PESONA OM DUREN ( Duda Keren)

PESONA OM DUREN ( Duda Keren)
BAB 29. WANITA MANDUL


__ADS_3

Norin meninggalkan Henderson di ruang makan bersama kedua orang tuanya dan juga Alan.


"Nak Hendarson, maaf ya. atas sikap kekanak-kanakan Norin."ucap Tuan Dirgantara kepada Henderson.


"Tidak apa-apa Pak, mungkin benar tugas Norin banyak dari kampus. Kasihan dia pulang dari kampus langsung pergi bekerja di bengkel."sahut Hendarson semanis mungkin.


"Awalnya kami memang tidak mengizinkan anak itu bekerja, tapi dia ngotot dia hobi memperbaiki motor-motor yang rusak. sehingga dia menabung uangnya untuk membuka sebuah bengkel bekerja sama dengan temannya Michael."


"Jadi bengkel tempat Norin bekerja itu miliknya sendiri?"tanya Henderson penuh selidik.


"Iya, bengkel itu milik Norin, lebih tepatnya dia bekerja sama dengan Michael. Michael itu salah satu montir yang dapat diandalkan, dia yang menjalankan bengkel itu jika Norin berada di kampus. Michael itu sudah teman lama Norin, semenjak mereka duduk di bangku SMP.


"Setahu saya kakaknya Michael juga bekerja di perusahaan Samera company yang bernama Riska." ucap Tuan dirgantara yang dibalas anggukan dari Henderson.


"Berarti Riska itu kakak kandung Michael?" tanya Henderson kembali penuh selidik.


"Iya, begitulah sahut." Tuan Dirgantara.


"Tapi aku agak sedikit bingung melihat Norin, di antara wanita-wanita lainnya, memilih bekerja sebagai SPG ataupun membuka toko butik Mengapa Norin memilih untuk membuka bengkel?


"Karena Kak Norin doyan dan gemar Adu balapan, dia selalu memenangkan adu balap antar club. Uang yang ia tabung adu balap itu ia buka bengkel sendiri."kali ini Alan yang menjawab.


Henderson hanya mangut-manggut, ternyata hasil adu balap yang selama ini dilakukan oleh Norin, ia memanfaatkan untuk membuka bengkel dan membantu orang-orang yang kurang beruntung. Satu nilai plus untuk Norin." gumam Henderson di dalam hati.


"Oh iya, Bagaimana persiapan fitting baju pernikahan kalian?"tanya Nyonya Anabella kepada Henderson.


"Sudah kok Ma, tadi kami sudah melakukan fitting baju. Tinggal foto preweddingnya saja, Tapi saat Norin aku ajak untuk pergi foto prewedding, Norin tadinya menolak.


"Kenapa menolak?


"Mungkin karena tadi ada acara adu balap jadi dia tidak ingin telat pergi ke sana."


"Jadi hari ini Norin balapan lagi?tanya Tuan Dirgantara, tidak mengetahui kalau putrinya itu adu balap hari ini. Padahal sebelumnya Tuan Dirgantara dan Nyonya Anabella sudah melarang Norin agar tidak balapan sebelum pernikahannya berlangsung.

__ADS_1


"Iya Pa, tadi Henderson sendiri menyaksikannya."


"Kamu mengizinkannya balapan tadi?


Henderson menggelengkan kepala.


"Lalu kalau kamu tidak mengizinkannya pergi adu balapan dia ngeyel begitu?"tanya Tuan Dirgantara menahan kekesalannya.


Awalnya Henderson tidak mengetahui kalau dirinya pergi bersama Michael dan Ricky untuk melakukan adu balap antar club motor, Tapi karena Henderson khawatir, Henderson mengikuti motor mereka. Henderson memilih memantau dari kejauhan takut terjadi sesuatu kepada Norin."Henderson memberitahu.


Tuan Dirgantara mengembangkan senyumnya, ternyata pria yang akan menjadi menantunya itu begitu perhatian terhadap putrinya. Itu artinya dia tidak salah menikahkan Norin kepada Henderson. Lelaki yang menurutnya bertanggung jawab untuk putrinya kelak.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah keluarga Tuan Wijaya. Nyonya Anjani tampak semakin kesal melihat menantunya istri dari Devano yang tak kunjung memiliki keturunan.


Nyonya Anjani memanggil Devano. Semenjak kepergian Mauren hubungan antara Lina istri dari Devano dengan Nyonya Anjani tidak pernah aku sama sekali.


