PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 39. TAK INGIN JADI JANDA MUDA


__ADS_3

"Ya sudah, aku doakan kamu dan suami kamu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Kamu jangan sungkan-sungkan Jika kamu membutuhkan bantuan dariku. tanganku akan selalu terbuka untuk membantumu. Karena kamu tetap Norin sang Ranger." ucap Ranger di ujung telepon. kemudian mereka menyudahi pembicaraan mereka di dalam sambungan telepon seluler.


Norin sama sekali tidak menyadari, kalau sebenarnya Henderson sudah Mendengar pembicaraan Norin dengan Ranger. Tapi Henderson sengaja diam saja, saat dirinya keluar dari kamar mandi setelah menggosok giginya, ia hanya berdiri saja mendengar apa yang dibicarakan sang istri dengan seseorang di ujung telepon.


"Telepon dari siapa?" tanya Henderson pura-pura tidak mengetahui dengan siapa Norin berbicara. Padahal di dalam sambungan telepon seluler tadi Norin menyebut-nyebut nama Ranger.


"Oh, bukan siapa-siapa, Ranger yang menghubungiku." sahut Norin jujur tanpa ada niatan membohongi sang suami.


"Ngomong apa dia malam malam begini menghubungi istri orang?" tanya Henderson karena Henderson tidak mengetahui update status di aplikasi biru milik Norin.


"Tidak ada, biasalah untuk membicarakan siapa yang akan adu balap kedepannya. karena aku juga tidak mungkin, menjadi perwakilan klub motor kami lagi." jawab Norin kali ini dirinya berbohong.


"Beneran membicarakan hal itu?


Norin tidak langsung menjawab. Ia menghela nafas panjang. Kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Kenapa mata kamu merah?


"Kamu habis menangis?"


"Oh tidak! mataku tadi kelilipan." sahut Norin tentunya berbohong. Karena ia tidak ingin suaminya mengetahui, apa yang ada di dalam isi hatinya saat ini.


"Astaga, dia masih bisa menutupi segalanya dariku. Bahkan dia juga tidak ingin memberitahu, alasannya mengapa dia menerima perjodohan ini.


"Oh iya, tadi mau ngomong apa?" sehingga tidak membiarkan Norin istirahat."tanya Norin kepada Henderson. Henderson menggelengkan kepalanya, karena ia ingin mengetahui Apa alasan Norin menerima perjodohan itu.


Tapi ternyata dia sudah mendengarnya langsung saat Norin berbicara di dalam sambungan telepon. Dan sepertinya itu jawabannya Jujur dari Norin dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Henderson pun tidak ingin mempertanyakan itu lagi kepada istrinya. Ia baru mengetahui kalau Norin Sebenarnya bukan Putri kandung dari tuan Dirgantara dan nyonya Anabella.

__ADS_1


Selama ini Henderson mengetahui kalau Norin itu Putri kandung Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella. Dia baru mengetahui sebenarnya kalau Norin itu adalah anak yang diangkat oleh Tuan Dirgantara dari panti asuhan saat Norin berbicara dalam sambungan telepon yang entah sama siapa.


Berbeda dengan Tuan Samera yang sudah mengetahuinya dari awal. Tapi sepertinya begi Tuan Samera tidak mempermasalahkan siapa sosok jati diri Norin.


Kata hati Tuan Samera mengatakan kalau hanya Norin yang cocok dan pantas untuk ibu sambung Queen, pendamping hidup Putra tunggalnya Hendarson. Walaupun dia sudah mengetahui kalau Norin itu bukan Putri kandung Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella.


"Oh iya, aku sudah lupa apa yang ingin aku bicarakan kepadamu. Lebih baik kamu istirahat aja deh besok kita akan pulang."ucap Henderson kepada Norin. Padahal rencananya Mereka ingin menginap beberapa hari di hotel.


Tapi setelah mendengar semua alasan Norin mengapa ia bersedia menikah dengan Henderson, bukan karena cinta, tetapi karena unsur dirinya membalas kebaikan Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella terhadapnya.


Entahlah Bagaimana nasib pernikahan mereka kelak. Mereka sama-sama tidak memiliki rasa sama sekali. Bahkan Henderson selalu meminta kepada Norin agar tidak pernah mengharapkan cintanya. Karena cinta Norin hanyalah untuk Maureen almarhumah istrinya.


