
" Dengar Zays!. Dulu ketika usiamu empat tahun, ibu bertemu dengan seseorang di pasar. Dia mengetahui bahwa Ibu merawat anak dari Birdeva Venus dan Master Zetherom yang mana keduanya adalah Master dengan kekuatan tinggi, ibu sudah mengenali Ayahmu sejak awal, karena ibu juga seorang master dari dunia Zaredis. Tapi ibu memilih merahasiakannya dari Ayahmu dan memilih hidup layaknya seperti manusia biasa. Dan wanita yang menemui ibu di pasar mengatakan bahwa ibu harus menjagamu dengan hati hati, karena sewaktu-waktu burung Birdeva akan menemukanmu ".
" Ada apa dengan burung Birdeva Bu' ?,".
" Burung Birdeva merupakan Dark Fluch Iblis dari Dunia III yang tidak bisa terlihat walaupun dengan penglihatan tajam sekalipun di Dunia ini bahkan oleh Master terkuat sekali pun".
" Burung Birdeva mengincar jiwa Birdeva Venus dan mungkin juga akan mengincar mu !".
" Kenapa Burung Birdeva mengincar kami?" Kenapa Burung Birdeva melakukan nya Bu'? Untuk apa ?".
" Karena Ibumu merupakan Dewa Master Zays, dan jiwa-jiwa dari para Dewa Master serta keturunannya akan menjadikan siapapun yang melenyapkan jiwanya menjadi penguasa Dunia terkuat, tidak terkalahkan ".
" Tapi itu hanya seekor burung Bu' ".
" Jika Burung itu menjadi penguasa Dunia terkuat, tidak sulit baginya untuk merubah bentuk tubuhnya menjadi Dewa Master Dark Fluch ".
" Itulah alasan Ibu memberikan bubuk itu untuk melindungi mu dari Burung Birdeva. Ibu sendiri bahkan tidak tahu jika bubuk yang Ibu berikan itu adalah Sari Bunga Xrazin ".
" Pantas saja saat di arena pertandingan, awan gelap itu muncul bersamaan dengan Burung Birdeva ". Jawab Zays.
" Zays? Apa yang ada di belakangmu? Itu Burung Birdeva Zays!".
" Zays, kamu dengarkan Ibu, lebih baik bertindak sebelum menanggung segala resiko! jika Burung itu dibiarkan, maka bukan hanya kamu yang mengalami sesuatu hal yang buruk, tapi juga Dunia ini akan dikuasai oleh kegelapa Zays!".
" Jika dengan menyingkirkannya dapat membuat Dunia ini menjadi aman, maka Aku harus segera bertindak ".
" Bu'. Apa ibu tahu sesuatu tentang wanita yang memberi bubuk itu? Apa ibu tahu tentang keberadaanya ?".
" Ibu tidak tahu Zays. Tapi wanita itu bilang kepada Ibu, jika Ibu membutuhkan sesuatu, maka bisa menemuinya di Dunia Swardorf ".
" Dunia Swardorf? Dimana letaknya Dunia itu?".
" Dunia itu terletak di balik matahari terbenam ".
" Bu'. Aku akan mencoba mencari tahunya, siapa wanita itu, apakah benar ada hubungannya dengan Xrazinda Freta. Semua itu, Zays akan menyelidikinya sendiri ".
" Hati-hati Zays! Dan kamu juga harus berbuat sesuatu terhadap burung itu. Ingat! Kematian Birdeva Venus karena burung itu ".
Zays bergegas pergi meninggalkan Ibunya. Zays berada di tepi jurang yang sangat tinggi. Disana, ia membawa burung Birdevanya yang masih dalam sangkar.
" Selama ini Aku percaya padamu, bahkan aku membantah semua tuduhan buruk padamu, dan jujur karena keberadaanmu, membuat diriku terasa aman seakan-akan Aku dekat denganmu, kenapa kamu begitu jahat kepada ibuku?, Kenapa kamu ingin menghianatiku? Apa seperti ini juga caramu menghianati Ibuku !!!".
