Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Badai


__ADS_3

" Lalu, kenapa kamu membahayakan dirimu sendiri? ".


" Karena Aku tahu sifat hatimu.


Kamu pasti akan menyelamatkanku!".


"Lagipula, Aku tidak mau kamu mati terlebih dahulu sebelum Aku mengalahkanmu! ".


" Dengar Zays! Dia tidak sungguh-sungguh menolongmu!. Dia itu egois, hanya mementingkan diri sendiri! ". Ucap Fredic


" Iya, Aku egois, karena itu Aku tidak mudah dikendalikan olehmu! ".


" Biarlah Aku dalam kegelapan... !bahkan melebihi kegelapan itu sendiri. Agar aku tidak takut dengan kegelapan "


" Apa maksud perkataanmu? " Tanya Zays.


" Jika Aku bisa bertahan dengan 10.000 penyakit, maka 1000 penyakit pun tidak akan terasa bagiku. Itulah maksudku ! " Terang Varendra.


" Maaf Ren ".


" Untuk apa?, Mudah sekali kata maaf itu keluar.


Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan maaf.


Jika kamu mati karena kecerobohanmu, siapa yang salah? Mau minta maaf pada siapa? Sebelum bertindak fikir dulu. Dasar bodoh! ".


Zays pun diam, Dia dibuat serba salah oleh Varendra, tapi apa yang Varendra ucapkan ada benarnya juga . Tidak disangka, orang sombong seperti dia bisa mengucapkan kata-kata seperti itu.


" Ayo! Kita lanjutkan perjalanan kita! ". Ucap Zays.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, setelah sampai di tengah perjalanan lagi-lagi Fedric mengatakan sesuatu kepada Zays.


" Zays. Sudah berapa jauh kita menempuh perjalanan, Apa tidak ada sungai disekitar sini? Aku sangat haus ".


" Ini! Aku bawa permen! Dasar! Manja! "


Varendra melemparkan permen pada keduanya.


" Lucu sekali! Varendra si orang sombong bisa membawa permen seperti anak kecil ".


" Diam kamu !". Bentak Varendra


" Apa kamu sangat menyukai permen?" Tanya Zays.


" Tidak! " Jawab Varendra singkat.


" Lalu?" Imbuh Zays.


Hati Varendra remuk, tapi ia bisa membohongi suasana dirinya melalui wajah dan ucapannya. seakan ada yang ia sembunyikan dari kisah masa lalu.


" Karena.... Aku berfikir sewaktu-waktu bisa memberikannya kepada Adikku, kita tidak pernah menjalani masa kecil bersama, layaknya kakak beradik, jadi, mungkin ini yang bisa Aku berikan kepadanya nanti ".


Tidak disangka, orang sepertinya mempunyai kisah yang menyedihkan. Bisik Zays dalam hati.


" Heey! Kenapa kamu diam! Ohhh terharuuu....


Dasar hati wanita! "

__ADS_1


Ucap Varendra kepada Zays.


" Kalian tunggu sini. Aku akan coba mencari sumber air, untuk persediaan nanti".


" Hei Zays! Jangan sok pahlawan kamu! Kamu anggap dirimu itu induk dan kami anak-anakmu! Yang harus selalu menunggumu datang membawa makan dan minum?? ". Ucap Varendra kasar.


" Aku bukan orang lemah seperti kalian! Biarkan Aku memimpin! Kita cari sama-sama! Dan kamu jangan samakan Aku dengan orang seperti Dia! (Menoleh ke Fedric).


Mereka kembali berjalan mencari sumber air terdekat.


" Tunggu!! Ada jejak Rusa! Ayo kita ikuti. Ucap Varendra.


" Kamu mau berburu Ren?" Tanya Fedric.


" Jejak Rusa itu memungkinkan untuk menuntun kita ke sumber air ". Jelas Zays.


Mereka mengikuti jejak Rusa setapak demi setapak.


" Benar! Disini banyak serangga, sumber air sudah dekat dari sini! Ucap Varendra.


" Darimana kamu dapat memahami alam seperti ini? ". Tanya Zays.


" Apa Aku harus jawab??. Kamu sendiri?". Tanya Varendra balik.


" Tidak ada yang mengajariku !" Jawab Zays.


" Jadi, Darimana???" Tanya Varendra.


" Tidak ada ".


" Kenapa kamu menanyakan ku Darimana? Sedang, kamu sendiri tidak tahu Darimana. Dasar pertanyaan Aneh! ".


" Kita sudah sampai. Kalian minum sampai puas! Isi penuh gentong kalian!". Ucap Varendra.


