
Dua bulan sudah berlalu. Usia baby Armagan sudah dua bulan. Norin pun, sudah dapat bergerak lebih leluasa. Henderson dan Norin benar-benar bahagia setelah kehadiran putra mereka baby Armagan.
Lengkap sudah, Henderson sudah memiliki seorang putri bernama Queen yang cantik jelita dan begitu imut. Dan dia juga sudah memiliki seorang putra yang tampan bernama baby Armagan yang terlahir dari rahim istrinya Norin.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Tuan Samera dan Nyonya Carlota setelah kehadiran cucu laki-laki di tengah-tengah keluar besar Samera.
Sementara ditempat lain, Terlihat Devano sangat panik menemani dan isteri untuk pertama kalinya melakukan persalinan usia pernikahan mereka yang ke-8 tahun. penantian yang cukup lama.
Hal itu membuat Devano sedikit khawatir dan gugup. Ia khawatir terjadi sesuatu kepada sang istri.
Terlihat Lina sudah berada di ruang bersalin. berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan seorang bayi keturunan dari keluarga Wijaya. Yang sudah sangat lama menantikan kehadiran cucu mereka.
Nyonya Anjani pun sedikit khawatir. Dia yang selama ini menuduh Lina mandul, dan selalu menyalahkan Lina selama ini, karena tak kunjung mendapatkan seorang cucu dari pernikahan Devano dan juga Lina.
Sehingga Nyonya Anjani dan Lina kerap sekali perang mulut. Membuat Devano dan Lina pun harus pindah dari rumah utama keluarga Wijaya.
Perubahan sikap Nyonya Anjani terhadap Lina saat Mauren berpulang. Tapi bersyukur saat ini nyonya Anjani sudah menyadari kesalahannya.
Berulang kali Nyonya Anjani meminta maaf kepada Lina. Walaupun Lina sudah lama memaafkan sang mertua, sebelum sang ibu mertua meminta maaf kepadanya.
Tiba-tiba ruang bersalin dibuka oleh salah satu suster. Suster itu meminta kepada Devano agar tetap mendampingi istrinya dalam proses persalinan.
Lina meringis kesakitan mengadu kepada sang suami, kalau saat ini dia benar-benar merasa kesakitan dan tidak mampu menahannya lagi.
__ADS_1
Tapi Devano berusaha untuk menenangkan dan memberi semangat kepada sang istri, demi buah hati mereka yang selama ini dinanti-nantikan.
Devano selalu setia mendampingi sang istri. dokter pun memeriksa kondisi Lina dan saat ini terlihat pembukaan sudah sempurna. Itu artinya proses persalinan akan segera dilakukan.
Setelah dokter memeriksa posisi si bayi, dokter mengembangkan senyumnya meminta kepada Lina agar bersiap untuk melakukan persalinan.
Sesuai dengan instruksi sang dokter, Lina pun mengejan beberapa kali. Ia melakukannya tetapi belum berhasil. Sang dokter pun meminta kepada Lina untuk melakukannya dengan tarikan nafas panjang, agar tenaganya lebih untuk mengejan saat dirinya ingin kembali berusaha untuk melahirkan bayinya.
Setelah mendapat instruksi dari sang dokter, Lina pun melakukan apa yang dianjurkan oleh dokter itu dan hasilnya pun tidak sia-sia. Tangis bayi laki-laki terdengar jelas di telinga Devano.
Buliran bening lolos begitu saja saat mendengar suara tangis Bayi itu. Dia benar-benar bahagia. Ternyata dia merasa laki-laki yang sempurna, dan begitu juga dengan Lina merasa Dia seorang wanita yang sempurna. Karena telah melahirkan seorang bayi ke muka bumi ini.
Devano dan Lina benar-benar begitu bahagia.
"Terimakasih Dokter. Terima kasih suster, kalian sudah berjasa membantu istri saya untuk melakukan persalinan ini." ucap Devano begitu riang
"Sama-sama Pak, itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kami sebagai tim medis."sahut sang dokter sambil mengembangkan senyumnya.
Devano memberikan kecupan hangat di kening dan wajah cantik istrinya. Ia benar-benar bahagia atas kelahiran Putra pertama mereka.
Tuan Wijaya yang berada di depan ruang bersalin mendengar suara tangis seorang bayi, Ia pun merasa bahagia. Ketika dokter keluar dari ruang bersalin, Tuan Wijaya dan nyonya Anjani langsung menghampiri sang dokter dan bertanya mengenai kondisi Lina dan cucu mereka.
Dokter pun memberitahu kalau Lina sudah berhasil melakukan persalinan secara normal, dan Bayi Mereka bayi laki-laki. Membuat Tuan Wijaya bersorak kegirangan. Ingin langsung masuk ke ruang bersalin, tapi suster mencegatnya, memohon agar tidak masuk ke ruang bersalin. Mereka dapat melihat kondisi Lina saat Lina sudah berada di ruang rawat.
__ADS_1
Tuan Wijaya terkekeh sangking senangnya, Ia pun tidak ingat kalau ruangan itu adalah ruang steril.
Saat ini Lina sudah siap ingin dipindahkan ke ruang rawat inap. Tampak tubuh Lina sudah didorong keluar dari ruang bersalin, menuju ruang rawat inap. Sementara bayi yang sudah dibersihkan, sudah dibawa suster ke ruang bayi.
Tetapi sebelumnya saat suster berjalan masuk ke ruang bayi Tuan Wijaya dan nyonya Anjani mencegat sang suster, Mereka ingin melihat wajah tampan cucu mereka. Tuan Wijaya benar-benar bahagia Begitu juga dengan Nyonya Anjani.
Setelah berada di ruang rawat inap, Devano pun mengingat untuk mengabari kepada Henderson kalau Bayi laki-laki Mereka sudah lahir.
Henderson yang mendengar suara deringan ponselnya, langsung meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Ia melihat nomor ponsel Devano yang menghubungi dirinya. Kening Henderson mengerut ketika melihat nomor ponsel Devano.
Henderson menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya,agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Devano. Saat sambungan telepon seluler itu tersambung, Devano pun memberi kabar gembira itu kalau Putra mereka sudah hadir.
Mendengar kabar gembira itu, Henderson benar-benar bahagia. Dia mengucapkan selamat kepada Devano, mantan kakak iparnya itu. Yang saat ini sedang memimpin perusahaan cabang milik keluarga Samera.
Keluarga Tuan Wijaya dan keluarga Samera saat ini benar-benar merasakan kebahagiaan, karena di dalam jangka waktu yang dekat bertambah anggota keluarga besar mereka yang sudah lama mereka nanti nantikan
TAMAT
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"
__ADS_1