
Malam ini Norin terlihat gelisah dalam tidurnya. Rasa sakit di bagian perutnya membuat dirinya tidak bisa memejamkan mata. Henderson yang melihat istrinya gelisah dan tidak bisa tertidur pulas, ia duduk sambil mengelus perut sang istri yang sudah membuncit
"Kamu kenapa sayang?" tanya Henderson kepada istrinya.
"Nggak tahu Mas, tapi dari tadi perut Norin mulas. Sebentar reda, dan sebentar lagi mulas kembali."Norin memberitahu kepada
suaminya.
Henderson sedikit bingung keluhan dari istrinya. Karena sebelumnya almarhumah Mauren tidak memiliki ciri-ciri seperti yang dirasakan oleh Norin saat Mauren hendak melahirkan Queen.
Tiba-tiba perut Norin kembali mules. Norin berjalan ke kamar mandi hendak mengeluarkan hajatnya. Tetapi setelah berada dikamar mandi, dia tidak dapat mengeluarkan hajatnya.
"Kenapa sayang?
"Mas rasanya aku mau buang air besar, tapi kenapa nggak bisa keluar, ya? keluhnya yang mampu membuat Henderson semakin mengkhawatirkan kondisinya.
Tiba-tiba saja air bening mengalir begitu saja dari bagian ******** sang istri. Awalnya Norin mengira kalau itu air seninya. Sehingga ia merasa malu kepada suaminya karena ia mengira dia ngompol.
Tapi semakin lama air itu keluar semakin deras, membuat Norin semakin panik Begitu juga dengan Henderson.
Henderson langsung berteriak memanggil nyonya Carlota. Nyonya Carlota yang sedang tertidur pulas pun tidak langsung mendengar.
"Sayang tunggu di sini sebentar ya, Mas panggil Mama dulu. Kita akan segera ke Rumah Sakit. Mungkin kamu akan segera melahirkan." ujar Henderson sambil langsung mengetuk pintu kamar nyonya carlota dan Tuan Samera dengan nada yang lumayan keras
Sontak Nyonya carlota langsung bangun. Dia pun keluar sambil mengucek kedua bola matanya.
"Ada apa Kamu berteriak-teriak malam malam begini?" tanya Nyonya Carlota kepada Henderson.
__ADS_1
"Ma....Norin, Ma, Norin Ma." ucapnya panik sambil langsung menarik tangan Nyonya Carlota masuk ke kamarnya.
Nyonya Carlota melihat Norin sudah merintih kesakitan dan air ketubannya sudah berceceran di lantai kamar.
"Astaga! Kamu ini sudah mau melahirkan. Kenapa dibiarkan begitu saja! Ayo segera gendong istri kamu masuk ke dalam mobil. Kita sekarang ke rumah sakit." teriak Nyonya Carlota meminta kepada Henderson agar segera menggendong istrinya turun ke lantai bawah dan membawa Norin ke rumah sakit.
Tuan Samera yang mendengar kegaduhan itu pun langsung terbangun, lalu bertanya kepada sang istri apa yang terjadi membuat sang istri sedikit panik.
"Ada apa mah, Kok ribut sekali? tanya Tuan Samera.
Sepertinya menantu kita akan segera melahirkan. Ayo kita ke rumah sakit." ucap Nyonya Carlota sambil langsung mengganti pakaiannya.
Sang asisten rumah tangga yang mendapatkan perintah dari sang majikan mempersiapkan segala keperluan persalinan, langsung mempersiapkan segala sesuatunya dan memasukkannya ke dalam mobil.
Nyonya Carlota masuk ke dalam mobil menemani sang menantu. Sementara Henderson langsung menghidupkan mesin mobil miliknya, setelah memastikan Nyonya Carlota dan Norin duduk dengan nyaman.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sepuluh menit kemudian, yang kebetulan jalanan sangat lengang membuat mereka lebih cepat tiba di rumah sakit.
Tepat pukul 02.00 dini hari, mobil yang dikendarai oleh Henderson tiba di rumah sakit dan dia langsung turun meminta kepada suster dan dokter untuk segera memberikan pertolongan kepada istrinya.
Dokter dan suster langsung mendorong branker menghampiri mobil yang di kendarai Henderson. Dan setelah Norin sudah berbaring di atas branker, dokter langsung membawa Norin ke ruang bersalin.
"Mas...., sakit Mas!" rintih Norin menahan rasa sakit yang ia alami.
"Sayang, kamu harus kuat demi anak kita, demi Mas dan semua orang-orang yang menyayangi kamu." ucap Henderson sambil memberikan kecupan hangat di kening Norin.
Henderson melap keringat Norin yang sudah bercucuran, karena menahan rasa sakit yang ia rasakan. Ia merasa tidak tega melihat istrinya merintih kesakitan.
__ADS_1
Entah karena panik, Henderson sampai lupa mengabari nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara. Kali ini dia benar-benar panik dia kwatir terjadi sesuatu kepada istrinya. Dia tidak ingin mengalami hal yang sama seperti yang ia rasakan saat dirinya kehilangan Mauren.
Sesuai dengan permohonan Norin sebelumnya kepada Hendarson, dia ingin melahirkan secara normal. Dokter memeriksa kondisi kesehatan Norin, dan ternyata kondisi Norin baik-baik saja dan dia layak melahirkan secara normal.
"Dengan Tuan Henderson!" tanya salah satu suster yang ikut bertugas menangani persalinan Norin.
"Iya suster, saya." jawab Henderson
"Silakan masuk, Pak. istri anda menginginkan anda berada di sampingnya selama persalinan berlangsung." ujar suster itu kepada Henderson.
"Baik suster." jawab Henderson.
Di ruang bersalin tampak Norin merintih kesakitan.
"Mas sakit." Norin menjerit membuat hati Hendar sebagai tersayat pisau tajam. Karena Henderson tidak tega melihat istrinya kesakitan.
Tetapi Henderson tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berharap kalau Norin dan bayinya sehat dan proses persalinannya lancar tanpa kendala apapun.
Dokter kembali memeriksa posisi bayi Norin yang ternyata Norin sudah pembukaan sempurna.
"Wah pembukaannya sudah sempurna, kita akan segera melakukan persalinan segera persiapkan semua." Ujar dokter yang bertugas menangani Norin kepada suster lalu dokter membantu persalinan Norin. Dokter itu memandu Norin untuk mengejan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"