Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Arena


__ADS_3

Pro-Master pemilik Academy menyuruh mereka berlima untuk mengikutinya ke ruangannya.


Lorong demi lorong mereka tempuh di sepanjang koridor, setiap pilar kokoh yang mereka lewati terpasang sistem pendingin suhu ruangan. Tak tanggung-tanggung terdapat aquarium besar di sepanjang mereka berjalan, aquarium tempat Academy ini menyegel Dark Fluch air. Entah untuk mereka uji coba atau apa, tidak ada yang mereka ketahui.


Padahal, di luar sana mereka kalangan bawah sedang kekurangan air, tapi berbeda dengan situasi di Academy ini, yang tidak menunjukkan sedikitpun jika mereka kekurangan akan air, malah sebaliknya, air di Academy ini terbilang jauh mencukupi bahkan hingga tak terpakai sampai-sampai di buatkannya aquarium raksasa.


Bangunan di Academy ini tidak jauh beda dari Academy kami para Master, hanya saja mungkin letak perbedaannya hanya pada kekuatannya saja. Tidak tahu juga, karena kami juga belum melihat kemampuan mereka.


"Ruangan khusus pemilik Pro-Master sangat sejuk, lebih dingin dari suhu luar yang panasnya mencapai 3× lipat lebih tinggi. Ruangannya terlihat sangat mewah, melebihi ruangan Ayah, ya mungkin karena ayah kami lebih menyukai kesederhanaan. Tapi, entah dengan orang-orang Academy ini, terlebih pemilik Academy, aku dengar mereka terkenal dengan kesombongan dan keangkuhan. Entahlah, kita lihat saja nanti." Batin Zays dalam hatinya.


" Kebetulan sekali kalian datang. Hari ini merupakan perayaan berdirinya Academy ini yang ke 657 tahun. Dan saya selaku Pro-Master Preefec Steephen pemimpin generasi ke VII mengundang kalian untuk bergabung dengan acara kami. Akan ada petarung-petarung hebat disini. Kalian bisa belajar dari mereka, mendalami cara mereka. Aku pun tidak ragu memberikan ilmu ku pada kalian. Itu yang bisa kami berikan untuk bekalan kalian nanti. Semoga kalian menikmatinya nanti." Ucap Pro-Master kepala


" Tolong benahi kata-kata anda, Kalian tidak mengundang kami. Kalian pun tidak akan Sudi menginjakkan kaki di pemukiman kalangan bawah. Ya, itulah pemukiman kami tinggal bermalam. Dan jika kami tidak kesini, bahkan dalam hati anda pun pasti tidak akan ada niatan untuk mengundang kami." Ucap Varendra


" Kami datang kesini pun tidak mengemis ilmu kalian, jika Anda merasa  kalian sangat hebat, dengan senang hati pencarian kepingan ini Aku serahkan kepada Anda atau mereka yang anda banggakan.


" Kami dengan cara kami sendiri. Simpan saja ilmu tinggi anda. Jika anda merasa mempunyai ilmu luar biasa,  sangat disayangkan Pro-Master yang dulu mati mengambil kepingan itu tidak datang menemui anda, meminta ilmu dari anda. Mungkin yang saya dengar salah jika Pro-Master itu merupakan orang terhebat dikalangan anda, karena anda lebih hebat darinya bukan?."


" Tidak usah memberikan tawaran pada kami, wahai tuan dermawan. Karena yang kami miliki lebih dari apa yang anda tawarkan. Jika anda sadar, bukan sadar, tapi anda pura-pura tidak sadar jika kalangan bawah pun membutuhkan pendidikan disini, tawaran anda akan sangat berguna bagi mereka."

__ADS_1


" Saya kesini bukan untuk meminta bukan menerima, tapi untuk merebut dan mengambil apa yang menjadi hak kalangan bawah. Saya disini menantang kalian, jika kalian Sudi. Atau mungkin kalian takut?, Jadi tidak ada alasan menolak bukan?.


" Saya pun tidak tahu jika kalian datang ke Dunia ini. Dan saya pun tidak tahu dimana kalian bermalam. Apa yang kalian dengar dari mereka merupakan tuduhan bagi kami." Ucap Pro-Master


" Saya kira anda Pro-Master dengan kedudukan tingginya tidak akan lupa tentang hal sepele atas apa yang telah anda  lakukan.


