
Nyonya Anabella langsung meminta kepada suaminya untuk segera menghantarkan dirinya ke rumah sakit bertemu dengan Mince Norin setelah mendengar kabar kehamilan putrinya.
Tuan Dirgantara pun tidak menolak. Ia langsung bersiap untuk segera berangkat ke rumah sakit.
Setelah memastikan sang istri sudah duduk dengan nyaman dan menggunakan sabuk pengamannya, Ia pun langsung menghidupkan mesin mobil miliknya menuju rumah sakit di mana saat ini berada.
Selama lima belas menit di dalam perjalanan akhirnya Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella tiba di rumah sakit. Nyonya Anabella sudah mendapatkan informasi dari Henderson ruang rawat Inap putrinya berada di ruang VVIP ruangan pemilik Rumah Sakit.
Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella berjalan terburu-buru agar segera tiba di ruang rawat Inap putrinya. Meraka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mince Norin.
Nyonya Anabella membuka Knop pintu, lalu langsung berhamburan memeluk putrinya yang saat ini masih berbaring di atas Branker, di punggung tangannya tertancap jarum infus untuk menambah tenaga dan agar Norin dapat segera pulih kembali.
"Selamat ya, nak. Mama dan Papa sangat bahagia mendengar kabar kehamilan kamu. Mama sangat bersyukur sekali, akhirnya sebentar lagi cucu mama akan bertambah." ucap Nyonya Anabella sembari memeluk dan mengecup kening Norin.
Norin mengembangkan senyumnya kemudian nyonya anabella dan Tuan Dirgantara juga memberikan selamat kepada Henderson.
Nyonya Carlota pun mengembangkan senyumnya ketika melihat besannya sudah datang menghampiri sang menantu.
****
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 sore, Nyonya Carlota berpamitan untuk segera pulang, begitu juga dengan tuan Samera. Mereka pun berlalu meninggalkan ruang rawat inap Norin. Sementara Nyonya Anabella memilih masih ngobrol bersama dengan putrinya.
Henderson berjalan menghantarkan Nyonya carlota dengan Tuan Samera sampai ke depan rumah sakit, setelah mereka berpamitan kepada Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella.
Setelah tiba di depan rumah sakit, Henderson pun melambaikan tangannya kepada kedua orang tuanya saat mobil yang akan menghantarkan mereka pulang sudah menghampiri mereka.
Nyonya Carlota dan Tuan Samera berlalu meninggalkan rumah sakit, sementara Henderson membalikkan tubuhnya ingin berjalan kembali masuk ke ruang rawat inap.
Tetapi sebelum dirinya tiba di ruang rawat inap istrinya, ia melihat sosok yang tidak asing baginya. "Itu kan, Lina dan Devano, ngapain mereka di sini? gumam Henderson di dalam hati sembari memperhatikan pasangan suami istri itu.
Devano hendak kembali ke rumah setelah memeriksa kondisi kesuburan istrinya saat ini. Dan ternyata Lina tidak bermasalah di bagian reproduksinya.
__ADS_1
Henderson menghampiri keduanya. "Pak Devano di sini juga? tanya Henderson sembari memperhatikan Devano dan juga Lina yang baru keluar dari ruang dokter SpOG.
Lina menundukkan kepalanya sementara Devano mengembangkan senyumnya.
"Kami sedang konsultasi dengan dokter Dirga." sahut Devano jujur tanpa ada niatan sama sekali untuk membohongi mantan adik iparnya itu.
Henderson menganggukkan kepalanya.
"Pak Henderson sendiri ngapain di rumah sakit? Apakah ada keluarga yang sakit? tanya Devano penuh selidik.
Henderson mengembangkan senyumnya. "Istri saya yang sakit, tapi sakit cantik." sahut Henderson membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Tidak perlu kening mengerut seperti itu kakak ipar, Norin saat ini dirawat di sini, dia muntah-muntah dan jatuh pingsan. Dan ternyata dokter memeriksa kondisi kesehatannya, kalau saat ini Norin sedang hamil." ucap Henderson memberitahu membuat Lina spontan mengelus perutnya yang masih rata.
Devano memahami perasaan istrinya, tapi dia tidak dapat berbuat banyak, karena yang bermasalah di bagian reproduksi, dirinya sendiri.
"Ya sudah, salam untuk Mbak Norin iya Pak Hendarson." ucap Lina kepada Henderson.
