PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 48. DOA NORIN


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Henderson pun memilih mengikuti istrinya membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia juga membenahi selimut untuk istrinya. Netranya menelisik setiap inci wajah sang istri yang terlihat cantik dan menggoda baginya.


"Kenapa jadi begini? dulunya aku membenci dan ingin balas dendam dengannya, Tapi mengapa tiba tiba perasaan ini jadi berubah?" gumam Henderson saat memperhatikan raut wajah polos sang istri.


Henderson tidak ingin mengganggu istirahat sang istri. Akhirnya ia pun membaringkan tubuhnya di samping Norin, dan tidak menunggu lama Henderson juga tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


****


Suara adzan berkumandang. Norin berniat bangkit dari tempat tidurnya. Tapi ia merasa dirinya sedikit kewalahan untuk. Tubuhnya terasa berat seperti tertimpa beban. Norin membuka kedua kelopak matanya. Ia terhangat tangan Henderson melingkar sempurna di bagian perutnya.


"Kok bisa? gumam Norin dalam hati. Perlahan ia mengangkat tangan Henderson lalu memindahkannya.


Pelan-pelan Norin turun dari atas ranjang lalu masuk ke kamar mandi berniat untuk mengambil air wudhu. Sudah saatnya salat subuh. Norin mengambil sajadah dan mukenah yang sudah dikirimkan oleh nyonya Anabella.


Norin menatap suaminya masih tertidur pulas. ia ingin membangunkan suaminya agar mereka dapat salat subuh berjamaah. Tapi karena Norin melihat suaminya masih tertidur pulas, Ia merasa tidak tega. Sehingga Norin kembali melakukan salat subuh sendiri.


Di dalam doanya, tak luput ia mendoakan seluruh keluarga dekatnya. Terkhusus dia juga berdoa untuk suami dan Putri sambungnya Queen.


Saat norin sedang melakukan salat Subuh dan memanjatkan doanya, Henderson bergeliat. lalu membuka kedua kelopak matanya. Henderson tidak melihat keberadaan istrinya di atas tempat tidur. Ia pun duduk dan melihat istrinya sedang salat subuh. Di dalam doanya ia mendengar nama Henderson dan Queen disebut. Melihat itu semua hati Henderson menghangat.


Henderson sengaja tidak menegur sang istri. Saat Norin Telah usai menunaikan tugasnya sebagai seorang umat muslim. Ia pun kembali melibat mukena dan juga sajadah yang ia gunakan saat melakukan salat subuh. Kemudian ia menyimpannya kembali di tempat Semestinya.


Saat Norin hendak membalikkan tubuhnya, Henderson memilih untuk Langsung kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata. Berharap agar Norin tidak mengetahui kalau dirinya sudah terbangun dan memilih pura-pura untuk tidur.


Norin kembali menghampiri sang suami yang masih terpejam. Ia mengira kalau Henderson masih tertidur pulas, sehingga ia tidak berniat untuk mengganggu tidur suaminya itu. Norin berniat membantu asisten rumah tangga untuk sekedar membuatkan sarapan pagi buat suaminya.

__ADS_1


Saat dirinya sudah berada di dapur, beberapa asisten rumah tangga langsung menghentikan aktivitas mereka masing-masing dan menghampiri Norin.


"Maaf Nona, ada yang bisa kami bantu? tanya salah satu asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah pertama keluarga Samera.


"Tidak Bi, Saya hanya ingin berniat membuat sarapan pagi untuk keluarga ini." sahut Norin sambil mengembangkan senyumnya.


"Tidak nona! itu sudah menjadi kewajiban Kami. lebih baik nona istirahat. Jika Tuan besar dan nyonya besar melihat Nona di dapur ini, maka kami yang akan terkena masalah. Mohon kerjasamanya nona." ucap sang asisten rumah tangga berbarengan.