Norin tidak mempermasalahkan hal itu, karena dirinya juga tidak memiliki rasa apa-apa terhadap Henderson. Ia hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang anak menuruti orang tua.


"Baiklah kalau begitu kamu istirahat saja." ujar Henderson.


"Seharusnya yang harus istirahat itu anda, karena anda sama sekali belum ada istirahat mulai acara resepsi itu usai dilaksanakan. Jadi lebih baik anda istirahat, agar besok pagi anda bisa mengantarkan saya pulang ke rumah.


Malam sudah berganti, pagi matahari pun sudah mulai terbit di ufuk timur. Norin sudah siap membersihkan diri berniat untuk segera kembali ke rumah. Bosan rasanya di dalam kamar hotel tanpa melakukan aktivitas apa-apa. Apalagi sepertinya Henderson dan Norin masih terasa kaku, Padahal mereka berdua suami istri.


Norin mendudukkan bokongnya di sofa setelah ia membersihkan diri dan berpakaian yang sudah rapi, penampilannya sudah terlihat indah dipandang mata. Bahkan setiap orang yang melihatnya akan terpesona.


Ia menghidupkan layar televisi yang disediakan oleh pihak hotel dikamar, mencoba mencari siaran televisi kesayangannya.


Tapi sepertinya drama yang sering ia ikuti, hari ini tidak tayang. Membuat Norin berdesah kesal, Ia Pun kembali memencet remote TV lalu mencari saluran televisi lain.


Hingga terlihat pemberitahuan gosip yang beredar di dunia maya, melalui siaran salah satu program di televisi swasta, yang mengatakan kalau rumah tangga artis favoritnya di ujung tanduk. Karena akan bercerai, Hal itu membuat Norin mengelus dada.


Membayangkan Bagaimana nasib pernikahannya. Secara diantara kedua pihak-pihak tidak ada yang mencintai satu sama lain.

__ADS_1


"Astaga! Aku tidak ingin menjadi janda di usia yang masih muda. Aku ingin menikah sekali seumur hidup. Tapi sepertinya itu tidak akan bisa, Bagaimana mungkin aku menikah sekali seumur hidup, sementara suamiku sendiri sama sekali tidak mencintaiku,"


Kalau saja suamiku mencintai aku walaupun sedikit saja, aku pasti akan berusaha untuk membuka hatiku menerimanya di dalam lubuk hatiku ini.Tapi sayangnya, sepertinya aku tidak bisa mengharapkan cinta darinya."


Seperti apa yang terucap dari mulut suaminya beberapa hari sebelum pernikahan itu terlaksana. Membuat Norin menjadi pesimis, tidak akan mendapatkan cinta dari sang suami.


Tapi, Mengapa mereka sampai bercerai padahal awalnya mereka sama-sama saling mencintai?" gumam Norin di dalam hati sambil matanya tetap melotot ke arah layar televisi, yang memberitakan kalau artis kesayangannya menggugat cerai sang suami atas perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya.


Zaman sekarang memang sudah zaman edan. Banyak umat manusia yang sama sekali tidak takut lagi akan Azab Allah. Karena mereka lebih menikmati, kenikmatan duniawi daripada surgawi.


Norin masih terus menonton siaran televisi, ia sesekali membayangkan jika dirinya harus berpisah dengan sang suami. Karena sang suami memilih wanita lain dibandingkan dirinya.


Tiba-tiba Henderson bergeliat lalu terbangun dari tidurnya. Henderson mengucek kedua kelopak matanya. Netranya menangkap sosok istri yang sedang duduk di sofa sambil matanya melotot ke arah televisi.


Henderson perlahan turun dari atas Ranjang, kemudian dengan langkah cepat ia menuju kamar mandi. Karena Henderson merasa kebelet ingin membuang hajatnya.


Henderson pun kemudian langsung membersihkan diri, setelah melakukan ritual mandinya, Henderson pun meraih pakaiannya yang berada di paper bag.


Ia pun langsung menggunakannya, tanpa meminta Norin yang menyediakannya terlebih dahulu.


"Kamu kok sudah siap?


"Sudah, ngapain lama-lama. Lagian, aku sudah tidak sabar ingin langsung pulang kerumah. Rindu sama Queen my princess." sahut Norin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.



__ADS_2