PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 66. BABY ARMAGAN


__ADS_3

"Ayo ejan terus Satu....dua....tiga"Norin dipandu oleh dokter untuk mengejan tapi belum juga berhasil. Hal itu membuat Norin kekurangan tenaga.


"Ayo Sayang, Kamu pasti bisa. Kamu wanitaku yang paling kuat dan Mami the best untuk putra-putri kita." ucap Henderson untuk menyemangati Norin sambil mengecup kening Norin.


Norin kembali bersemangat untuk mengejan agar bayinya segera lahir.


"Satu.... Dua.... tiga" dokter kembali memandu Norin mengejan sampai beberapa kali dokter memandu mengejan. Tetapi, belum juga lahir.


"Nyonya harus kuat, kepala bayinya sudah kelihatan. Kasihan bayinya terjepit, Nyonya jangan setengah-setengah. Mengejannya dengan nafas panjang." ujar dokter memberitahu triknya mengejan agar segera berhasil.


Norin pun melakukan instruksi dari dokter dan suster. khirnya perjuangan Norin tidak sia-sia.


"Oek.... oek.... oek tangas bayi laki-laki terdengar jelas di telinga Henderson membuat Henderson sangat bahagia akan kehadiran putranya.


"Selamat ya, Pak. bayi anda laki-laki."ucap dokter memberitahu kalau bayi Norin berjenis kelamin laki-laki.


"Terimakasih Dokter, Terima kasih suster kalian sudah membantu persalinan istri saya." ucap Henderson berterima kasih kepada suster dan dokter yang membantu persalinan Norin.


"Sama-sama Tuan, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kami." sahut sang dokter yang menangani persalinan.


Setelah membereskan persalinan, saatnya Norin dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang berada di rumah sakit.


"Sayang, Terimakasih kamu sudah memberikan kado terindah buat Mas." ucap Henderson sambil mengecup kening Norin.


"Sama-sama Mas." sahut Norin sambil berusaha mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Oh iya Mas, Putri kita Queen dimana?" tanya Norin kepada sang suami mencari keberadaan Queen.


"Queen berada di rumah bersama baby sitter." jawab Henderson.


"Mas, suruh datang saja ke rumah sakit. Dia pasti mencariku." ujar Norin.


"Iya sayang, nanti ya. Karena kamu masih berada di ruang bersalin. Nanti setelah dipindahkan ke ruang VVIP, nanti mas akan menghubungi Bibi untuk menghantarkan Queen datang ke sini." ucap Henderson.


Sementara di tempat lain, Nyonya Anabella yang sudah mendapat ikan informasi dari Tuan Samera bawah putrinya sudah melahirkan, nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara langsung menuju rumah sakit tempat Norin bersalin.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara tiba di rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang VVIP.


Tuan Samera dan nyonya Carlota yang sudah berada di ruang VVIP, setelah Norin dipindahkan.


"Selamat ya, sayang." ucap nyonya Carlota mencium pipi kanan dan kiri Norin.


"Iya mom." sahut norin sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


Keluarga Dirgantara dan keluarga Samera bersatu di dalam rumah sakit mengucap syukur atas kelahiran cucu laki-laki mereka. Yang menjadi pewaris kekayaan milik Tuan Samera.


Sejujurnya Tuan Samera benar-benar bahagia, apalagi Norin memberikan cucu laki-laki yang selama ini diidamkan oleh Tuan Samera. Membuat kebahagiaan Tuan Samera berlipat-lipat ganda.


Apalagi Tuan Samera merasa tidak salah memilih menantu, ia memilih wanita sederhana dan baik hati seperti Norin. Dia benar-benar beruntung memiliki menantu seperti Norin, dan akhirnya dia juga memiliki keturunan laki-laki yang terlahir dari rahim menantu pilihannya.


Henderson benar-benar bersyukur. istrinya hebat melewati masa-masa yang begitu sulit saat melakukan persalinan.

__ADS_1


Queen yang mendapatkan kabar dari sang babysitter kalau saat ini Queen sudah memiliki seorang adik langsung bersorak kegirangan.


dengan suara khas anak kecil yang belum genap dua tahun itu, dia benar-benar ingin langsung bertemu dengan adiknya yang Henderson berikan nama Armagan yang berarti sebuah hadiah.


Queen meminta kepada sang baby sitter agar segera menghantarkannya ke rumah sakit bertemu dengan Norin dan adiknya.


Saat sang babysitter sudah mendapat perintah dari Henderson, yang meminta kepada asisten rumah tangga itu untuk menghantarkan Queen ke rumah sakit, langsung menghantarkan Queen dengan mobil yang dikendarai oleh Morris.


Morris yang mengetahui kalau Norin melahirkan singgah ke rumah utama keluarga Samera, setelah mendapat perintah dari Henderson. Morris yang akhirnya mengantarkan Queen ke rumah sakit bersama dengan baby sitter.


Alan yang baru mengetahui kalau dirinya sudah memiliki seorang keponakan pun sudah tidak sabar lagi ingin segera berlalu ke rumah sakit, setelah dirinya pulang sekolah.


Dia rela bolos ekskul, yang penting ia langsung bertemu dengan sang kakak dan sang keponakan. Entahlah, Alan memang terkadang membuat Norin sebel. Tetapi Alan juga sangat menyayangi Norin. Walaupun dia sudah mengetahui kalau Norin itu bukanlah kakak kandungnya, tapi ia sudah menganggap Norin seperti kakak kandungnya Sama halnya seperti Tuan Dirgantara dan nyonya Anabella.


Sejujurnya Norin belum mengetahui apakah kedua orang tua Norin masih hidup atau tidak. Tetapi yang Norin ketahui dari ibu panti sebelum dirinya diangkat oleh nyonya Anabella dan Tuan Dirgantara, ibu panti bercerita kepada Norin dan nyonya Anabella kalau dirinya ditemukan di panti asuhan yang entah Siapa yang menghantarkan Norin ke sana saat itu.


Sejujurnya Norin ingin mencari tahu siapa sebenarnya kedua orang tuanya. Tapi dia tidak mengetahui dari mana titik awal dirinya mencari tahu. Karena dia tidak memiliki petunjuk sama sekali, sehingga Norin pun pasrah kalau dirinya tidak akan mengenal sosok kedua orang tua kandungnya. Entah masih hidup atau tidak.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2