Norin tidak mengetahui peraturan di rumah ini, sehingga dirinya pun akhirnya menurut Ia pun berlalu dari dapur. bingung berbuat apa? akhirnya Norin memilih kembali naik ke atas dan menghampiri Queen yang saat ini masih tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


"Pelan-pelan Norin berjalan masuk ke dalam kamar Queen,setelah ia membuka knop pintu dengan pelan agar tidak mengeluarkan suara yang dapat mengganggu tidur putrinya.


Norin melihat sang babysitter sudah terbangun dan menyiapkan baju ganti untuk Queen, jika saatnya Queen terbangun. Ia langsung memandikannya dan sebelumnya ia harus mempersiapkan pakaian ganti untuk Queen.


" Ada apa nona?ada yang bisa saya bantu?" tanya sang baby sitter saat sang babysitter melihat kehadiran Norin di sana.


Sang baby sister menurut. Ia pun keluar dari kamar untuk melakukan sesuatu. Sedangkan Norin menghampiri Queen yang masih tertidur.


Ia menatap wajah polos bocah kecil itu. Norin mengembangkan senyumnya menatap wajah polos Queen. Perlahan ia semakin mendekat lalu mengelus rambut cantik bocah kecil itu.


Kemudian ia pun memberikan kecupan hangat di kening Putri sambungnya itu. Ia Pun kembali membaringkan tubuhnya tepat di samping Queen lalu memeluk Queen dari samping. Hingga akhirnya Norin kembali tertidur tepat di samping Putri sambungnya.


Sementara di tempat lain, Henderson mencari keberadaan Norin yang telah keluar dari kamar. saat dirinya mencari keberadaan istrinya,di ruang tamu dan balkon, Ia sama sekali tidak menemukan sang istri di sana.


Kemudian Henderson masuk ke dapur membuat para asisten rumah tangga kembali menghentikan aktivitas mereka dan menghadap sang Tuan.

__ADS_1


"Maaf Tuan, ada yang bisa kami bantu sehingga Tuan sampai datang ke dapur ini? " tanya asisten rumah tangga.


"Apa istri istri saya datang ke dapur ini tadi? "tanya Henderson penuh selidik.


"Iya Tuan, tadi Nona Norin datang ke dapur berniat membantu membuat sarapan untuk keluarga ini. Tapi, kami melarangnya, karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kami sebagai pelayan di rumah ini. " sahut kepala asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga samera.


" jika tidak ada di dapur, terus kemana Norin?"gumam Henderson dalam hati sembari langsung meninggalkan dapur, kemudian ia teringat dengan Queen. Dan ia pun langsung menuju ke kamar Queen.


Henderson menaiki anak tangga berjalan menuju kamar Queen. Ia membuka knop pintu pelan-pelan, dan ternyata benar yang dicari berada di kamar Queen sedang tertidur memeluk putrinya.


" Henderson mengembangkan senyumnya menatap kedua wanita berbeda generasi itu sepertinya masih tertidur pulas. Henderson masuk melangkahkan kakinya dengan perlahan, lalu ia mengelus wajah polos putrinya,kemudian ia memberikan kecupan hangat di kening Queen.


Henderson menatap wajah istrinya yang masih setia memeluk Sang Putri. Setelah Henderson memberikan kecupan hangat di kening putrinya, tangannya beralih mengelus rambut Norin lalu memberikan kecupan hangat di kening sang istri.


"Kalian penyemangat hidupku, semoga kalian sehat dan baik-baik saja." gumam Henderson sambil kembali mengelus rambut Norin. Membuat Norin sedikit terganggu. Ia pun langsung membuka kedua kelopak matanya dan bangkit duduk di atas tempat tidurtidur.


"Eh Mas, Maaf Norin ketiduran di sini. Ada apa mas? ada yang bisa Norin bantu? " tanya Norin kepada Henderson dengan nada lembut.


" Henderson menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya, agar Norin tidak Berisik yang dapat mengganggu tidur putrinya.


Bersambung....


Hai semuanya.... jangan lupa dukung terus karya emak dengan cara like, coment, vote dan hadiahnya ya.


mampir juga ke karya teman emak

__ADS_1



__ADS_2