PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 33. AKAD NIKAH


__ADS_3

"Lihatlah, menantu Papa cantik, kan?"bisik Tuan Samera tepat di telinga Henderson, saat Norin sudah tiba di sana. Dan Norin juga sudah dipersilakan oleh Pak penghulu duduk di samping Henderson.


Henderson tidak menjawab, ia hanya menatap calon istrinya itu. Yang baru duduk di sampingnya.


"Karena mempelai wanitanya sudah ada di sini, Bagaimana apa akad nikahnya sudah bisa kita mulai?"tanya Pak penghulu kepada para kerabat dan tetangga yang diundang datang menghadiri acara akad nikah Norin dan juga Henderson.


"Sudah, Pak penghulu! lebih baik acara akad nikahnya dilangsungkan. Karena Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang."ucap beberapa tamu undangan dan kerabat yang hadir di sana.


"Baiklah kalau begitu, acara akad nikah kita mulai."ucapan penghulu.


"Saudara Henderson Bin Samera. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Mince Norin binti Dirgantara dengan seperangkat alat sholat dan 250 gram emas murni dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Mince Norin binti Dirgantara dengan mas kawin tersebut tunai."dengan satu tarikan nafas Henderson mengucapkan ijab kabulnya.


"Bagaimana para saksi?


"Sah?


"Sah!"


"Sah!"


Jawab para saksi yang turut hadir di sana. Kemudian semua yang hadir di sana memanjatkan doa agar Norin dan Henderson menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warohmah.


Kini Henderson dan Norin resmi menjadi suami istri. Henderson memasang cincin pernikahan di jari manis Norin, lalu ia memberikan kecupan hangat di kening Norin.


Norin juga melakukan hal yang sama, iya memasangkan cincin pernikahan mereka di jari manis Henderson. lalu mencium punggung tangan suaminya yang baru beberapa menit yang lalu sah mereka menjadi suami istri.


Nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara mengembangkan senyumnya. Saat ini mereka sudah memiliki seorang menantu. Walaupun Norin anak angkat mereka, nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara sudah menganggapnya sebagai Putri kandung mereka.


Tak ada senyuman di raut wajah Norin, entah apa yang ada di dalam pikiran wanita itu, yang saat ini menjadi Nyonya Henderson.


Nyonya Anjani yang turut hadir menyaksikan akad nikah itu pun meneteskan air matanya. teringat saat Henderson mengucapkan ijab kabul saat menikah dengan putrinya Mauren.


Tapi Nyonya Anjani tidak dapat berbuat apa-apa. Karena bagaimanapun Henderson membutuhkan pendamping hidup, dan ibu sambung untuk cucunya Queen.


Nyonya Anjani pun tidak bisa egois, Henderson juga berhak Bahagia.


Setelah acara akad nikah telah usai dilaksanakan, Norin mengingat mengira acara Telah usai. Hingga ia hendak masuk ke kamarnya berniat untuk mengganti pakaian yang ia gunakan.


Karena sebelumnya, Norin meminta acara pernikahannya dilakukan secara sederhana. dan itu dilakukan hanya akad nikah saja dan makan keluarga.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Henderson menarik tangan sang istri.


"Kamu mau kemana? tanya hendarson pernah selidik kepada sang istri.


"Mau ke kamar, ganti baju gak nyaman pakai baju beginian."sahutnya dengan enteng.


"Ngapain kamu ganti baju sekarang? acaranya belum selesai."ucap Henderson


"Bukankah acara akad nikahnya Telah usai? Terus apa lagi? Kan aku sudah meminta kepada Mami dan papi, agar acaranya dilaksanakan secara sederhana saja."ucap Norin.


Tuan Samera datang menghampiri keduanya.


"Iya, sayang. Kita memang melakukan acara hanya sederhana saja, tapi tidak mungkin juga kita tidak makan-makan, bukan? acara makannya diadakan di tempat lain.Jadi ayolah jangan menolak."ujar tuan Samera dengan lembut, sengaja tidak memberitahu Kalau acara resepsi juga akan diadakan di salah satu ballroom hotel ternama di kota ini Hotel milik keluarga Samera sendiri.


Kalau sudah Tuan Samera yang berbicara, Norin tidak bisa menolak. Ia pun akhirnya naik ke dalam mobil pengantin yang sudah di desain sedemikian rupa.


Di dalam mobil, hanya ada Norin dan juga Henderson. Sedangkan yang menyetir sang asisten Henderson yang paling setia yang tak lain dan tak bukan adalah Morris.


Iring-iringan mobil pengantin pun mengikuti mereka. Hingga akhirnya mereka pun tiba di lokasi diadakannya resepsi.


