
Norin berusaha meraih ponsel miliknya yang berada di tangan Henderson. Padahal sebelumnya, dia sudah berjanji kepada teman-teman klub motornya mereka ada adu balap sore ini.
Henderson senyum sinis menatap isi chat yang ia curigai kalau yang mengirimkan pesan Whatsapp itu, seorang pria yang menaruh rasa terhadap Norin.
Norin langsung menarik ponsel miliknya saat Henderson membaca isi chat itu.
"Ini ponsel saya, dan privasi tidak boleh sembarangan orang membukanya."ucap Norin dengan nada Ketus.
"Ya sudah, Fitting bajunya Telah usai, Aku ingin pulang sekarang." ucapnya tetapi sembari mengirimkan pesan Whatsapp untuk Michael agar mengantarkan motor miliknya ke butik, Di mana dia berada saat ini bersama Henderson.
Ya, Mikael dan Ricky sengaja menutup bengkel lebih awal hari ini. Karena Michael dan Ricky ingin menyaksikan Norin Adu balap dengan club motor lain.
"Bro, Norin mengirimkan pesan kalau kita membawa motornya saja langsung ke butik tempat dia saat ini berada. Lebih baik kita langsung ke sana saja, daripada telat Adu balap nanti. Sayang kan, princess Norin tidak mengikuti balapan itu? padahal kita sudah mengetahui bagaimana kemampuan Norin dalam adu balap antar club motor.
Lumayanlah kepercik kita nanti kalau Norin menang. Aku doain Norin sering menang deh, soalnya dia tidak pernah pelit orangnya. Norin selalu bagi-bagi hadiah kemenangannya kepada kita kita. Bukan hanya kepada kita aja, tapi juga kepada anak-anak jalanan yang kurang beruntung.
"Sudah, tidak perlu Banyak cakap, kita langsung berangkat saja." ujar Michael kepada Ricky yang baru selesai beres-beres lalu mengunci bengkel itu.
Setelah memastikan semuanya sudah terkunci rapat, Michael dan Ricky berlalu meninggalkan bengkel menuju butik di mana Norin saat ini berada.
Sedangkan Henderson meminta kepada Norin untuk segera naik ke dalam mobil. Tapi Norin meminta kepada Henderson, untuk meninggalkannya saja di sana, karena Mikael dan Ricky belum tiba juga.
__ADS_1
Henderson bersikeras agar Norin segera naik, tapi lagi-lagi Norin menolak. Membuat Morris menggelengkan kepala, bingung hubungan apa yang dimiliki oleh sang Tuan dengan wanita berparas cantik itu.
Tiba-tiba dua unit motor CBR tiba di halaman butik,mengalihkan atensi Henderson dan Morris yang berusaha mengajak Norin untuk pulang bersama mereka.
"Hai princess, Apa kamu sudah lama menunggu?"tanya Ricky dengan nada suara khasnya yang cempreng.
"Kalian lama banget, sih?"Aku tidak ingin telat. Aku butuh uang ini. Doakan aku agar aku menang."ucap Norin sambil langsung meraih helm yang diberikan oleh Ricky kepadanya.
"Sudah, Tuan Henderson yang terhormat, Tuan pulang saja. Sudah ada Mikael dan Ricky yang akan mengantarku pulang. Lagian kami masih ada acara."ucap Norin sambil langsung naik ke atas motor CBR miliknya.
"Kita datang ke sini bareng, kamu juga akan saya antar pulang langsung. Apa kata Om Dirgantara dan Tante Anabella nanti aku membiarkanmu pergi begitu saja."
Henderson mengeram kesal. Ia langsung meminta Morris melajukan mobil miliknya mengikuti motor yang di kendarai Norin.
Merasa dirinya di abaikan dan tidak dihargai Norin, ia bertekad ingin mengikuti Norin kemanapun pergi.
Motor Norin dan Michael tiba di lokasi dimana biasa tempat Norin dengan club motornya nongkrong bareng. Dan adu balap bersama dengan club motor lain yang akan adu balapan sana.
"Ngapain dia disini? bukan kah ini kumpulan club motor?" tanya Henderson kepada Morris yang baru tiba juga disana.
Tetapi mereka memilih menghentikan mobilnya agak jauh dari Norin dan teman temannya. Agar Norin tidak mengetahui kalau Henderson mengikutinya sampai ketempat tongkrongannya.
__ADS_1
Kini saatnya adu balap antar club di adakan. sorakan para pendukung club masing masing sudah hiruk pikuk disana.
Henderson terhenyak melihat Norin salah satu kandidat yang ikut serta dari club mereka.
"Ini saya tidak salah lihat Tuan? Wanita yang akan menjadi ibu sambung Nona muda Queen ikut adu balap." celetuk Morris yang dibalas tatapan tajam dari Henderson.
"Bagaimana Tuan, apakah kita menunggu sampai Non Norin selesai adu balap?"
"Ya, aku ingin memastikan keselamatannya. Aku tidak ingin di omel Sama papa jika papa tau Norin pulang sendiri dan tidak saya antar.
"Tapi Tuan, lebih baik kita duduk di cafe itu, dari sana kita dapat menyaksikan Non Norin adu balap." ujar Morris memberikan pendapat kepada Henderson.
"Tidak apa apa disini saja. Nanti jika kita kesana bisa bisa wanita bar-bar itu, melihat kehadiran kita disana. Dan dia akan besar kepala nanti." ucap Henderson yang dibalas anggukan dari Morris.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.
__ADS_1