PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 47.BULAN MADU KE AMSTERDAM


__ADS_3

Hari ini Henderson dengan Norin check out dari Hotel, mereka sudah dijemput oleh Morris setelah sebelumnya Henderson menghubunginya.


Setelah Norin dan Henderson duduk dengan nyaman di dalam mobil, Morris melajukan mobil mewah itu menuju rumah utama keluarga Samera.


Sepanjang perjalanan, Norin hanya terdiam larut dalam lamunannya. Sementara Henderson sibuk dengan layar iPad yang ia pegang sebelumnya yang diberikan oleh Morris kepadanya.


Ia memeriksa segala laporan, beberapa hari saat hendarson tidak masuk kantor. Sesekali Henderson menatap sang istri, yang masih duduk dan memejamkan matanya.


Hingga perjalanan dua puluh menit kemudian, mereka pun tiba di rumah utama keluarga Samera. Tampak nyonya Carlota dan Tuan Samera sudah menyambut kedatangan mereka.


Semua para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Samera sudah menyiapkan sambutan untuk kedua pengantin baru.


Nyonya carlota sengaja meminta kepada asisten rumah tangganya untuk memasak makanan kesukaan Henderson dan juga Norin..


Sedangkan Queen yang saat ini sudah mulai belajar berdiri, Queen berusaha berdiri untuk menyambut Henderson dan ibu sambungnya Norin.


"Ma....ma...pa....pa..."oceh Queen yang mengalihkan atensi nyonya Carlota dan Tuan Henderson. Nyonya Carlota langsung meraih tubuh Sang cucu, Norin yang melihat itu langsung berlari menghampiri Queen bocah kecil yang sangat ia rindukan.


"Mama kangen, sayang! ucap Norin sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik Queen yang saat ini tersenyum menatap Norin dan Henderson.


Henderson juga tidak mau kalah, ia pun langsung meraih tubuh Queen dari gendongan Norin.


"Pa...pa...ma...ma,"Queen kembali berucap membuat orang-orang yang di sana pun terkekeh.


Setelah melepas rindu dengan Queen dan juga Tuan Samera dan nyonya Carlota, Nyonya Carlota mempersilahkan Norin dan Henderson untuk duduk di ruang tamu.


Sementara para asisten rumah tangga sudah pada sibuk menghidangkan menu makanan di atas meja makan.


"Kalian pasti sudah lapar, kita makan dulu yuk." Mama sudah menyiapkan yang spesial untuk kalian berdua."ucap nyonya Carlota kepada Henderson dan juga Norin.


Mereka pun berlalu masuk ke ruang makan. Tuan Samera duduk tepat di samping nyonya carlota, sedangkan Henderson menarik kursi untuk Norin tepat dihadapan Nyonya carlota Dan kemudian Ia pun duduk di sebelah Norin.


Saat ini Queen sedang bersama baby sitter, Queen sudah terlebih dahulu diberi makan oleh babysitter sebelum Henderson dan Norin tiba di rumah.

__ADS_1


"Silakan dimakan Sayang, jangan malu-malu ini rumah kamu."ujar Nyonya Carlota mempersilakan Norin menyantap menu makan malam yang tersedia di sana.


Norin menyendok nasi untuk sang suami beserta lauknya, dia memperlakukan Henderson layaknya Nyonya Anabella memperlakukan Tuan Dirgantara.


Norin ingin melakukan tugasnya dengan baik sebagai seorang istri. Walaupun di usianya yang masih sangat muda, tapi ia juga mengetahui tugas-tugas apa saja yang dilakukan oleh istri terhadap suaminya.


"Henderson menatap Norin dengan seksama, ia melihat Norin dengan lincah melayani dirinya. Jujur, Henderson tidak menyangka, di usia Norin yang masih sangat muda dibandingkan dirinya, Norin tidak paham akan tugas-tugasnya sebagai seorang istri.


"Enak ya punya isteri, makanan di ambilin, Pakaian kerja ada yang siapkan." ucap Nyonya Carlota sambil menatap putranya dengan tatapan penuh arti.


"Ya, memang enaklah. Ada yang menyiapkan segala keperluan suami." sahut Tuan Samera.


Sementara Henderson dan Norin masih diam seribu bahasa, dan memilih menyantap menu makanan yang ada dihadapan mereka.


"Oh iya, habis ini. Mami sudah siapkan paket bulan madu untuk kalian." ucap Nyonya Carlota membuat Norin membulatkan matanya.


