PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 61. NORIN HAMIL


__ADS_3

Walaupun almarhumah Mauren sudah lebih dulu menghadap Sang khalik, hubungan Henderson dengan Devano tetap dekat. Dia selalu menganggap Devano kakak iparnya.


****


Dua bulan sudah berlalu, kini Norin sudah jarang pergi ke bengkel dan memilih untuk menemani putrinya Queen, yang saat ini sudah semakin aktif dan membutuhkan perhatian dari Norin.


Saat ini, Norin dan Queen sedang bermain boneka dan mainan yang baru dibeli Norin untuk Queen. Tampaknya Queen sudah semakin aktif, terkadang Nyonya Carlota sedikit kewalahan, jika Queen mengajaknya bermain.


Apalagi di usia nyonya Carlota yang sudah tidak mudah lagi, membuat dirinya lebih mudah lelah. Beruntung ada Norin saat ini yang menemani Queen bermain.


Selama ini walaupun ada baby sitter yang menjaga Queen, tapi Nyonya Carlota selalu menyempatkan diri bermain dengan cucu pertamanya itu.


Tiba-tiba, kepala Norin pusing. Perutnya terasa mual seolah terguncang. Norin langsung berlari ke kamar mandi, tak ingin dirinya memuntahkan isi dalam perutnya di atas lantai.


Queen menangis karena tiba-tiba saja Norin meninggalkannya. Suara tangis Queen mengalihkan atensi nyonya Carlota yang saat ini duduk di ruang tamu sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu siaran televisi swasta.


Nyonya Carlota langsung berlari menghampiri cucunya. Ia melihat Queen menangis, dan tidak melihat keberadaan Norin di dekatnya. mungkin karena itulah sehingga Queen menangis.


"Cup....cup.... cup....cup, diam ya Sayang, Oma ada di sini. Kenapa kamu menangis? tanya nyonya Carlota.


"Mama....ma..."celoteh Queen sambil menunjuk ke arah kamar mandi. Nyonya Carlota meraih tubuh Queen lalu langsung menggendongnya. Queen yang sedari tadi menunjuk ke arah kamar mandi, membuat Nyonya Carlota merasa heran.


Sehingga Nyonya Carlota pun berjalan ke arah kamar mandi menggendong Queen. sayup-sayup Nyonya karlota mendengar suara orang sedang muntah-muntah.


Nyonya Carlota mengetuk pintu beberapa kali, kemudian Norin pun membuka pintu kamar mandi dan terlihat Norin sudah sangat lemas dan wajahnya pucat.


"Kamu Kenapa Nak? tanya Nyonya Carlota sembari memegang dahi Norin.


"Norin tidak tahu Ma, tapi tiba-tiba saja Norin pusing dan mual. Mungkin asam lambung Norin kambuh."ucap Norin memberitahu.


"Apa kamu belum sarapan tadi?


"Sudah Ma, Tapi entah mengapa kepala Norin pusing rasanya rumah ini berputar." ucapnya sambil memegangi dinding, keluar dari kamar mandi agar dirinya tidak terjatuh.


Sang baby sitter datang menghampiri Norin dan nyonya Carlota dan langsung meraih tubuh Queen dari gendongan nyonya Carlota agar Nyonya Carlota dapat menuntun Norin untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa.

__ADS_1


"Nyonya Carlota melihat Norin semakin pucat dan keringat dingin. Nyonya Carlota mengkhawatirkan sang menantu. "Ya sudah Mama hubungi dokter ya, sayang."ujar nyonya Carlota.


"Tidak perlu Ma, mungkin istirahat sebentar saja Norin akan baikan." ucapnya sambil memejamkan matanya.


Nyonya Carlota pun memberikan air mineral untuk diteguk oleh Norin, Norin meneguk segelas air mineral yang diberikan Nyonya carlota hingga separuhnya habis. Kemudian ia meletakkannya di atas meja dan kembali merebahkan tubuhnya.


Tak berapa lama, perut Norin kembali seolah terguncang membuat dirinya pun ingin memuntahkan isi dalam perutnya. Kepalanya semakin pusing, rumah sudah terlihat berputar-putar.


Norin berusaha bangkit dari pembaringannya, Ia pun memegangi dinding dan mempercepat langkahnya masuk ke kamar mandi agar tidak memuntahkan isi dalam perutnya di sana.


Belum sempat Norin tiba di kamar mandi, tubuh Norin ambruk dan dia terjatuh pingsan.


Nyonya Carlota langsung menjerit ketika melihat tubuh Norin sudah jatuh pingsan tepat di depan kamar mandi. Ia Pun meminta kepada asisten rumah tangganya untuk membantu dirinya mengangkat Norin dari sana, dan merebahkannya ke sofa kembali.