Air terbendung dalam mata Zays, menetes melewati pipinya, Dia memejamkan mata dan melepaskan sangkar burung itu. Burung Birdeva terjatuh dari tepi jurang yang sangat tinggi. Hati Zays terasa berat, entah kenapa Dia seperti kehilangan sesuatu yang berarti bagi dirinya.
" Zays....."
Suara menggema memanggil lembut nama Zays.
" Sudahlah mungkin hanya perasaanku saja ".
Zays bergegas melanjutkan perjalanan mencari keberadaan Dunia Swardorf.
" Tolong... Tolong... "
Zays mendengar seseorang berteriak minta tolong dari kejauhan. Zays mendekati sumber suara itu.
Setelah ia menemukan sumber suara itu, ia mendapati Fredic sedang di kejar oleh Dark Fluch kaki seribu, dan ia juga mendapati Varendra muncul menggunakan Fluchnya untuk mengurung Dark Fluch itu.
__ADS_1
" Fedric? Varendra?.
Apa yang kalian lakukan disini? ".
" Zays, aku memang sengaja ingin menyusulmu, aku tidak tahu kalau Varendra mengikutiku dari belakang ".
" Jangan menganggap dirimu penting!. Siapa juga yang menyusulmu, Aku hanya ingin keluar mencari dark Fluch dengan Twiz tinggi untuk meningkatkan kemampuanku, agar Aku bisa mengalahkan Zays ".
" Akan berbahaya bagi kalian jika ikut denganku ".
" Itu berbahaya bagimu, tapi tidak untukku. Kamu lemah, jelas saja berbahaya untukmu ! ". Jawab Varendra
" Jangan sombong kamu! Kemampuanmu tidak lebih tinggi dari Zays !".
" Iya memang benar. Tapi keberanian ku lebih besar darinya !".
" Sudah jangan ribut, kalian bisa kembali ke Akademi sekarang!".
" Tidak, aku akan ikut denganmu Zays ". Jawab Fedric
" Aku mengikutimu bukannya peduli padamu, tapi mungkin saja aku bisa menemukan Dark Fluch dengan Fluch tinggi ".
" Yasudah, sekarang kita harus bergegas pergi!".
" Kita akan kemana Zays? "
Tanya Fedric.
" Aku akan mencari Dunia Swardorf yang terletak di balik matahari terbenam ".
" Di balik matahari terbenam? Itu berarti di luar bumi ini? ".
" Lalu saat ini kita menuju kemana?" Tanya Fedric
" Laut ".
" Saat matahari terbenam, kita harus sampai ke laut ".
" Tenang Zays, kan masih pagi, jadi pasti masih ada banyak waktu sebelum matahari terbenam ".
" Jangan menyia-nyiakan waktu !. Akan lebih bagus jika kita sampai ke sana lebib awal ". Jawab Zays.
Mereka menyusuri hutan lebat setapak demi setapak.
" Zays, mengapa kita tidak menggunakan Fluch kita?".
" Kita gunakan jika ada bahaya. Jika tidak ada, tidak perlu membuang energi kita ".
" Tapi, kamu kan tidak perlu menggunakan Fluch, cukup mengendalikan alam saja. Angin mungkin, untuk membawa kita terbang".
" Itu pun memerlukan energi besar Fred ". Jawab Zays.
" Kenapa kamu ingin kita cepat sampai kesana?" Jawab Varendra.
" Bukankah Zays sendiri yang bilang, lebih cepat lebih bagus!".
" Apa masalahmu padaku? Kenapa kamu selalu curiga terhadapku?".
__ADS_1
" Itu hanya perasaanmu saja. Jika kamu tidak mempunyai niat buruk, kamu tidak akan tersinggung atas perkataanku !".
" Ohh... Berarti kamu menuduhku mempunyai niat buruk. Begitu maksudmu !".
