PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 45. NONTON DRAMA ROMANTIS


__ADS_3

Malam hari telah tiba, Norin sudah selesai melakukan ritual mandinya. Ia Pun menggunakan baju tidur yang mereka beli di mall siang tadi.


Sementara sang suami masih duduk di balkon dengan mengepulkan asap rokok yang ia hisap. Tampak Norin melihat asap mengepul dari arah balkon, setelah dirinya menatap penampilannya sudah tampak rapi.


Norin keluar menemui sang suami yang duduk di balkon sambil menghisap rokok. sesekali sang suami menyeruput alkohol berskala rendah yang ada di meja kecil di balkon.


Norin menggelengkan kepalanya menatap sang suami menghisap dan meminum barang haram itu.


Saat ini Norin sudah tampak kesal, ketika Henderson kembali meraih minuman alkohol yang ada di meja, Norin langsung menariknya dari tangan Henderson.


Kemudian ia langsung membuangnya, bahkan minuman yang ada di botol itu pun ia buang begitu saja ke tong sampah. Rokok yang akan Hendarson hisap juga ia patah-patahkan. Tak ada rasa takut sedikitpun kepada Henderson.


"Apa yang kamu lakukan! ucap Henderson dengan nada datar


"Seharusnya aku yang bertanya kepada Mas! apa yang Mas lakukan? Mengapa Mas melakukan hal ini. Ingat Mas, itu tidak baik untuk kesehatan Mas.


"Apa yang harus kulakukan di sini sekarang? istriku lebih memilih curhat dan cerita dengan pria lain daripada aku suaminya. Bahkan mengupdate status yang entah apa saja yang kau update yang dibanjiri ribuan komentar."ucap Henderson yang mampu membuat Norin membulatkan matanya tiba-tiba ia teringat dengan update status miliknya yang ia buat di akun sosial biru miliknya.


Mas, Jangan pernah menyalahkan Norin dengan sepihak. Tanyakan dalam hatimu Apakah kamu menerima pernikahan ini atau tidak! ingat Mas, semuanya butuh proses tidak mudah bagi Norin menerima pernikahan ini.


Norin harus mengubur dalam-dalam impian Norin yang ingin melanjutkan pendidikan hingga S2. Apakah Mas pernah memahami apa yang ada di dalam hati Norin? tidak kan! aku mohon Mas, kalau memang ada beban pikiran Mas, jangan larinya meminum alkohol. Lebih baik kita bicarakan baik-baik." ujar Norin sambil memegang tangan sang suami.


Norin memberanikan diri menatap wajah sang suami yang sudah memerah. Yang entah Sudah berapa gelas ia minum alkohol.


Norin menarik tangan Henderson masuk ke dalam kamar,karena hari sudah semakin malam, suasana semakin dingin apalagi saat ini hujan lebat turun di luar.


"Sudahlah mas, tidak perlu terlalu dipikirkan. kita jalani aja dulu. Mungkin Mas belum bisa melupakan almarhumah Kak Mauren, tapi Mas juga harus memikirkan masa depan Mas dengan Queen."ujar Norin sambil langsung menggandeng tangan Henderson masuk ke dalam kamar.


"Sudah pukul sembilan malam, lebih baik Mas mandi, habis itu langsung istirahat."ujar Norin sambil langsung mempersiapkan baju ganti untuk suaminya yang baru saja mereka beli bersama di mall.


Henderson tidak menjawab, ia langsung berdiri berjalan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Ketika sang suami, membersihkan diri di dalam kamar mandi, Norin memilih untuk memberikan tubuhnya di atas ranjang yang berukuran king size itu.


Kali ini Norin ingin membiarkan sang suami berbaring di sampingnya. Karena bagaimanapun ia tidak bisa memungkiri kalau dirinya harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Norin memilih menonton drama Korea kesukaannya di layar ponselnya. Drama romantis yang ia tonton kali ini, biasanya ia menonton drama action.


Tapi entah mengapa dia kali ini memilih drama romantis. Tanpa ia sadari karena terlalu asik dan terbawa suasana drama Korea romantis itu, ia tidak mengetahui kalau Henderson sudah berdiri di samping ranjang dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.