" Aku akan mencari kantung untuk mengisi persediaan air ". Ucap Zays, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


" Apa yang kamu rencanakan ?". Tanya Varendra kepada Fedric.


" Mengalahkanmu! Hahahaha ". Fedric tertawa menggoda Varendra.


" Kamu jelas tahu apa maksud perkataan ku."


" Aku dapat!". Zays berteriak dan lari ke arah mereka berdua.


" Kita isi penuh, setelah itu kita bergegas pergi ". Ucap Zays.


" Sebenarnya kamu tidak perlu mencarinya! Salah satu Fluchku adalah simpanse. Banyak persediaan air yang sudah kukumpulkan ". Ucap Varendra.


" Simpanse? Hahahah " Fedric menertawakannya.


" Jika begitu, kenapa kamu tidak mengatakannya tadi? Kita pun tidak perlu mencarinya ". Ucap Zays.


" Kamu kalau bicara fikir dulu! Kamu pun bisa mengendalikan alam, air pun dapat kamu panggil, aku fikir untuk menemukan air tidak perlu membuang energi!". Jawab Varendra.


.....


" Akhirnya kita sampai di tepi laut sebelum matahari terbit Zays!". Ucap Fedric.

__ADS_1


" Iya, sebentar lagi matahari akan terbenam, kita bisa menyebrangi laut sekarang!". Ucap Zays.


" Tunggu Zays! Apakah jika kita bisa menyeberangi laut kita akan sampai kepada matahari terbenam?" Tanya Fedric.


" Tentu tidak!. Matahari masih jauh lagi, Aku akan mengontrol fikiranku  membuat sistem untuk mempersingkat antara jarak, waktu, massa, kecepatan. Itu semua melewati sistem kendali alam ".


" Membuat pusaran Vroxsze? Tanya Varendra".


" Iya. Bagaiman kamu tahu?". Tanya Zays.


" Aku tidak bodoh sepertimu!". Jawab Varendra.


Tiba-tiba saja muncul badai besar di lautan, memungkinkan mereka tidak bisa menyeberangi nya.


" Zays gawat! Ada badai. Bagaimana cara kita menyeberanginya?".


" Aku akan coba mengendalikan air ".


" Jangan!! Simpan energimu untuk membuat pusaran Vroxsze nanti , aku tidak mau mati karena kamu kehabisan energi nanti". Ucap Varendra.


" Kita akan bersama-sama melewati badai itu ". Ucap Varendra


" Apa kamu gila! Mau menerjang badai sebesar itu?". Ucap Fredic.


" Fluch ku Rajawali. Badai sebesar apapun tidak akan menghalangiku!".


" Kalian berpegangan padaku!".


Varendra mengeluarkan Fluch Rajawalinya dan terbang lepas landas dengan kecepatan tinggi di atas permukaan laut menerjang badai. Tiba tiba genangan air menerjang mereka hingga tak terlihat di atas permukaan laut, tapi Varendra mampu menembus badai itu dan kembali ke permukaan laut.


" Apa kamu tidak bisa terbang lebih tinggi?". Teriak Fedric


" Aku sengaja! Kita bahkan belum mandi, jadi sekalian. Lagipula gentong kalian penuh jadi berat ". Jawab Varendra.


Varendra merendahkan tubuhnya kembali pada permukaan laut, membuat kaki mereka menyapu lautan.


Mereka bertiga berteriak lepas di lautan.


" Zays!!!!


segera pusatkan fikiranmu!".


Zays memusatkan fikiran agar bersatu dengan alam, angin berhembus kencang membentuk pusaran Vroxsze tepat dihadapan mereka, Mereka masuk secara bersamaan dan tiba di Dunia Swardorf.


....


" Zays kita ada dimana?"  Ucap Fedric


" Ini adalah Dunia Swardorf, dunia di balik matahari terbenam. Ibuku memberiku petunjuk agar kita bisa menemukan wanita yang memberiku Sari Bunga Xrazin ".


" Bukankah seharusnya saat ini sudah gelap? Matahari sudah terbenam. Kenapa disini masih terang ". Tanya Zays.


Varendra menoleh ke langit


" Kita berada di dunia di balik  matahari terbenam jadi penerangan ini bukan dari sumber matahari" Jelas Fredic


" Terang itu sebagai Kalis dalam kehidupan yang gelap ini. Aku melihat semua orang disini berada dibawah pengaruh aura jahat kegelapan. Mereka semua di kendalikan. Apakah mereka semua berada di bawah pengaruh Sari Bunga Xrazin?" Zays bertanya-tanya.

__ADS_1


" Mereka dengan mudah membunuh yang lainnya


__ADS_2