Nyonya Carlota yang sudah sangat panik, langsung menghubungi Henderson. Kemudian meminta kepada sopir pribadi keluarga Samera untuk segera menyiapkan mobil agar Norin dibawa ke rumah sakit.


Sedangkan Tuan Samera yang baru masuk ke dalam rumah, Setelah selesai berolahraga di taman kota, ia tabah terkejut tubuh Norin sudah di bokong masuk ke dalam mobil.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi? tanya Tuan Samera ikutan panik.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit membelah jalanan ibukota, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Nyonya Carlota yang sudah panik langsung menjerit meminta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit milik mereka.


Dokter dan suster yang mengetahui mobil pemilik Rumah Sakit telah memasuki area Rumah Sakit, langsung berlari membawa branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.


Beberapa dokter udah bersiap untuk menangani pasien yang entah siapa yang berada di dalam mobil itu.


Saat Nyonya Carlota sudah turun dan beberapa suster dan dokter membopong tubuh Norin naik ke atas branker lalu mendorong tubuh Norin masuk ke ruang UGD untuk segera ditangani.


"Apa yang terjadi nyonya?" tanya salah seorang dokter yang bertugas disana.


"Entahlah, tapi menantu Saya tadi muntah-muntah, habis itu langsung pingsan." sahut Nyonya Carlota sembari langsung mengikuti dokter itu masuk ke ruang UGD.


Dokter langsung memeriksa kondisi Norin. Sementara Henderson yang mendapatkan kabar dari Nyonya carlota kalau istri tercinta ya saat ini sedang berada di rumah sakit, ia langsung meminta Mario untuk menghantarkan dirinya ke rumah sakit di mana saat ini Norin berada.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit, akhirnya Henderson tiba di rumah sakit. Henderson langsung menghampiri Tuan Samera yang berada di depan ruang UGD.

__ADS_1


"Apa yang terjadi kepada Norin Pa?" tanya Henderson kepada Tuan Samera.


"Papa juga tidak tahu apa yang terjadi kepada Norin, tapi kata Mama Norin tadi muntah-muntah habis itu dia langsung jatuh pingsan."


Nyonya Carlota Kembali keluar dari ruang UGD, karena sang dokter meminta Nyonya Carlota untuk keluar terlebih dahulu agar mereka dapat memeriksa kondisi kesehatan Norin dengan leluasa.


Tak berselang lama dokter keluar dari ruang.


"Bagaimana dokter kondisi istri saya?"ucap Henderson yang begitu mengkhawatirkan istrinya.


"Istri anda baik-baik saja. Tapi sepertinya istri Anda saat ini sedang hamil. Untuk memastikannya kita lebih baik langsung melakukan USG."ujar sang dokter kepada Henderson membuat Tuan samera Nyonya Carlota Dan juga Henderson benar-benar sangat bahagia mendengarkan kehamilan Norin.


Henderson pun setuju, USG pun langsung dilaksanakan hari itu juga, dan ternyata benar kalau saat ini Norin sedang hamil. Henderson bersorak kegirangan. Ia benar-benar bahagia mendengar berita kehamilan istrinya, tak jauh berbeda dengan Tuan Samera dan nyonya Carlota. Mereka pun saling berpelukan.


Henderson langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya. Ia menghujani wajah istrinya dengan kecupan demi kecupan.


"Terimakasih sayang, kamu telah memberikan kabar baik ini untuk Mas" ucapnya sambil kembali memberikan kecupan hangat di kening Norin.


Saat dokter sudah memastikan kalau Norin benar-benar hamil, Henderson pun langsung menghubungi nomor ponsel Nyonya Anabella memberitahu kabar bahagia tentang kehamilan Norin.


Nyonya Anabella yang mendengar kabar kehamilan Norin benar-benar bahagia. Ia pun langsung memeluk Tuan Dirgantara, membuat Tuan Dirgantara kebingungan akan sikap istrinya yang tiba-tiba saja bahagia dan memeluknya.


"Ada apa sih Ma? kok tiba-tiba saja Mama seperti bahagia begitu?" tanya Tuan Dirgantara.


"Apa Papa tahu, baru saja menantu kita menghubungi Mama. Katanya saat ini Norin sedang berada di rumah sakit dan dokter mengatakan Norin sedang hamil." ucap Nyonya Anabella kepada Tuan Dirgantara membuat Tuan Dirgantara benar-benar terhenyak. Ia Pun memeluk istrinya merasa bahagia mendengar kehamilan Norin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK. "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_1


__ADS_2