Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Dunia Nordelard


__ADS_3

Pelindung blazart dengan cahaya hitam melingkari tubuh Varendra. Membuatnya terjaga dari panasnya lahar berapi.


"Tidak semudah itu. Kami akan membuatmu menderita. Kamu akan memberikan kesakitan untuk mereka semua. Hingga kamu sendiri mengemis meminta kematianmu. Tapi tidak mudah, sebelum kamu menghancurkan mereka." Suara roh kegelapan menggelegar menggema di setiap desiran darah.


"Bangsat... Punya nyali juga rupanya." Senyum smirik Varendra di sebelah pipi.


"Cerdik juga kamu memanfaatkan ku."


Tidak ada pilihan lain. Varendra tidak bisa mundur begitu saja dan melenyapkan dirinya. Ia terpaksa harus terus maju dan melawan mereka.


"Kalau begitu kamu yang ciptakan ajalmu sendiri." Sambung Varendra


"Rennn....ren. Bocah tengil bodoh, sok jagoan. Kamu fikir akan mudah melenyapkan ku? Aku memang sudah mati. Roh kegelapan. Kita berbeda kehidupan.


Bagaimana kau menghabisiku? Dengan pisau? Dengan kekuatan payah mu itu? Akan lebih  mudah lagi untuk melenyapkanmu, menggerogoti tubuhmu, setiap desir darahmu. Tapi tidak, tidak saat ini. kamu sangat berharga untukku."


"Kita lihat, siapa yang akan jadi budak siapa." Senyum smirik yang kedua kalinya terkeluar dari wajah cool Varendra.


"Aku memang racun, mematikan. Tapi asal kalian tahu, aku juga memiliki penawar." Sambung Varendra


"Dengan penawar itu, aku bisa menghancurkan Kelian berkeping-keping." Imbuh Varendra.


"Penawar? Adikmu yang kau maksudkan penawar?, Sudah ku tebak isi fikiranmu itu. Mari kita lihat, apakah dia akan jadi penawar atau pemicu racun untukmu." Jawab Roh penguasa.


"Jika kau berani menyentuhnya, habislah kau!" Ancam Varendra.


"Bukan aku. Tapi kamu. Ingat itu! Hahahahaha."


Varendra melanjutkan pencarian kepingan Kristal Zero, menyusup ke lembah kawah, mencari titik sumber cahaya hitam dengan pelindung Blazart roh kegelapan yang melingkar melindungi dirinya.


Varendra menyelam Sampai ke dasar kawah, hingga terlihat jelas pada penglihatannya tentang keberadaan kepingan Kristal Zero.


Varendra menemukan titik sumber cahaya gelap, misinya kali ini akan segera berhasil, Varendra tidak mau terburu-buru mengambilnya, ia menyusun rencana. Tak pernah ia terpikirkan jika penguasa didalam dirinya bisa dimanfaatkan untuk membantu misinya, mungkin bukan hanya pelindung ini saja, mungkin juga bisa membantunya lebih.

__ADS_1


"Bukan diriku yang akan menyelesaikan misi ini. Tapi kejahatan yang berada dalam diriku yang akan menuntaskannya." Batin Varendra dalam hatinya


Varendra mencoba berdiam diri. Memusatkan fikirannya. Mencoba mengumpulkan aura hitam yang memang sudah terbenam dalam dirinya, menjalar di setiap aliran darah dan deru nafasnya. Ia membangkitkan aura itu kembali


Aura yang sebelumnya dikendalikan oleh roh penguasa kegelapan. Kini, dengan sadar dan dengan jati diri Varendra sendiri yang mengontrol dan mengendalikan aura kegelapan. Ia mengumpulkan aura itu menjadi satu kepadatan. Dengan aura itu, ia mencoba melawan aura kegelapan pada kepingan Kristal Zero.


Benar saja, aura kegelapan pada kepingan Kristal Zero itu seakan patuh, makin melemah. Entah aura itu hilang atau terserap ke dalam diri Varendra, Varendra hanya melihat cahaya hitam pada kepingan itu semakin memudar.


Segera Varendra mengambil kepingan Kristal Zero yang sudah ia murnikan. Varendra mencoba kembali ke permukaan, menyusul Zays dan yang lainnya, yang ternyata masih terbaring pingsan di permukaan.


Varendra mencoba membantu Zays, Minerva, dan Vivena untuk berdiri. Ia hendak mengeluarkan Fluch rajawali nya dan membawa mereka ke tempat yang aman. Tanpa Varendra sadari, ia tidak bisa menggunakan Fluch nya sendiri. Ia lupa jika ia sudah mewujudkan Fluch menjadi sungguhan dan ia harus menerima konsekuensinya selama tiga hari.


