PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 43. MULAI CEMBURU


__ADS_3

Sang manager benar-benar terkejut mendengar Henderson meminta kepada sang manajer untuk segera memecat Resti sebagai pelayan di restoran itu. Dan kemudian mengangkatnya menjadi seorang manager. Padahal dirinya sendiri yang selaku manager di sana.


" Tapi Tuan biasanya Tuan Morris yang sering memantau perkembangan restoran ini." ucap Sang manager kepada Henderson.


"Jangan membantah! lakukan perintah saya, Morris tidak akan sanggup lagi membagi waktunya. Karena dia juga harus memantau kantor cabang yang ada di tempat lain." ucap Henderson penuh dengan penegasan.


Lagi-lagi Norin tercengang mendengar sang manager menurut saja perintah dari Henderson. "Mas kamu ini apa-apaan sih, main pecat orang?" tanya Norin yang sama sekali tidak mengetahui Siapa pemilik resto dan mall tempat mereka berada saat ini.


"kami tenang saja sayang, Aku melakukan ini semua agar teman kamu mendapatkan jabatan yang terbaik untuknya."sahut Henderson.


"Baik Tuan, Terima kasih atas kepercayaan Tuan kepada saya, dan juga kepada Resti."ucap sang manager dengan mata berbinar ketika Henderson memutuskan mengangkat sang manager yang mengelola restoran. Sedangkan Resti diangkat menjadi pengganti dirinya.


Drama pemecatan itu telah usai, kini Resti resmi menjadi manager restoran itu. Dan yang sebelumnya menjabat sebagai manager kini diangkat Henderson menjadi pengelola restoran miliknya.


Henderson menilai, kalau Morris sudah terlalu kelelahan dan tidak memiliki waktu lagi untuk memantau perkembangan restoran. Karena dirinya disibukkan dengan urusan perusahaan kantor cabang yang baru dibuka.


Hal itulah membuat Henderson melakukan keputusan itu, kebetulan Ia juga mendapatkan laporan kalau sang manager memiliki kinerja yang bagus.


Apalagi setelah Henderson mendapat penuturan dari sang manager kalau Resti merupakan salah satu pelayan terbaik yang bekerja di restoran itu. Sehingga Henderson mempercayakan segala urusan restoran kepada mereka.


Norin dan Henderson berlalu dari dalam restoran. "Mas apa kita tidak sebaiknya langsung pulang ke rumah?


"Kenapa sih kamu ngebet banget pulang ke rumah? Apa kamu tidak ingin bersama saya? tanya pria yang ada di sampingnya.


"Bukan begitu Mas, tapi aku merindukan situasi rumah, merindukan Queen, bercanda gurau sama Papa dan Mama."ucap Norin membayangkan Bagaimana jika dirinya bercanda gurau dengan Tuan Samera dan nyonya carlota. Dia juga membayangkan betapa imutnya Queen yang dapat ia ajak bermain, untuk menghilangkan rasa bosannya.


"Kalau masalah Queen, kamu jangan khawatir ada baby sitter dan juga Mami yang menemani dan menjaganya.


"Kalau untuk bercanda gurau dengan Papi dan mami lebih baik kamu urungkan dulu deh. Pasalnya kita masih tinggal beberapa hari di sini."


"Memangnya mau ngapain Di Sini?


"Ya, bulan madu lah. terus mau ngapain lagi?

__ADS_1


"Bulan madu?


"Mas, orang yang melakukan bulan madu itu, orang yang menikah dengan rasa cinta. Bukan seperti kita, menikah karena perjodohan dan tidak memiliki rasa cinta sama sekali."


"Memangnya kamu sama sekali tidak memiliki rasa cinta kepada saya?"tanya Henderson penuh selidik.


Norin tidak langsung menjawab.


"Sekarang aku balikan pertanyaan kepada mas, Apakah mas memiliki rasa cinta kepada Norin? tentu tidak, bukan? Jadi untuk apa kita berlama-lama di sini. Cerocos Norin.


"Kok kamu bisa memvonis saya tidak memiliki rasa cinta kepada kamu?"