Morris membuka pintu mobil untuk kedua mempelai, Henderson menggandeng tangan Norin berjalan memasuki ruangan ballroom yang sudah dipersiapkan oleh Tuan samera dan Nyonya carlota.


" Tuan Henderson yang terhormat, Apakah kita tidak salah tempat?


"Tidak."sahut Henderson singkat


"Masalahnya, tempat ini begitu megah dan sepertinya Tamu undangannya pun tamu-tamu terhormat."ucap Norin yang belum mengetahui rencana Tuan Samera dan Nyonya Carlota dan dia juga tidak mengetahui kalau Hotel itu milik keluarga Samera.


"Sudah tidak perlu berkomentar, tidak mungkin aku membawa kamu ke tempat yang salah. Saya Henderson Samera, semua orang juga mengetahui siapa saya di seluruh penjuru negara ini."ucap Henderson sedikit menyombongkan diri.


Norin memicingkan matanya, mendengar suaminya yang sedikit menyombong.


Tuan Samera, Nyonya Carlota, Tuan Dirgantara, Nyonya Anabella Dan juga Alan sudah tiba disana. Mereka menyambut para tamu undangan dengan antusias.


Sementara salah satu tim WO yang mengatur acara resepsi pernikahan Henderson dengan Norin pun, memandu Henderson dan Norin naik ke atas pelaminan.


"Ini namanya bukan Makan sederhana, tetapi acara resepsi yang begitu mewah dan megah."ucapkan menggerutu.


Henderson hanya mengembangkan senyumnya, menatap sang istri yang terlihat gelisah. Karena para tamu undangan dari kalangan menengah ke atas sudah pada hadir disana.


Norin mengetik pesan singkat lalu ia kirimkan kepada sahabatnya Michael dan Ricky. Untuk menghadiri acara resepsinya, tak lupa dia juga menu share lokasi acara resepsinya saat ini.

__ADS_1


Karena ia tidak ingin, para teman-temannya akan komplain jika mengetahui acara pernikahannya yang sebenarnya dilaksanakan secara mewah dan megah.


Tak lupa Norin juga meminta Michael dan Ricky untuk mengundang teman-teman klub motor mereka. Agar turut hadir menghadiri acara resepsi pernikahannya.


Sebelumnya Norin memang tidak mengundang teman-temannya. Karena sesuai dengan permintaannya, acara dilaksanakan secara sederhana. Tetapi kalau sudah begini bukan sederhana namanya bahkan lebih dari mewah.


"Chat sama siapa?"tanya Henderson penuh selidik.


"Tidak, sama siapa-siapa."


"Tuh, kamu barusan ngirim pesan Whatsapp. Kamu ngirim pesan kepada laki-laki yang menaruh rasa itu sama kamu?


"Tidak, memangnya siapa yang menaruh rasa kepadaku?"


"Tak, usah bohong!"


"Tidak, aku hanya mengirimkan pesan kepada teman-teman satu klub motor denganku, agar mereka datang menghadiri pesta ini.


"Sebelumnya aku tidak mengundang mereka? karena aku tidak mengetahui acara pernikahannya diadakan istimewa ini."


"Beneran?


"Iya, nggak percaya amat, sih?


"Sini, ponselmu!"ucap Henderson sambil langsung menarik ponsel milik Norin dari tangannya.


Ternyata memang benar, Norin hanya mengirimkan pesan Whatsapp kepada grup klub motornya, agar menghadiri pesta resepsi mereka. Membuat Henderson mengembangkan senyumnya menatap sang istri yang sudah memanyunkan bibirnya, karena ponselnya direbut Henderson secara paksa.


Tetapi, tepat ponsel itu di tangan Henderson, pesan Whatsapp kembali masuk ke layar ponsel milik Norin.


Mata Henderson membulat, saat melihat pesan WhatsApp yang masuk itu dari seseorang yang menaruh rasa terhadap Norin.


"Kamu tega sekali, Mengapa kamu tega meninggalkanku sayang, kamu lebih memilih menikah dengan seorang duda dibandingkan diriku. Apakah karena pria itu lebih kaya? sehingga kamu lebih memilih menikah dengan dia. Apa kurangnya aku dibandingkan pria itu sayang, kamu sudah sangat mengetahui kalau aku sangat sayang dan cinta sama kamu."pesan Whatsapp Itu yang terbaca oleh Henderson dari nomor seorang laki-laki yang menaruh rasa kepada Norin sang istri. Sambil dibarengi dengan emoticon menangis.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.

__ADS_1


__ADS_2