Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Kocar-Kacir


__ADS_3

Dark Fluch harimau berkepala tiga berhadapan dengan lawan di dekatnya (Bert) yang berdiri di barisan paling depan.


" Bert.... Tunjukan kemampuanmu." Ucap Zays kepada Bert yang mendukung ide kakaknya.


" Apa yang harus Aku lakukan?." Tanya Bert


" Pahamilah Dark Fluch itu. Cari titik kelemahannya." Ucap Zays.


" Cari tahu apa perbedaan Dark Fluch jenis itu dibandingkan yang lain." Sambung Zays.


" Berkepala banyak." Ucap Bert kepada yang lain


" Kalau kepalanya yang besar berarti dia sombong. Kamu fikirkan sifat apa yang dimiliki dari banyak kepala." Sambung Zays


" Samalah seperti kamu, susah diatur." Jawab Varendra.


Bert memperhatikan Dark Fluch dengan seksama.


" Dark Fluch itu berkepala tiga, tapi berbeda arah pandang." Ucap Bert


Satu kepala mengarah kepada Bert dan dua lainnya mengarah ke barat dan timur. Tiga kepala dengan arah pandangan yang berbeda. Tiga kepala satu badan, pastinya jumlah kristal Zero pun satu tepat di dada Dark Fluch.


Bert mencoba menguji tindakan Dark Fluch jenis satu ini. Bert mencoba bergerak melangkah secara perlahan ke arah samping dan ternyata hanya satu bagian kepala saja yang fokus terhadap Bert, bagian kepala yang tepat berada di hadapan Bert yang menatap Bert sedari awal itulah yang memperhatikan gerak Bert.


Itu berarti dalam enam biji mata, hanya ada dua biji mata saja yang fokus kepada lawan, tergantung dari arah mana mereka memandang lawan, maka hanya satu kepala itulah yang fokus sesuai dengan arah lawan itu berada.


Yang menjadi pertanyaan Bert adalah mengapa keempat biji mata itu tidak menoleh kepada Bert (lawan mereka). Apa dua kepala yang lain tidak sadar dan tidak melihat musuhnya?. Atau memang kepala itu tidak bisa menoleh satu arah karena bertubrukan dengan lainnya? Atau mungkin juga tidak ada kontak perhubungan antara satu kepala dengan kepala lainnya?. Hal itu masih menjadi pertanyaan bagi Bert.


Bert mencoba memancing Dark Fluch itu, ia mencoba menyerang kepala harimau bukan yang berhadapan dengan Bert, tapi yang menghadap arah barat.


Bert melemparkan sebuah batu di dekatnya, dan dilemparkannya ke arah barat tepat di hadapan kepala Dark Fluch dengan arah pandang barat. Dan ternyata, kepala yang ia pancing membalas penyerangan, tapi bukan ke arah Bert, melainkan ke arah barat juga. Malah yang bereaksi menyerang balik Bert adalah Kepala Dark Fluch yang berhadapan dengan arah pandang Bert (dihadapannya).


Kini, Bert pun mengetahui jawabannya.


" Dark Fluch Harimau itu memang berkepala tiga, tapi antara satu dengan yang lain tidak memiliki perhubungan. Selain berbeda arah pandang juga berbeda arah perlawanan, berbeda tujuan. Bisa di pastikan jika setiap kepala memiliki rencananya masing-masing. Tiga kepala, tiga otak, tiga pemikiran yang berbeda." Jelas Bert


" Sudah cukup Pengamatanmu. Sekarang kacaukan fikiran masing-masing kepala, dengan begitu kamu mudah menyerang." Ucap Zays.


" Sebatas inilah kemampuanku. Aku belum bilang ke kalian kalau Fluch ku disegel oleh ayah, aku tidak bisa menyerang." Ucap Bert.

__ADS_1


" Apaaaaa???." Sontak mereka berempat bebarengan


" Lalu untuk apa kamu berhadapan dengannya?." Ucap Varendra


" Aku tidak mencoba maju menghadapinya, tapi kalian yang mundur menjauhinya." Jelas Bert.


" Mana ada Pro-Master yang hanya jadi pengamat saja, jika kamu diserang habislah Pengamatanmu itu." Ucap Varendra.


" Kamu mundur, amati saja taktik kami saat melawan." Ucap Zays


" Kak. Ayo kita hadapi bersama." Ucap Zays


Varendra dan Zays maju melangkah ke depan menggantikan posisi Bert, Bert pun mundur menjauhi mereka.


" Zays, aku tidak ingin melawan menggunakan Fluch ku." Ucap Varendra.


