang dikirimkan Allah kepadaku. Aku tidak bisa menghindari kehendak Allah, Tapi tolong doakan aku agar aku dapat menjalani hari-hariku bersama pria yang sama sekali tidak mencintaiku. "


"Aku tahu pria itu tidak mencintaimu? tapi salahnya, Mengapa kamu tetap menikah dengannya walaupun lelaki itu tidak mencintaimu?


"Aku tidak bisa menghindari perjodohan, jadi mau tidak mau aku harus mengikuti keinginan kedua orang tuaku dan kedua ayah dan ibu mertuaku,"


"Sudah jelas kamu ketahui, siapa sosok jati diriku yang sebenarnya. Begitu sakit, kita tidak memiliki orang tua dan dibesarkan di panti asuhan,"


"Aku ingin membalas Budi baik ayah dan ibu angkatku, yang sudah membesarkan menyekolahkan dan menafkahi ku, mulai sejak kecil,"


"Mereka sangat baik kepada ku, Bahkan mereka menganggapku seperti anak kandung mereka sendiri. Bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaan kedua orang tuaku. Aku juga harus sadar siapa diriku yang sebenarnya. Sekalipun mereka tidak pernah membeda-bedakan aku dengan Alan adikku,


Alan adikku juga sangat baik, walaupun ia sudah mengetahui hal yang sebenarnya."


Saat Norin mengatakan apa yang ada di dalam isi hatinya kepada Ranger. Ranger akhirnya tidak bisa berkata-kata. Itu artinya Norin tidak ingin menyakiti hati kedua orang tuanya, sekalipun hatinya bertentangan. Itu berarti Norin ingin membuat orang lain bahagia tanpa memikirkan kebahagiaannya sendiri.


Tanpa terasa saat Norin mengatakan yang sebenarnya kepada Ranger bulir bening mengalir begitu saja di wajah cantiknya.


"Ya sudah, aku doakan kamu dan suami kamu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Kamu jangan sungkan-sungkan Jika kamu membutuhkan bantuan dariku. tanganku akan selalu terbuka untuk membantumu. Karena kamu tetap Norin sang Ranger." ucap Ranger di ujung telepon. kemudian mereka menyudahi pembicaraan mereka di dalam sambungan telepon seluler.


Norin sama sekali tidak menyadari, kalau sebenarnya Henderson sudah Mendengar pembicaraan Norin dengan Ranger. Tapi Henderson sengaja diam saja, saat dirinya keluar dari kamar mandi setelah menggosok giginya, ia hanya berdiri saja mendengar apa yang dibicarakan sang istri dengan seseorang di ujung telepon.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.


__ADS_1


__ADS_2