Tak fikir panjang, Varendra langsung membangkitkan aura kegelapan lagi di dalam dirinya, dengan sepenuhnya atas kontrol dan kendali Varendra sendiri, terasa semakin menyenangkan bagi dirinya yang tanpa Fluch ataupun kekuatan lainnya, cukup ia mengendalikan aura kegelapan dan semua itu dapat membantunya.


Dengan fikirannya, Varendra berencana membawa mereka bertiga dan bisa menapaki dunia ke empat, Dunia Nordelard.


Tak disangka apa yang ia rencanakan bisa dituruti oleh kekuatan aura kegelapan, dan membawa mereka dengan hitungan kedipan mata, mereka pun langsung menghilang meninggalkan tempat itu.


Mereka berempat tiba di suatu perguruan, yang terlihat jelas di mata Varendra. Terlihat para murid yang membentuk beberapa berkelompok yang sedang berduel adu kekuatan antar masing-masing kelompok.


"Akan aku jelaskan pada guru kalian." Jawab Varendra sembari merangkul Zays dan lainnya.


Senior itu menyuruh adik seperguruan yang lain untuk memanggil kepala dari perguruan yang berada di Dunia Nordelard.


Terlihat dari jauh seorang pria berumur lebih tua dari sekumpulan murid yang berjalan mendekati kami.


"Siapa kalian?" Tanya seorang kepala perguruan


Varendra menunjukkan kepingan Kristal Zero di sakunya, yang ia gunakan sebagai tanda pengenal mereka berempat.


Kepala Master menyuruh para muridnya merawat ketiga teman Varendra yang pingsan. Segera para murid membantu mereka bertiga dan mangambil alih dari rangkulan Varendra.


"Kamu ikuti saya."

__ADS_1


Kepala perguruan berbalik badan dan memerintah Varendra untuk mengikutinya, sementara yang lain sedang diobati oleh tabib perguruan.


Berbeda dari ruangan kepala Academy sebelumnya di dunia Firexgard, ruangan kepala perguruan disini terlihat sangat sederhana. Tidak berbeda dari ruangan lain saat Varendra menyusuri Ruangan demi ruangan yang ia lalui. Ruangan dengan bilik bambu warna natural yang disusun rapi berjajar sehinggakan membentuk suatu dinding penyekat antar ruangan.


"Bagaimana bisa kamu sampai ke perguruanku?" Tanya kepala perguruan


"Entahlah, aku menggunakan sistem kendaliku, lalu tibalah disini." Jawab Varendra.


"Tidak mungkin." Jawab kepala perguruan yang membantah


"Maksud anda?" Tanya Varendra


"Apa kamu tahu, apa itu Dunia Nordelard?"


Varendra menggelengkan kepalanya, tak mengerti pelajaran apa yang akan disampaikan kepala perguruan ini. Datang datang sudah di beri materi. Batin Varendra


"Dunia dengan sistem penyerapan tertinggi. Dunia dengan kekuatan elemen tanah terkuat di seluruh dunia. Semua kekuatan, apapun kekuatan yang datang ke dunia ini akan terserap ke tanah. Jadi sesiapapun tidak mampu menggunakan kekuatannya di dunia ini." Jelas kepala perguruan


"Lalu? Apa masalahnya denganku? Apa aku harus mengagumi kelebihan Dunia kalian?"


"Bukan itu maksudku. Dengan kekuatan apa kamu bisa sampai kesini." Tanya kepala perguruan lagi


"Bukankah sudah kukatakan tadi." Jawab Varendra


"Tidak mungkin. Karena semua para Pro-Master ataupun dewa-Master sekalipun tidak bisa langsung menjajaki perguruan ini. Perguruan ini terletak di tengah-tengah dunia Nordelard. Sedangkan sesiapapun yang hendak datang ke dunia ini, ia akan tiba dan hanya bisa tiba di hujung barat ataupun hujung timur dunia Nordelard. Sesiapapun tidak bisa menggunakan kekuatannya di dunia ini. Itulah alasanku menanyakan mu." Jelas kepala perguruan


"Kak!" Zays memanggil Varendra dari kejauhan dan segera menghampiri kakaknya. Sedangkan Minerva dan Vivena tidak ikut menemani Zays.


"Kamu sudah sadar?" Tanya Varendra sembari melihat jemari adiknya yang dibalut kain perban menutupi lukanya.


"Hanya luka kecil, tak masalah." Zays menunjukkan tangannya.


"Apakah kalian kakak beradik itu?". Tanya kepala perguruan

__ADS_1


"Ya. Itu kakakku Varendra dan aku Zays adiknya."


"Mengapa di Dunia Pro-Master ada seni bela diri? Bukankah kalian Pro-Master dengan kekuatan hebat yang kalian miliki?"


__ADS_2