" Kenapa?. Ya sudah kita hadapi dengan sistem kendali kita saja." Jawab Zays


" Apa rencanamu?." Tanya Varendra.


" Kak, kita coba lawan dengan cara mengendalikan fikiran mereka, kita masuki celah fikiran mereka, salurkan tiga fikiran kepala yang berbeda dalam satu perhubungan yang sama, agar tiga kepala itu fokus satu arah." Jelas Zays


" Agar fokus mereka satu, dengan begitu penglihatan mereka juga terbatas, perlawanan mereka juga satu arah, jadi meminimalisir penyerangan dari segala arah." Jelas Zays


" Oke. jadi, gabungkan saluran fikiran dalam ketiga otak mereka, bukan begitu?. Ucap Varendra


Zays dan Varendra mengkolaborasikan sistem kendali mereka, untuk masuk menyusup ke dalam otak Dark Fluch itu.


Sementara Dark Fluch harimau menyerang mereka dengan Fluchnya, tubuh luar mereka mencoba menghindar dari serangan demi serangan Fluch, dan mencoba fokus pada penglihatan mereka yang mentransfer sesuatu dalam diri mereka untuk masuk menyusup ke otak Dark Fluch.


" Zays, gunakan Fluchmu untuk memutus saluran otak Dark Fluch ini." Ucap Varendra


(Fluch hanya mempan dengan Fluch/sistem kendali)


" Bukankah Fluchku masih ada pada Minerva, apa kamu lupa?." Ucap Zays


Varendra terlupa jika Fluch Zays masih tersimpan dalam diri Minerva.


" Lalu untuk apa kamu usulkan ide ini, jika tidak ada Fluch untuk memutusnya?." Ucap Varendra

__ADS_1


" Kamu kan bisa gunakan Fluchmu hanya untuk memotong saluran ini, bukan untuk melawan." Ucap Zays.


" Dasar. Bisa-bisanya aku punya adik bodoh sepertimu yang tidak menahu kalau setelah Fluch diwujudkan menjadi benda sungguhan, Fluch itu tidak akan berfungsi selama 3 hari. Dan sistem kendali yang mungkin tidak terkontrol." Ucap Varendra


" Mana aku tahu. Kamu tidak memberitahuku sebelumnya. Lalu untuk apa kamu mencoba melawan dan mengiyakan rencanaku?". Ucap Zays.


" kalau begitu, kita gunakan sistem kendali kita." Ucap Zays.


" Saat ini kita tengah menggunakannya, mana bisa menggunakan sistem kendali dalam sistem kendali itu sendiri." jelas Varendra


Benar saja, Dark Fluch harimau bertambah marah dan emosi karena sesuatu yang mengganggu di dalam fikirannya.


Bukan hanya menyerang tubuh Zays dan Varendra, Dark Fluch itu pun menyerang Minerva, Vivena, dan Bert yang ada di belakang mereka.


Minerva dan Vivena mencoba menangkis penyerangan yang diberikan oleh Dark Fluch, tetapi tidak mempan, Mengingat mereka dari golongan Master yang sekalipun mengeluarkan ribuan Fluch tidak akan berpengaruh pada Dark Fluch Pro-Master. Sementara itu Bert berada di belakang Minerva dan Vivena.


" Kenapa Dark Fluch marah menjadi jadi?." Ucap Zays yang masih berada dalam otak Dark Fluch


" Karena sistem kendaliku diluar kontrol." Jawab Varendra.


" Apa yang harus kita lakukan sekarang?." Tanya Zays


" Tidak ada cara lain selain jurus jitu kaki seribu. Zays, cepat kembali ke tubuh kita masing masing." Ucap Varendra.


Sesuatu dalam diri mereka yang hinggap di kepala Dark Fluch kembali ke tubuhnya masing-masing yang disaat yang sama tubuh itu menghindari penyerangan Dark Fluch untuk menjaga Kristal Zero masing-masing.


" Zaysss, aku tidak dapat melawannya." Ucap Minerva yang juga menghindari serangan Dark Fluch.


" Tunggu apa lagi, Lariiiiiiii!." Ucap Varendra sembari membawa jerigen di kedua tangannya.


Mereka berlima lari kocar-kacir membawa jerigen menghindari Dark Fluch harimau berkepala tiga. Mereka menerabas semak-semak belukar, menerjang gundukan demi gundukan, menerobos ranting dan semak berduri.


Setelah dirasa aman dari kejaran Dark Fluch, mereka berhenti berlari, menekuk badan mereka, menyangga lutut sembari terengah-engah.


" Hah hah....


Apa....


Tadi itu....

__ADS_1


Taktikmu..." Ucap Bert kepada Zays dan Varendra.


__ADS_2