Jika angin pun bisa menyaksikan, dan menyampaikan pesan kepada kalangan bawah, kenapa tidak dengan anda? Apakah sekarang anda mencoba menutup telinga setelah anda menutup mata anda?."


Varendra terus menentang setiap kata-kata yang dilontarkan Pro-Master, bagi Varendra, mereka harus mendapatkan pukulan keras agar mereka tersadar.


Muka merah, mata melotot, seperti menahan sesuatu terlihat dari wajah orang yang sedang mendidih ubun-ubunnya.


"Matang nggak tuh otaknya. Biar bisa sedikit berfikir." Batin Bert yang sejak lama menyimpan kemarahan kepada mereka.


Pro-Master masih dengan kata-kata manisnya, masih bisa menahan luapan kemarahannya. Menjaga kewibawaannya didepan bocah seperti mereka.


.....


Seluruh murid Academy mengisi penuh mengelilingi satu arena pertandingan. Tak ketinggalan pula para Pro-Master pengajar yang duduk dalam sekumpulan tempat yang dikhususkan mereka. Terlihat bahwa Pro-Master pemilik Academy berada di barisan terdepan dari segerombolan para pengajar. Memandang sengit mereka berlima terlebih Varendra yang telah membuatnya naik darah.

__ADS_1


Suara peluit berbunyi tak lupa diiringi musik untuk menyambut perayaan meriah pada pembuka acara.


Matahari terik tepat berada diatas kepala, yang menunjukkan waktu siang hari. Sementara kemampuan Varendra belum genap tiga hari penuh. Butuh waktu sekitaran jam empat sore hari, kemampuan itu padat kembali dan dapat digunakan semaksimal mungkin.


Tapi Varendra sudah menyusunnya dengan rapi, sebelum memasuki arena, Varendra sudah mengatakan kepada Pro-Master Preefec bahwa dia akan melihat kemampuan dari murid-muridnya terlebih dahulu. Jadi akan ada waktu bagi Varendra memadatkan kekuatannya.


Pertarungan demi pertarungan telah mereka saksikan, tidak bisa dipungkiri bahwa kalangan Pro-Master ini memiliki kekuatan yang cukup hebat tentunya dibandingkan para Master. Kombinasi antar kombinasi mereka padukan sehingga kekuatan yang mereka hasilkan cukup besar dan bervariasi.


Mula-mula, murid Junior yang memiliki kemampuan lebih melawan Dark Fluch. Setelah menang, murid tersebut duel dengan para seniornya, duel sesama Light Fluch. Pengalaman yang dimiliki senior lebih banyak sehinggakan bagi para senior cukup mudah melawan para juniornya.


Tidak disangka laki-laki yang berani menasihati akan kesopanan Varendra saat memasuki gerbang Academy, ternyata ialah pemenangnya. Rupanya ia merupakan murid terkuat yang dimiliki Academy ini.


Waktu menunjukkan jam tiga sore dan telah ditentukan siapa pemenangnya, dan acara berikutnya yang ditunggu-tunggu ialah pertarungan pemenang dengan Varendra. Tetapi sebelum Varendra maju, ia mempersilahkan Bert dengan Fluch yang terlepas dari segelnya melawan sang pemenang.


Pertarungan antara mereka sesama Pro-Master dimulai.


Bert langsung mengeluarkan Fluch Phoenix naga api yang ia miliki.


Lawan menyaksikan terlebih dahulu Fluch apa yang akan Bert keluarkan. Setelah mengerti apa yang Bert keluarkan, lawan mengeluarkan perpaduan Fluch  Hogweed dan akar Hemlock. Tidak disangka jika lawan mengeluarkan Fluch jenis tumbuhan yang ia miliki.

__ADS_1


Bola-bola api dari Fluch Phoenix, Bert lontarkan kepada lawan  serangan demi serangan dapat ditangkis oleh Fluch tumbuhan sang lawan. Bola bola api itu bukan ditangkis, melainkan diserap oleh Fluch tumbuhan Hogweed. Sementara Fluch akar Hemlock diarahkan lawan kepada Fluch Phoenix.


Akan seperti apa perpaduan kekuatan Fluch tumbuhan yang dimiliki lawan?


__ADS_2