
Mince Norin mengira kalau Henderson sudah pulang. Ia tidak menyangka kalau Henderson masih berada di ruang tamu bersama dengan Tuan Dirgantara dan Morris.
"Makanannya Kok banyak banget Mom? tanya Mince Norin yang melihat menu makanan berbagai macam di atas meja makan.
"Iya, calon menantu Mama akan makan malam di sini."sahut nyonya Annabella sambil mengembangkan senyumnya yang mampu membuat Norin membulatkan matanya.
"Apa Mom?
"Calon menantu?"
"Siapa?"tanya Mince Norin penasaran
"Kamu ini bodoh, apa pura-pura bodoh? lihat siapa lagi kalau bukan Henderson calon suami kamu."gerutu Nyonya Anabella kesal melihat putrinya yang pura-pura tidak mengetahui Siapa calon menantu yang dimaksud oleh nyonya Anabella.
"Mom, bisa nggak sih perjodohan ini dibatalkan saja? Soalnya Norin belum ingin menikah. Mama tahu sendiri kan, kalau saat ini Norin masih kuliah semester awal. Bagaimana mungkin mama setuju akan perjodohan ini. Apa Mama tidak ingin melihat Norin berhasil dulu sebelum menikah? apalagi diantara kami tidak ada yang namanya cinta.
Entah bagaimana nasib pernikahan kami kelak, menikah tanpa didasari Dengan Cinta."ucap Norin kepada Nyonya Anabella dengan nada memohon berharap acara pernikahan itu ditunda.
"Jangan khawatir, banyak orang yang dijodohkan hidupnya bahagia. Bahkan lebih bahagia dibandingkan orang yang sudah pacaran bertahun-tahun, setelah menikah mereka sudah bosan dan memilih untuk berselingkuh dan akhirnya berpisah,"
"Tapi yang dijodohkan, sering sekali mereka merasakan getaran cinta, setelah mereka sering-sering bersama dan memberikan perhatian antara satu dengan yang lain hingga akhirnya timbul rasa cinta,"
__ADS_1
Mereka kembali mengarungi rumah tangga seperti orang yang berpacaran. Ada kehangatan, keromantisan, dan juga saling terbuka." ucap Nyonya anabella berharap Norin tidak merasa ragu lagi menikah dengan Henderson.
Tapi Mom, Mama tahu sendiri usia Norin masih delapan belas tahun. Dan Henderson tiga puluh enam tahun. Bagaimana mungkin mama setuju akan pernikahan ini.
"Sayang, jika laki-lakinya lebih dewasa dari wanitanya itu berarti si laki-laki akan lebih bersabar untuk menghadapi sikap kekanak-kanakan kamu. Daripada kamu menikah dengan yang seumuran sama kamu, yang sama-sama egois,"
" Lebih baik menikah dengan orang yang jauh lebih dewasa, dibandingkan dirimu sendiri."lagi lagi Nyonya Anabella memiliki alasan untuk pertanyaan yang dilontarkan oleh Norin kepadanya. Membuat Norin terdiam mendengar jawaban-jawaban positif yang diberikan oleh Nyonya Anabella.
Jam sudah menunjukkan jam untuk makan malam. Kini Nyonya anabella meninggalkan putrinya di ruang makan dan pergi memanggil sang suami dan calon menantunya untuk menikmati hidangan makan malam di rumah utama keluarga Dirgantara.
Sementara Norin masih terpaku duduk di sana ditinggalkan oleh Nyonya Anabella sampai Nyonya Anabella dan yang lainya datang untuk menikmati menu makan malam itu.
Henderson merasa tersanjung disuguhkan menu makanan yang begitu lezat. Jarang sekali Henderson menikmati menu makanan rumahan seperti yang disuguhkan oleh nyonya Annabella dan keluarga.
Terkadang Nyonya Carlota pun menghela nafas melihat putranya yang kerap sekali menghabiskan waktu di luar daripada di rumah. Tapi walaupun begitu Henderson selalu memberikan perhatian kepada putrinya.
Dia sangat menyayangi Queen putrinya bersama almarhum Mauren. Dia ingin memenuhi janjinya kepada Mauren, akan terus menyayangi Queen dengan segenap hatinya.
Kini makan malam sedang berlangsung di ruang makan rumah utama keluarga Dirgantara. Henderson menikmati menu makanan itu dengan lahap begitu juga dengan Morris yang ikut makan disana.
Berbeda dengan Norin, yang saat ini hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di hadapannya dengan sendok dan garpu. Dia seperti tidak berselera makan.
__ADS_1
Alan yang memperhatikan tingkah sang Kakak pun berkomentar. "Kak makanannya kok hanya diaduk-aduk sih, Kenapa nggak dimakan? padahal makanannya enak enak semua loh." tanya Alan sambil memperhatikan kakaknya.
Mince Norin hanya terdiam.
"Iya, Kenapa makanannya hanya diaduk-aduk sayang apa kamu tidak lapar? tanya Tuan Dirgantara penuh selidik.
"Maaf Pa, Norin pulang selera makan hari ini. perut Morin sudah kenyang."ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Maaf duluan ya Pa, Soalnya ada tugas kuliah lumayan banyak. Takut tidak terkejar Nanti keburu ngantuk."ucap Norin kepada sang ayah berusaha untuk sopan.
Henderson memperhatikan gerakan Norin yang pergi begitu saja. Ingin rasanya dirinya mengejar wanita itu, Ia merasa kurang dihargai Norin, karena dia masih berada di sana. Tapi Norin sudah meninggalkannya begitu saja tanpa pamit sama sekali terhadapnya.
"Maafkan Norin ya nak Henderson." ucap Tuan Dirgantara kepada Henderson.
"Iya, tidak apa apa Pa, mungkin memang benar dia banyak Tugas dari kampus." sahut Henderson berusaha untuk menahan kekesalannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.