"Kamu tidak apa-apa sayang? tanya Devano menatap wajah istrinya yang rautnya agak berbeda setelah Henderson memberitahu kalau saat ini Norin sedang hamil.
"Tidak apa-apa Mas, Lagian kita juga lagi usaha, mudah-mudahan usaha kita ini berhasil." sahut Luna sambil berusaha mengembangkan senyumnya agar suaminya tidak kecewa melihat raut wajahnya yang tampak tidak sabaran menanti buah hati mereka.
Dua hari dirawat di rumah sakit Kini Norin sudah diperbolehkan dokter untuk pulang. Tetapi saat ini Henderson lebih posesif kepada istrinya. Dia tidak membiarkan istrinya melakukan sesuatu hal yang dapat membahayakan janin yang ada di rahim sang istri.
Bahkan hendarson juga tidak memperbolehkan Norin pergi ke bengkel untuk sekedar memantau perkembangan bengkelnya. Dia meminta kepada Michael sendiri yang datang untuk memberitahu Bagaimana perkembangan bengkel milik Norin.
****
Dua bulan sudah berlalu, Devano dan Lina terus berusaha untuk melakukan pengobatan, berharap dengan cara terapi dan pengobatan yang mereka jalani atas anjuran dari dokter Dirga membuahkan hasil.
Ternyata usaha dan perjuangan mereka selama ini, membuahkan hasil setelah dokter Dirga memastikan kalau saat ini ternyata Lina sedang hamil satu bulan.
__ADS_1
Hal itu membuat Devano dan Lina bersorak kegirangan. Mereka tidak menyangka kalau mereka akan memiliki keturunan setelah tujuh Tahun lamanya penantian itu.
Ternyata yang mereka tunggu-tunggu selama ini Akhirnya datang juga. Devano juga meminta kepada Lina untuk terus menjaga janin yang ada di rahimnya. Bahkan Devano rela melakukan apa saja, tugas yang seharusnya dilakukan Lina di rumah, asalkan Lina merasa nyaman dan tidak kelelahan.
Devano belum memberitahu kepada nyonya Anjani, biar Nyonya Anjani melihat sendiri hasil kerja keras dan juga usaha mereka yang ingin memiliki keturunan.
Devano sengaja tidak memberitahu Nyonya, ia berharap janin yang ada di kandungan Lina lebih kuat dulu, baru diberitahu kepada Nyonya Anjani. Takutnya Nyonya Anjani menghina dan menyudutkan Lina lagi, yang mengganggu pikiran dan dapat berpengaruh buruk kepada janin Lina. Biarkan janin itu lebih kuat dulu, baru Devano dan Lina memberitahu kabar Bahagia itu kepada Nyonya Anjani.
****
Belakangan ini Ranger dan Rizal sama sekali tidak pernah mendengar kabar tentang Mince Norin. Karena semenjak kehamilannya Norin jarang sekali nimbrung di grup WhatsApp club motor mereka.
Bahkan Henderson meminta kepada Norin untuk hengkang dari club motor itu. Ia tidak menyetujui Norin kembali terjun ke dunia club motor.
Norin tidak bisa membantah, karena apa yang dikatakan suaminya benar adanya. Dia harus lebih mengurus rumah tangganya dibandingkan dengan urusan klub motor yang dulunya sering ia geluti.
Saat ini Norin disibukkan dengan merawat Queen yang saat ini semakin aktif. Bahkan terkadang Norin kelelahan ketika bermain dengan Queen. Queen semakin pintar berceloteh bahkan meminta kepada Norin untuk segera membawa adik untuknya.
Membuat Norin mengembangkan senyumnya. Ia pun pelan-pelan memberitahu kepada Queen kalau saat ini Queen akan segera memiliki seorang adik yang ada di perutnya.
Terkadang celotehan Queen membuat Norin tertawa terbahak-bahak. Ia begitu bahagia melihat putrinya yang bergerak aktif berjalan sana berjalan ke sini. Sehingga sang Baby sitter pun sedikit kewalahan untuk menjaganya.
Untung saja Queen anak yang pintar dan tidak terlalu rewel. Sehingga sang babysitter pun begitu sabar untuk menjaga dan merawat Queen selama ini, dibantu oleh Norin dan juga nyonya Carlota.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"
__ADS_1