Nyonya Anjani selalu menuntut Lina agar segera hamil. Sudah berulang kali Lina melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, dokter mengatakan kalau rahim Lina baik-baik saja.


Tapi Nyonya Anjani selalu menyalahkan Lina dan mengatakan Lina wanita mandul.


Kerap sekali Nyonya Anjani jika di arisan, mengetahui Lina adalah wanita mandul. Karena dirinya tak kunjung memiliki anak dari hasil pernikahannya dengan Devano.


Padahal Nyonya Anjani sangat menginginkan seorang cucu dari putranya. Entah apa yang ada di pikiran Nyonya Anjani sehingga dia memonis Lina wanita mandul.


Hari ini Lina terus menangis sesungguhkan di dalam kamar, Bagaimana tidak wanita itu dihina habis-habisan di sebuah acara hajatan tetangga sebelah. Yang membuat hati Lina tercabik-cabik.


"Devano, lihat tuh istrimu. Taunya hanya dia menangis saja. Sudah tidak punya anak banyak tingkah pula."ucap Nyonya Anjani penuh kekesalan.


"Sudah lama jangan terlalu menekan Lina seperti itu, nanti Lina semakin stress dan membuat kami kewalahan untuk berusaha agar Mama memiliki cucu."ucap Devano sambil berlalu meninggalkan Nyonya Anjani yang sedang duduk di ruang tamu.


Devano berlalu masuk ke dalam kamar. Ia melihat istrinya berbaring sambil menangis sesungguhkan di atas ranjang.


Pria itu mengelus rambut Lina yang saat ini masih terus menangis, membayangkan begitu malunya dirinya saat Nyonya Anjani mempermalukannya dan mengatainya di tempat hajatan, wanita mandul.

__ADS_1


"Mas, kita sudah pergi memeriksakan kondisi rahimku ke dokter kandungan. Dan dokter mengatakan kalau rahim Lina baik-baik saja. tapi ibu selalu mengataiku wanita.


"Kalau memang Mas ingin menikah lagi, agar memiliki keturunan, Lina berusaha untuk ikhlas." ucap Lina sambil menangis sesungguhkan.


"Kamu ini ngomong apa sih, Aku tidak akan pernah menduakanmu. Aku sangat mencintaimu Sayang."ucap Devano sambil memberikan kecupan hangat di kening Lina.


"Tapi mas, apa yang dikatakan Mama benar adanya. Kamu ini laki-laki satu-satunya, jika kamu tidak memiliki keturunan, maka generasi penerus papa tidak akan ada lagi. jadi Lina mencoba untuk ikhlas jika Mas mencari wanita lain,"


"Siapa tahu dengan mas menikah dengan wanita lain, Mas memiliki keturunan."ucap Lina sambil terus air matanya mengalir begitu deras di wajah cantiknya.


"Aku tidak akan pernah menikah lagi dengan wanita lain, istriku hanya satu, yaitu kamu. jangan pernah berpikir yang tidak tidak, Karena aku tidak akan pernah, dan sampai kapanpun tidak akan menikah lagi. Sampai maut memisahkan kita." ucap Devano kepada Lina.


Setiap hari pertengkaran antara Lina dengan Nyonya Anjani terus berlanjut, Nyonya Anjani selalu memanggil Lina wanita mandul.


"Eh wanita mandul, Kamu sudah siap memasak sarapan?"tanya Nyonya Anjani dengan Ketus.


Lina tidak menjawab, karena dirinya merasa tidak wanita mandul.


"Ma, boleh nggak manggil saya jangan wanita mandul? Lina tidak mandul Ma, Lina sudah melakukan pemeriksaan beberapa kali ke dokter kandungan, dan beberapa dokter kandungan juga sudah memeriksa kandungan Lina kalau kandungan Lina baik-baik saja.


Seharusnya Mama juga meminta Mas Devano untuk melakukan pemeriksaan kondisinya. Karena bisa saja Mas Devano yang salah diantara kami. Kenapa Lina mengatakan seperti itu, karena setiap Lina mengajak Mas Devano untuk melakukan pemeriksaan, mas Devano selalu memiliki alasan yang ini dan itu."ucap Lina kepada Nyonya Anjani.


"Jadi kamu mengetahui Devano pria mandul?


"Aku tidak mengatakan itu Ma, tapi nggak ada salahnya juga kita lakukan pemeriksaan."ucap Lina sambil langsung meninggalkan Nyonya Anjani begitu saja.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

__ADS_1


__ADS_2