
"Rindu sama queen, atau kamu tidak ingin lama-lama dekat dengan saya? tanya Henderson membuat Norin sedikit heran akan pertanyaan sang suami.
Bukankah sang suami yang tidak menginginkan kehadiran Norin di sana? atau bukankah sang suami yang meminta kepada Norin agar tidak mengharapkan cinta darinya?
Terus jika Norin tidak bisa mengharapkan cinta darinya, untuk apa mereka menginap di kamar dan di hotel yang sama.
"Pertanyaan Mas aneh banget. Bukankah Mas yang tidak ingin mengharapkan kehadiran Norin di sini?
"Memangnya siapa yang bilang begitu?
"Tidak ada, kan? saya tidak pernah bilang begitu."ucap Henderson lagi-lagi membuat Mince Norin merasa kebingungan akan sikap lelaki yang ada di hadapannya.
"Ngapain juga berdebat. Lebih baik Mas siap-siap, habis itu kita pulang."
"Tidak! Saya tidak ingin pulang sekarang, saya masih mau menginap di sini. Dan kamu harus ikut perintah saya. karena kamu itu istriku."ucap Henderson.
Mince Norin menggelengkan kepala, menatap seorang pria yang ada di hadapannya.
"Kenapa tiba-tiba kamu berubah pikiran? bukankah semalam kamu sudah setuju kalau kita akan pulang saat ini?"
"Itu semalam. Saya berubah pikiran, Saya dan kamu masih menginap di sini. Sesuai dengan rencana yang sudah aku siapkan sebelumnya."sahut Henderson.
Mince Norin menghela nafas panjang. bingung dengan sikap sang suami yang tiba-tiba saja berubah.
"Menginap di kamar ini, ngapain? membosankan, tahu Mas! gerutu Norin.
"Kamu bosan menatap wajah saya? pertanyaan itu lagi-lagi membuat Norin menggelengkan kepala.
Norin sangat kesal, padahal dirinya sudah begitu bersemangat untuk segera kembali ke rumah dan bertemu dengan Queen. Sehingga dia pagi-pagi sekali sudah segera membersihkan diri dan bersiap-siap untuk langsung pulang.
__ADS_1
Tiba-tiba saja dengan seenak jidatnya, Henderson membatalkan rencana kepulangan mereka. Membuat Norin benar-benar kesal terhadap sang suami.
"Kenapa?
"Mau protes?
"Norin menggelengkan kepala. "Aku bisa apa? mau protes juga tidak bisa. Jika Norin protes apa Mas akan terima? Tidak, kan ? Jadi untuk apa Norin protes lagi? nanti dikatain istri durhaka."Celetuk Nurin sambil kembali menghidupkan layar televisi yang ada di hadapannya.
"Kalau kamu ingin berbicara, seharusnya kamu berbicara melihat ke arah saya."gerutu Henderson yang melihat sang istri berbicara dengannya tapi netranya tetap menatap ke layar televisi.
"Salah lagi, salah lagi! Norin bergumam melihat tingkah sang suami yang begitu membingungkan.
"Mau kamu apa sih Mas? tanya Norin yang sudah mulai kesal terhadap suaminya. Henderson menyeringai tipis, menatap sang istri yang sudah mulai kesal atas sikap dan tingkah lakunya.
"Ini masih permulaan, karena kamu awalnya menolak perjodohan ini. Dan kamu sudah membuat mood Ku kesal saat motor kamu menghalangi mobilku."gumam Henderson karena dirinya berhasil membuat wanita yang sudah sangat menjadi istrinya itu kesal terhadapnya.
Henderson menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Saat sambungan telepon seluler itu tersambung, Nyonya Carlota langsung berbicara panjang lebar, yang meminta kepada Henderson agar tidak menunda-nunda Norin hamil. Karena nyonya Carlota menginginkan cucu yang terlahir dari rahim Norin, yang akan meramaikan rumah utama keluarga samera dan dapat menemani Queen.
Henderson menghela nafas panjang, mendengar ocehan Nyonya Carlota dari ujung telepon. "Pokoknya, Mama tidak ingin alasan. mama hanya menginginkan kalian segera menghadirkan cucu untuk Mami."ucap Nyonya Carlota di ujung telepon penuh dengan penekanan.