"Apa mom?


"Bulan madu?


Sebenarnya bukan nyonya Carlota yang menyiapkan itu semua. Semuanya itu rencana Henderson. Tapi agar Norin tidak bisa menolak, Henderson memanipulasi dan meminta kepada Nyonya Carlota, yang mengatakan menyiapkan paket bulan madu itu.


Karena Hendarson mengetahui, dia tidak akan menolak kalau sudah perintah dari Nyonya Carlota, Tuan Samera, Tuan Dirgantara, dan juga nyonya Anabella. Dia tidak akan pernah menolak permintaan mereka


"Kalau masalah cuti dari kampus, biarkan itu menjadi urusan Papa kamu jangan khawatir Sayang."ucap Tuan Samera sambil terus menyantap menu makanan yang ada di hadapannya.


Norin terdiam, sekilas ia menatap ke arah suaminya. Sementara Henderson pura-pura tidak melihatnya.


"Besok kalian akan berangkat ke Amsterdam. Mama sudah mempersiapkan paspor dan segala sesuatu yang diperlukan untuk perjalanan kalian." Nyonya Carlota memberitahu.


Norin menganggukkan kepalanya. Dia tidak akan menolak kalau sudah Nyonya Carlota yang memintanya.


"Yes, berhasil. Ideku berhasil." gumam Henderson dalam hati. Saat Norin sudah setuju Mereka akan segera melakukan perjalanan bulan madu ke Amsterdam.

__ADS_1


Makan malam telah usai, setelah ngobrol banyak dengan Tuan Samera dan nyonya Carlota, Nyonya Carlota dan Tuan samera berpamitan untuk segera istirahat.


Sementara Norin, berlalu masuk ke kamar Queen. Untuk sekedar memastikan kalau Queen saat ini sudah tidur dengan nyaman.


Norin mengelus pucuk kepala Queen yang saat ini tertidur. Lalu ia memberikan kecupan hangat dikenang Queen dengan penuh kasih sayang.


Norin berniat membaringkan tubuhnya tepat di samping Queen. Tiba-tiba saja suara bariton Henderson mengalihkan atensinya.


"Queen sudah tidur, saatnya kamu juga istirahat."ujar Hendarson yang dibalas anggukan dari Norin. Norin kembali memberikan kecupan hangat di kening Queen. lalu ia menghampiri Henderson berjalan mengikuti sang suami menuju kamar yang selama ini ditempati oleh suaminya.


"Mas, Ini kamar kamu?"tanya Norin kepada Henderson ketika dirinya tiba di dalam kamar yang terlihat begitu luas dan tertata rapi.


"Perlu diralat! kamar ini bukan hanya kamar aku saja. Tapi kamar ini kamar kita."ucap Henderson menegaskan.


Norin tersenyum tipis."Hmmmm...."


kemudian Norin berniat untuk membersihkan diri sebelum dirinya membaringkan tubuhnya. Kebiasaan Norin harus terlebih dahulu sikat gigi, cuci kaki, dan cuci tangan. Baru ia akan istirahat.


Norin juga mengganti bajunya, dengan menggunakan baju tidur yang biasa ia gunakan di rumah. Saat ini pakaian Norin sudah berada di rumah utama keluarga Samera. Setelah nyonya Anabella mengirimkannya.


Nyonya Anabella tidak ingin, putrinya terlalu menyusahkan Henderson karena tidak memiliki baju ganti. Sehingga Nyonya Anabella langsung mengirimkan beberapa potong pakaian Norin ke rumah utama keluarga Samera.


Kini Norin sudah menggunakan pakaian tidur, kebiasaan Norin Jika ia ingin tidur tidak menggunakan dalaman. Sehingga terlihat jelas bentuk gunung kembar miliknya. Tapi ia langsung merebahkan tubuhnya tanpa peduli keberadaan sang suami yang masih duduk menikmati siaran televisi yang ada di kamar itu.


Henderson mengalihkan pandangannya melihat sang istri yang pura-pura tertidur. Dia tahu kalau Norin saat ini belum tertidur. Hanya memejamkan mata.


Henderson menyeringai tipis, berniat untuk mengerjai sang istri. Tapi ketika ia mengingat betapa lincahnya Norin melayaninya saat di meja makan, membuat dirinya mengurungkan niat. Apalagi Norin sudah setuju mereka akan berangkat liburan bulan madu ke Amsterdam sesuai dengan rencananya sebelumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.



__ADS_2