" Cukup !. Varendra, sudah cukup kamu merendahkan orang lain, menghina orang lain, bahkan menuduh orang lain. Apa semua itu belum cukup bagimu?". Jawab zays.
" Aku tidak berbicara denganmu Zays!. Dasar hati wanita! Lemah! Rapuh! Lembek!, Jangan coba-coba campuri urusanku dengan Fredic! Memang kamu kekasihnya, Haa?, Racun apa yang Fredic berikan kepadamu? ".
" Apa maksudmu? Kalau kamu tidak mau berhenti berbicara lebih baik kamu tinggalkan kami berdua! ".
" Tidak !!! Enak saja. Kamu pikir, aku akan memberikan kesempatan untuk kamu mengalahkan Dark Fluch tingkat tinggi? Tidak akan! Hanya Aku yang boleh mengalahkannya !".
" Zays, Aku sudah lapar, kita sudah jauh menempuh perjalanan ini, apa kita akan mati kelaparan bahkan sebelum sampai ke laut? " Ucap Fedric.
" Kamu tunggu disini Fred !. Aku akan carikan buah-buahan disekitar sini.
Zays meninggalkan mereka berdua dan pergi mencari makanan. Sementara Varendra membuat jarak dengan Fedric, menjauh dari tempatnya berada dan duduk menyandarkan dirinya di sebuah pohon besar.
" Zays! Kamu sudah kembali.
Buah-buahan segini mana cukup untuk kita bertiga Zays !".
" Ini !. Kamu makan terlebih dahulu ". (Memberikannya kepada Fedric).
" Ren! Kalau kamu mau, bisa memakannya juga! ". Teriak Zays kepada Varendra yang duduk jauh disana.
" Aku tidak lapar, aku bukan wanita yang hanya bisa mengeluh selertinya! Jika lapar aku bisa mencarinya sendiri! ".
" Lebih baik kamu makan saja!. Akan repot bagiku menggendongmu jika kamu pingsan ! Lagipula siapa juga yang mau makan dari tanganmu! ". Imbuh Varendra.
Zays yang sudah terbiasa dengan ucapan Varendra segera mengabaikannya.
Zays dan Fedric makan sambil bergurau satu sama lain, mereka tertawa bersama, sedangkan Varendra menatapnya dari jauh memperhatikan mereka berdua dengan senyum sinis.
" Dasar konyol ". Gumamnya.
" Apa kalian mendengar sesuatu? ".
Tanya Zays kepada Fedric dan Varendra.
Varendra menghampiri mereka berdua.
" Kita harus hati-hati, jangan berpencar". Ucap Varendra.
" Dark Fluch Banteng?" Ucap Fredic ketakutan.
" Hebat. Tajam juga penglihatanmu! Fluch dengan Twiz Dasar sudah bisa menilai bahwa itu Dark Fluch ".
Zays maju mencoba menghadapi Dark Fluch. Dia mencoba memejamkan mata memusatkan fikiran untuk meredamkan kemarahan banteng.
Banteng itu mendekati Zays. Varendra mendorong Zays hingga terpental jauh. Varendra langsung mengeluarkan Fluch Rajawalinyabdan dengan sayapnya memenggal kepala banteng itu.
" Apa yang kamu lakukan! Kamu akan berubah menjadi master Dark Fluch!". Ucap Zays.
Zays mengendalikan fikirannya kepada Varendra, lalu dia menyusup masuk kepada hati Varendra dan menyelubungi hatinya, melindungi Kristal Zero dalam diri Varendra, dan mengunci aura Dark Fluch yang masuk, mengikatnya menjadi satu gumpalan dan membawanya keluar dari tubuh Varendra.
" Kamu gila !!! Kenapa kamu langsung membunuhnya?" Ucap Zays kepada Varendra.
__ADS_1
" Kamu lebih gila! Bodoh!. Apa kamu tidak tahu bahwa Dark Fluch Banteng itu keras kepala !!, Dia tidak bisa kamu kendalikan dengan fikiranmu!". Jawab Varendra.