Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Dark Fluch II


__ADS_3

Mereka berempat terdampar di Sabana yang sangat luas, tidak terlihat satu orang pun sepanjang mereka berjalan.


" Menunduk!!!". Ucap Zays


" Apa itu Dark Fluch? Ataukah monster? "


" Bukan Viv, aku rasa itu seekor lebah raksasa bukan Dark Fluch".


" Awas! Di depan kita!!".


Semut berukuran raksasa mendekati mereka berempat. Mereka lari menghindari kejaran binatang raksasa.


" Aku rasa, binatang di Dunia ini semuanya berukuran raksasa!". Teriak Zays sembari memimpin berlari.


Bukan hanya semut yang mengejar mereka. Seakan terhirup aroma santapan lezat dari tubuh mereka, sehingga para serangga berdatangan ingin memangsai mereka.


Seekor kaki seribu raksasa berhasil menjatuhkan Varendra yang berlari di baris paling belakang, kaki seribu itu berhasil melilit tubuh Varendra.


" Kak!!"


Zays menoleh ke belakang dan ingin menghampiri Varendra, tetapi Minerva menarik tangan Zays.


" Kita fikirkan taktik dulu untuk melawannya!".


" Bukankah kamu sangat mempercayainya?"


" Kamu pergi sekarang! Aku bisa mengatasinya sendiri!". Teriak Varendra.


" Gunakan Fluch kalian untuk terbang  tinggi  di udara". Perintah Zays kepada mereka berdua


Melalui sistem fikiran, Zays menciptakan Fluch burung Phoenix. Lalu Minerva terbang dengan Fluch lebahnya, dan Vivena terbang dengan Fluch burung kenarinya. Tapi tetap saja, serangga raksasa di udara pun memburu mereka . Serangga raksasa itu berukuran 5× lebih besar dari Fluch yang mereka gunakan.


" Bagaimana ini Zays? Mereka bukan Dark Fluch, kita bisa saja langsung membunuhnya, itu tidak berpengaruh langsung terhadap Light Fluch kita. Tetapi mereka binatang, bukan Iblis. Kita harus mencari cara untuk mengendalikan mereka!". Ucap Minerva


Minerva dihadang oleh lebah raksasa dan Fluch yang sedang ia gunakan pun lebah. Mereka sesama lebah beradu kekuatan. Meskipun Minerva kalah besar dengan lebah raksasa, tetapi ia menyusun taktik untuk menghadapi lebah raksasa itu.

__ADS_1


Minerva mengeluarkan dan memperbanyak Fluch lebah jantan, yang ia keluarkan dari Fluch lebah betina yang ia miliki. Dalam setiap Fluch lebah jantan, ia menanamkan Bisa Madu ke setiap isi suntikan ekor para lebah jantan. Minerva mengarahkan semua Fluch lebah jantannya tepat pada dada lebah raksasa, dan menyuntikkan  Bisa Madu dalam dada lebah raksasa.


Tapi sayang, Fluchnya terlalu kecil dan suntikannya tidak bisa menjangkau hati lebah raksasa, apalagi Fluch lebah itu tidak berbentuk nyata, tidak berwujud, jadi jika sudah sekali Fluch itu mengenai sasarannya, pasti Fluch tiruan itu akan hilang dengan sendirinya.


Minerva mencoba menyerang dengan Fluch lebah betinanya yang berada dalam dirinya sendiri. Ia mencoba maju mendekati lebah raksasa. Ia mengeluarkan energi ganda dengan Fluch akar Deadly Nightshade dari dalam dirinya.


Tangan lebah raksasa berhasil mencengkram tubuh Minerva erat dan semakin erat. Kesempatan bagi Minerva untuk memberikan suntikan pertama  ekornya, ia mengarahkannya pada tangan lebah raksasa  yang dengan erat mencengkeramnya. Tidak lama setelah itu, efek Fluch akar Deadly Nightshade nya bereaksi. Cengkraman semakin melemah, tubuh Minerva terlepas sedikit demi sedikit terasa longgar. Lebah raksasa tidak banyak melakukan gerakan karena otot-ototnya lumpuh.


Suntikan keduanya ia arahkan tepat pada dada dan menyusup masuk ke dalam hati lebah raksasa. Bisa Madu menyebar dalam hati, jantung dan semua peredaran darah. Lebah raksasa menjadi jinak dapat terkendali. Oleh karena Fluchnya lebah, Minerva dapat berbicara dan memahami bahasa lebah. Minerva menyuruh lebah raksasa untuk membawa pergi jauh teman-temannya yang berterbangan mengejar mereka.


" Minerva!! ayo bantu kakakku! energinya sudah melemah sejak awal, aku takut dia lemas!".


Zays dan Minerva segera menghampiri Varendra yang sedang dililit keras oleh kaki seribu raksasa.


Sementara Varendra mengeluarkan sisa energinya untuk membuat protect dirinya. Tapi sayang, setelah energi ganda yang ia keluarkan untuk membuat pusaran Vroxsze, kini tak memiliki kekuatan penuh. pelindung itu lemah, rapuh. Varendra mengeluarkan Fluch Sayap tajam Rajawalinya, dan sayang juga, ketajamannya lemah tidak mampu menembus kulit keras kaki seribu raksasa. Sistem hati dan fikirannya pun ia kontrol untuk mengendalikan Kaki seribu tapi tidak berhasil 100%.