Norin tidak memperhatikan sang suami sama sekali. Henderson mengintip Apa yang dilakukan oleh istrinya di layar ponselnya. sangking terlalu fokus, ia tidak mengetahui kehadiran Henderson di sana.


Henderson tersenyum tipis, ketika melihat sang istri sedang menikmati drama Korea romantis di layar ponselnya. Kemudian Henderson berdehem.


" Ehem ... Henderson berdehem mengagetkan Norin.


"Astagfirullah! Mas! ngapain Belum pakai baju."gerutu Norin sambil menutup matanya dengan telapak tangannya, ia meletakkan ponselnya di atas tempat tidur.


"Ngapain kamu seperti itu?


Henderson tersenyum tipis melihat tingkah sang istri.


"ada-ada saja kamu, saya ini suami kamu. kamu harus terbiasa melihat penampilanku seperti ini.


"Mas...." cepetan pakai bajunya sebelum Norin gagal fokus."gerutu Norin.


Henderson menyeringai tipis, ia berniat untuk mengerjai sang istri.


"Apa yang ada di tubuhku ini semuanya hak kamu. Dan apa yang ada di tubuhmu itu hak suami kamu ini. Ngapain kamu terlalu lebay seperti itu? ucap Henderson.


"Mas, aku lagi nonton drama Korea, Aku tidak ingin melewatkan drama Korea ini sedikitpun dengan tingkah Mas yang begituan."


"Memangnya siapa yang melarang kamu menonton drama Korea kesayanganmu itu, atau kamu ingin romantis-romantisan seperti drama Korea yang kamu tonton?" ucap Henderson sambil langsung naik ke atas tempat tidur. Padahal dirinya masih hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.

__ADS_1


Ia sengaja melakukan itu, berniat ingin mengerjai sang istri.


"Mas ngapain naik ke sini? pakai baju dulu sana! titah Norin, Henderson tidak mengindahkan omongan sang istri. Ia memilih untuk ikut menonton drama Korea bersama istrinya. Membuat Norin merasa tidak nyaman menonton drama Korea itu.


Norin bangkit dari atas tempat tidur, lalu ia pun mengambil baju sang suami yang sudah ia siapkan sebelumnya yang tak kunjung dipakai oleh Henderson.


"Mas, bajunya sudah aku siapin sedari tadi dan aku letak di sini. Tapi mengapa Mas tak kunjung memakainya?" ucap Andini sambil memberikan pakaian ganti untuk Henderson.


"Untuk apa aku memakai baju ganti."celetuk sambil menyeringai tipis. Norin yang tidak terima begitu saja langsung menarik tangan sang suami.


Membuat Henderson pun mau tidak mau ikut berdiri turun dari atas ranjang. Tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi. Handuk yang dililitkan Henderson di pinggangnya terjatuh, hingga memperlihatkan seluruh anggota tubuh Henderson.


Hal itu membuat Norin langsung menjerit menutup kedua matanya dengan menggunakan telapak tangannya.


Dengan santainya, Henderson tidak langsung menutup anggota tubuhnya yang paling sensitif. Dia malah membiarkannya begitu saja dan meraih tangan Norin yang menutup kedua kelopak matanya.


"Mas, kamu ini apa-apaan! cepat pakai bajunya? bukan malah mengambil handuk yang terjatuh malah menarik tangan Norin.


Norin melihat anggota tubuh Henderson yang terlihat tanpa sehelai benang pun. Pertama ia menatap dada bidang suaminya dan perut yang berbentuk roti sobek itu membuat Norin semakin terpesona. lalu netranya beralih kebagian bawah perutnya membuat Norin pun kembali menjerit.


Henderson berhasil mengerjai istrinya. Ia pun langsung mendudukkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik tangan sang istri hingga terjatuh ke pangkuannya.


"Mas lepasin, itu ular piton sudah mulai menegang!"ucap Norin berusaha melepaskan tangannya dari genggaman sang suami.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.

__ADS_1


__ADS_2