
Tetapi, tepat ponsel itu di tangan Henderson, pesan Whatsapp kembali masuk ke layar ponsel milik Norin.
Mata Henderson membulat, saat melihat pesan WhatsApp yang masuk itu dari seseorang yang menaruh rasa terhadap Norin.
"Kamu tega sekali, Mengapa kamu tega meninggalkanku sayang, kamu lebih memilih menikah dengan seorang duda dibandingkan diriku. Apakah karena pria itu lebih kaya? sehingga kamu lebih memilih menikah dengan dia. Apa kurangnya aku dibandingkan pria itu sayang, kamu sudah sangat mengetahui kalau aku sangat sayang dan cinta sama kamu."pesan Whatsapp Itu yang terbaca oleh Henderson dari nomor seorang laki-laki yang menaruh rasa kepada Norin sang istri. Sambil dibarengi dengan emoticon menangis.
"Siapa dia? apa dia kekasihmu? tanya Henderson penuh selidik memperlihatkan pesan Whatsapp itu kepada istrinya.
"Oh, itu Kak Rizal! ketua klub motor kami."sahutnya dengan enteng. Dia tidak mengetahui kalau Henderson saat ini menahan kekesalannya.
Karena seorang pria asing memanggil sayang kepada istrinya. Walaupun itu hanya pesan Whatsapp, emosinya sudah sampai ke ubun-ubun.
"Kamu istriku! Aku tidak suka ada lelaki yang memanggil sayang kepada istriku."ucapnya dengan kesel sambil langsung memblokir nomor whatsApp pria yang bernama Rizal itu."
Norin hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sang suami. Baru saja beberapa jam sah menjadi suaminya, tetapi sudah beberapa kali noren kesal terhadapnya.
Tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri keduanya. Nyonya Carlota datang sambil mengembangkan senyumnya.
"Maaf ya Sayang, Mami tidak memberitahu kepada kamu kalau acaranya seperti ini. awalnya memang Mami menuruti keinginan kamu. Tapi setelah Mami pikir-pikir, tidak mungkin lah acara pernikahan kalian dilaksanakan secara sederhana saja. secara kamu itu menantu kesayangan Mami dan papi."ucap Nyonya Carlota sambil langsung meraih tubuh menantunya ke pelukannya.
"Selamat ya, sayang, hari ini kamu sudah sah menjadi keluarga besar Samera. menjadi Nyonya Henderson Samera."ucap Nyonya Carlota sambil mengembangkan senyumnya.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati nyonya Carlota , melihat putranya telah bersanding dengan wanita pilihannya. Wanita yang pantas mendampingi putranya.
Para tamu undangan dan kolega bisnis Henderson juga antusias, merayakan resepsi pernikahan Henderson dan Norin.
Begitu juga dengan teman-teman Norin. Norin terhenyak teman-temannya akhirnya datang ke acara resepsi pernikahannya. Ia mengira teman-temannya tidak akan datang. karena Norin memberitahu kepada teman-temannya dadakan.
Semua teman-teman satu klub motor dengannya, turut menghadiri acara resepsi pernikahan Norin. Sepertinya juga mereka memberikan hadiah yang istimewa.
__ADS_1
Teman-teman satu klub motor dengan Norin, menghadiahkan paket liburan bulan madu, selama dua minggu di negeri sakura. sesuai dengan impian princess mereka.
Ya, julukan Norin di club motor, adalah princess yang kerap sekali mengharumkan nama club motor mereka karena Norin sering sekali memenangkan adu balap antara geng club motor lainnya.
"Astaga! sampai segitunya kalian memberikan hadiah paket liburan bulan madu ke negeri sakura untuk Ku.
"Ya, iyalah. Secara kan kamu princess. sudah sewajarnya kamu liburan bulan madu ke negeri sakura, negeri impian princess kami."sahut Michael sambil terkekeh. Semua yang hadir dari teman-teman Norin memberi salam kepadanya dan juga Hendarson.
Drama kali ini berbeda, Rizal menghampiri Norin, Entah mengapa pria itu langsung memeluk Norin. Seolah dirinya tidak rela Norin menikah dengan pria lain.