Kaki seribu raksasa makin melilit keras tubuh Varendra, Varendra yang sedari awal berusaha mencoba mengeluarkan berbagai Fluch dan kekuatannya, menyebabkan energinya yang sudah lemah semakin tergerus. Tidak ada yang bisa ia lakukan lagi. Tubuhnya lemas, sistem fikirannya pun kering akan cairan, elemen air di dalam dirinya berkurang drastis, dadanya sesak, lilitan keras pada tubuhnya membuatnya ia kesulitan menghirup udara, dan elemen angin dalam dirinya pun berkurang  yang menyebabkan semua sistem dalam dirinya tak tentu arah, Sehinggakan Darah mengalir dari hidungnya. Akan semakin berbahaya jika Varendra tidak segera ditolong, bisa jadi dia tidak sadarkan diri.


" Kak!!!" Teriak Zays untuk menyadarkan Varendra yang hampir pingsan.


Minerva menyuntikkan Bisa Madunya pada tubuh Kaki seribu, tapi suntikannya tak mampu menembus kulit keras kaki seribu.


" Gawat!!! rupanya dia Dark Fluch Dunia II, sedangkan yang kita hadapi tadi bukan Dark Fluch. Kita Dunia Master sulit menembus kristal zeronya".


" Apa rencana kita selanjutnya?".


Zays mencoba memusatkan fikirannya untuk mengontrol Dark Fluch kaki seribu, mencoba mengontrol, berkomunikasi,  berkompromi kepada Dark Fluch itu, tapi tidak terhubung, tidak terjalin gelombang perhubungan.


Zays berfikir mungkin dengan sistem kendali hati dari Fluch ibunya Dewa Master bisa mengalahkan Dark Fluch itu. Tapi tetap tidak berfungsi, Dark Fluch masih belum terkendali. Zays panik melihat kakaknya yang lemas dengan darah di hidungnya.


Tanpa pikir panjang Zays masuk kedalam mulut Dark Fluch kaki seribu, ia menjelajah kedalam hati, rupanya hati Dark Fluch itu pun terlindungi keras seperti sebuah lempengan baja, ia tak punya cara untuk menembus kristal Zeronya, sistem kendali fikiran dan hatinya tak berpengaruh sedikitpun pada Dark Fluch Dunia II. Tak ada cara lain lagi, dalam fikiran Zays bukan lagi memurnikan kristal zero, tapi mencoba membunuhnya melewati organ yang lunak. Zays mengeluarkan Fluch ganda, Rajawali dan Turritopsis Dohrnii, ia menyetrumkan racun kedalam setiap bulu Rajawali, dan segera ia menebarkan sayapnya di dalam perut Dark Fluch sehingga mengoyak tubuh kaki seribu, mencabik cabik isi perut nya dan membelah perutnya. Zays membunuh Dark Fluch itu tanpa memurnikan Kristal Zero.


Varendra terlepas dari lilitan keras Dark Fluch raksasa,Vivena yang sedari awal bersembunyi di ranting pohon kini keluar membantu Minerva yang merangkul Varendra yang lemah.


" Bertahanlah! Kita akan segera memulihkan tenaga kita ". Ucap Minerva pada Varendra.

__ADS_1


" Zays!!!"


Teriak Minerva yang melihat kristal Zero pada dirinya hitam.


" Aku tidak apa-apa, Dark Fluch dalam diriku tidak membuatku terluka".


" Jangan gila! Kita ini Master Light Fluch, bukan Dark Fluch yang hanya bisa membunuh Iblis Dark Fluch".


" Aku pun terpaksa, jika tidak kakakku yang akan terbunuh".


Minerva langsung mengeluarkan Fluch lebah jantan yang ia arahkan ke dada Zays. Suntikan lebah itu menetralkan kristal zero milik Zays.


" Bantu kakakku duduk".


Zays membersihkan darah pada hidung Varendra dengan kain yang ia potong dari bajunya.


" Makanya.... Jadi orang jangan sok jagoan, simpan energimu baik-baik, Aku kan lebih kuat darimu, jadi biar aku yang menghadapi. Ingat, aku tidak lagi memberikan kesempatan untukmu bertarung ".


Zays menyalurkan sebagian energinya  kedalam diri Varendra, mengisi kekosongan energi Varendra.


" Dasar!! Aku bis...


" Eitss, jangan banyak bicara, pulihkan dirimu dulu baru bisa memarahiku".


Varendra memukul-mukul lemas kepala Zays.


" Ini kepalaaa.....


bukan batok kelapaaa.....


fikir duluuu". Ucap Varendra lemah


" Sudahlah, nanti saja menegurku, kita sekarang cari tempat yang aman untuk kita istirahat pulihkan tenaga ".


Zays menggendong Varendra di punggungnya.

__ADS_1


" Ayo! Kita berangkat. Kalian berdua cepat jalan dulu!".


__ADS_2