"Bagaimana mungkin istrinya akan hamil? tembus gawang saja pun belum, bahkan memulainya juga belum."gerutu Henderson di dalam hati.
Kini pria itu sedikit pusing dengan permintaan nyonya Carlota. Ibu kandung dari Henderson, kalau sudah nyonya Carlota yang berbicara, Henderson tidak bisa berkata-kata dan membantah permintaan nyonya Carlota.
Saat Henderson menerima sambungan telepon seluler dari nyonya carlota, Norin sekolah tidak peduli apa yang mereka bicarakan. Ia terlihat fokus berbalas chat dengan teman-temannya.
Tak lupa Norin juga mengingatkan Michael dan Ricky untuk tetap membuka bengkel dan selalu memanaskan motor CBR miliknya agar tetap awet.
Terlihat Norin tertawa sendiri, ketika membaca balasan balasan chat dari teman-temannya. Bahkan tak sedikit dari teman-temannya yang meminta dirinya, untuk segera bergabung lagi di club motor. padahal dirinya sudah menikah.
__ADS_1
Tak lupa Rizal juga mengirimkan pesan Whatsapp untuk Norin. Rizal mengirim pesan Whatsapp tidak melalui grup klub motor mereka. Ia sengaja mengirimkan pesan Whatsapp melalui chat pribadi. Agar Rizal dapat mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya, yang saat ini tercabik-cabik ketika mengetahui ternyata Norin sudah milik orang lain.
Padahal selama ini Rizal sudah sangat mengharapkan cintanya dibalas oleh Norin. Ya Norin juga sempat memiliki rasa terhadap Rizal. Tapi setelah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, yang tidak bisa ditolak oleh Norin membuat dirinya pun langsung menepis rasa itu terhadap Rizal.
Rizal juga lelaki yang sangat, Sama halnya seperti Ranger. Yang selalu siap membantu Norin saat Norin membutuhkan bantuan. Mereka selalu ada buat Norin di saat susah maupun senang. Norin merasa nyaman bersama dengan Rizal dan juga Ranger.
Sebenarnya kedua pria ini kakak beradik sepupu. Mereka yang merekrut Norin menjadi satu klub motor dengan mereka, sehingga Norin ikut bergabung dengan club motor Ranger Club.
Saat menerima sambungan telepon seluler dari nyonya carlota, sesekali Henderson mengalihkan pandangan kepada Norin. yang saat ini terkekeh sambil menutup mulutnya agar suaranya tidak pecah di telinga Henderson, dan suara tawanya tidak terdengar oleh seseorang yang menghubungi hendarson.
Norin berbalas pesan di grup plat motor itu, sampai terkekeh karena banyak dari teman-temannya berkomentar pedas dan juga gurauan di sana.
Ada yang merasa patah Hati, ada yang mengatakan selamat untuk Norin, ada yang mengejek karena Norin menikah dengan seorang duda. Dan mengatakan seolah-olah tidak ada pria muda yang bersedia menikah. ada juga yang menilai kalau Norin itu materialistis. Tanpa mengetahui apa yang sebenarnya alasan Norin bersedia menikah dengan pria dewasa seperti Henderson.
Tapi Norin biasa saja, Bahkan dia sampai saat membaca beberapa balasan pesan Whatsapp yang membanjiri grup WhatsApp mereka.
Terlihat Henderson kesal melihat sang istri tertawa lepas, saat berbalas pesan dengan entah sama siapa.
Padahal jika bersama dirinya, terlihat seperti kaku, tidak ada canda dan tawa di antara mereka. Tapi Henderson tidak menyadari apa alasannya, padahal seharusnya Henderson sendiri lah yang membuat Norin merasa nyaman dan juga merasa happy jika bersama dirinya.
Entahlah, Mau dibawa ke mana hubungan pernikahan seperti ini. Sang suami, meminta sang istri untuk tidak mengharapkan cintanya? Jadi untuk apa pernikahan dilakukan kalau sang istri tidak ingin mengharapkan cinta dari sang suami? Entahlah hanya Henderson yang mengetahuinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.
__ADS_1