Karena Rizal, sudah lama mencintai Norin. tapi Norin hanya menganggapnya teman saja.
"Bro jangan lama-lama meluk istri orang."gerutu Henderson karena ia melihat Rizal tak kunjung melepas pelukannya dari Norin. Berbeda dengan teman-teman Norin yang lain. Hanya memeluk Norin dengan sekilas. lalu memberi selamat kepada keduanya.
Para karyawan karyawati Samera company pun, turut hadir di acara resepsi pernikahan Henderson dengan Norin.
Riska yang merupakan salah satu karyawan di perusahaan Samera company yang merupakan kakak kandung dari Michael sendiri juga hadir di sana.
Nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara yang sedang sibuk, menyambut para tamu undangan tampak mereka melihat Norin dan Henderson sedang berbicara dengan para karyawan karyawati Samera company.
"Lihatlah, Ma. Sikap dari Henderson tidak jauh dari Tuan Samera. Dia sangat ramah kepada setiap orang, sekalipun itu karyawan rendahan di kantor. Oleh karena itulah Papa percaya kalau Henderson mampu membahagiakan Putri kita."ucap Tuan Dirgantara sambil mengembangkan senyumnya. Melihat ke arah pelaminan yang di sana ada Norin dan Henderson, sedang berbicara pada para karyawan karyawati Samera company. Yang turut hadir memberi selamat untuk pernikahan Henderson dengan Norin.
****
Malam hari telah tiba. Acara resepsi pernikahan Henderson dengan Norin pun telah usai. Para tamu undangan dan kolega bisnis juga sudah meninggalkan lokasi resepsi.
Tuan Samera dan Nyonya Carlota menghampiri Henderson dan juga Norin yang ingin turun dari pelaminan.
"Kalian menginap saja di sini. Semuanya sudah papi dan manusia. Norin pasti lelah." ucap Tuan Samera dan nyonya Carlota secara bersamaan.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Queen, Ma?"
"Kamu tenang saja ada Mama dan bibi. Lagian cucu Mama itu sepertinya paham, dia baik Budi hari ini, dan tidak rewel. Mulai dari acara akad nikah, dan resepsi pernikahan kalian dia memang benar-benar baik budi."sahut nyonya Carlota.
"Ya sudah, bawa istri kamu ke kamar. Kasihan dia. Dia pasti kelelahan." ucap nyonya Carlota. Padahal sebelumnya Henderson lah yang meminta, agar mereka menginap di sana untuk beberapa malam.
Norin menghela nafas panjang. Kalau sudah Tuan Samera dan nyonya Carlota yang berbicara, dia pasti akan menurut saja. membuat Henderson mengembangkan senyumnya.
"Benar kata papi dan mami, kamu wanita yang penurut." gumam Henderson dalam hati sembari berjalan masuk ke dalam lift menuju di mana kamar yang sudah dipersiapkan oleh pihak hotel.
Kamar khusus pemilik Hotel. Yang sudah di desain sedemikian rupa, dirias layaknya kamar pengantin.
Saat Henderson dan Norin tiba di depan kamar itu, Henderson langsung menempelkan card miliknya. Pintu terbuka lebar, tangannya terus menggenggam tangan Norin lalu menariknya masuk ke dalam kamar.
Norin terhenyak, melihat kamar itu sudah dirias begitu indah. Norin sekolah tak percaya ia begitu terpukau dengan keindahan dan kemewahan kamar itu.
"Tuan Apa memang benar ini kabar yang dimaksud Mami tadi?"tanya noren yang tak percaya begitu saja.
"Iya, Memangnya kenapa?"
Norin hanya menggelengkan kepalanya. Tak mampu berkata-kata.
"Oh iya, satu lagi. Kamu sudah sah menjadi istriku. Jadi jangan panggil aku dengan panggilan Tuan! nanti apa kata orang jika orang lain mendengarnya. Mereka pasti mengira kamu itu hanya karyawan Ku." ucap Henderson kepada Norin.
Norin tidak menjawab. Ia hanya diam saja, dan menikmati keindahan dan kemewahan kamar untuk.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.