"Karena mas sendiri yang ngomong! Mas yang mengatakan saya tidak boleh mengharapkan cinta dari Mas, ya Norin juga menjaga hal itu, agar Norin tidak terlalu sakit nantinya. Jika pernikahan ini...."Norin sengaja tidak melanjutkan ucapannya.


"Jika pernikahan ini bagaimana maksud kamu? tanya Hendarson.


"Tidak apa-apa. Lebih baik kita langsung pulang saja ke hotel. Ini sudah hampir malam satu harian penuh kita berada di Mall ini keliling-keliling."ucap Norin sambil melangkah meninggalkan Henderson begitu saja.


Tanpa sengaja Norin menabrak seseorang, saat dirinya berjalan tidak fokus. Hingga barang belanjaan seseorang itu terjatuh ke lantai. Norin langsung membungkukkan badannya memungut barang belanjaan seseorang yang terjatuh di lantai akibat dirinya menabrak seorang pria.


"No problem! hei kamu pembalap Norin, kan? tanya pria tampan yang selama ini mengikuti akun sosial media milik Norin.


"Maaf Mas, kok mas mengetahui nama saya?


"Perkenalkan, nama saya Jonathan. Pemilik akun Jonathan@121." ucap Jonatan memperkenalkan diri.


"Oh maaf, ternyata kamu yang memiliki akun Jonathan@121 yang selalu memberikan komentar di setiap update status saya?" tanya Norin kepada sang pria itu.


"Iya Mbak. Saya soalnya ngefans banget sama Mbak. Bisa minta foto bareng ngak Mbak?


"Oh, boleh, silakan! ucap Norin sambil mendekatkan tubuhnya ke arah pria itu lalu pria itu menjepret beberapa kali foto selfie mereka melalui layar ponselnya.


Norin seolah lupa dengan kehadiran Henderson di sana. Henderson yang melihat interaksi Jonathan dengan Norin menatap mereka dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Ayo kita pulang!" pekik Henderson sambil langsung menarik tangan Norin saat Jonathan dan juga Norin bersalaman setelah mereka berfoto bersama.


"Maaf ya Jonathan, saya harus pulang dulu." ucap Norin sambil langsung melambaikan tangannya kepada Jonathan.


"Iya Mbak, Terimakasih sudah bersedia berfoto dengan saya. Saya tunggu lagi mbak balapan di arena ya" teriak Jonathan saat Norin sudah mulai menjauh darinya.


Norin membalikkan tubuhnya, kemudian mengembangkan senyumnya. Sementara Henderson terus menarik tangan Norin, agar menjauh dari pria itu.


"Mas apa-apaan sih! narik-narik tangan Norin, pelan-pelan kenapa? buru-buru banget sih!" gerutu Norin saat Henderson terus menarik tangannya berjalan meninggalkan area Mall.


Mereka pun langsung menuju parkiran, di mana mobil yang menjemput mereka sudah menunggu mereka. "Jalan Pak! perintah Henderson saat keduanya sudah duduk dengan nyaman di bangku penumpang.


"Maaf Tuan kita ke mana sekarang?"


"Ke hotel!" jawab Henderson singkat dengan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Norin.


"Senang sekali kamu ya, pecicilan dengan pria lain. Kamu belum sadar kalau kamu sudah menikah? tanya Henderson kesal.


"Mas, dia Jonathan. Dia sering sekali mengikuti akun sosial media milikku, dia juga senang balapan dan ia mengaku sering sekali menonton Norin saat Norin adu balap di arena balap."ucap Norin memberitahu.


"Dari teman biasa menjadi teman spesial. kalau dia tidak memiliki rasa sama kamu tidak mungkin dia mengikuti akun sosial media milikmu."ucap Henderson yang terlihat semakin kesal menatap sang istri.


"Mas, dia itu bukan siapa-siapa, Lagian untuk apa Mas cemburu?


"Kamu harus menjaga harga diri saya sebagai suami kamu. Apalagi kamu mengetahui Siapa suami kamu yang sebenarnya.


Norin hanya manggut-manggut, karena yang dikatakan oleh Henderson benar adanya. Dia tidak ingin membuat Henderson malu jika bertemu dengan rekan-rekan bisnisnya. Apalagi rekan-rekan bisnis Henderson sudah mengetahui kalau Norin merupakan istri Henderson.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.



__ADS_2