Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Air


__ADS_3

Zays berkonsentrasi memusatkan fikiran dalam dirinya, untuk menciptakan air dari sistem kendalinya. Untuk membentuk air melalui dirinya bukanlah satu hal yang mudah, tidak hanya mengandalkan satu elemen air saja dalam dirinya yang kemudian terbentuklah air, tidak semudah itu.


Zays mengatur tingkat emosi dalam dirinya, untuk mempercepat ritme dan detakan jantung, dari jantung itulah titik pusat pengaliran darah, setiap sel kepingan darah bertambah suhu kehangatan yang kemudian ia kumpulkan dan padatkan menjadi satu kesatuan sehingga suhu bertambah tingkat kehangatannya. Hal ini merupakan tonggak awal  memunculkan elemen api didalam dirinya.


Setelah elemen api dalam diri yang ia buat, ia mengeluarkan elemen angin. Elemen itu ia hasilkan dari setiap udara dari luar yang masuk ke dalam diri nya yang telah membaur dan diolah melalui sistem paru parunya, udara yang keluar melalui sistem dalam dirinya berkolaborasi dengan ritme gerakan jantung sehinggakan terbentuklah angin.


Sementara itu angin bergerak diarahkannya ke otak. Dalam otak hanya menampung elemen air dan tidak terkontaminasi dengan elemen lainnya. Jadi cukup dengan kendali fikiran ia dapat menciptakan elemen air.


Dalam otak sudah terdapat elemen air dan elemen angin(yang sudah dikontrol untuk dibawa masuk). Keduanya sudah berpadu yang menyebabkan elemen air dapat keluar dibawa ke jantung oleh elemen angin.


Elemen api dan air berpadu dalam satu pengaliran darah yang menghasilkan uap dari keduanya. Dari uap itulah Zays mengalirkan pada satu titik di telapak tangannya dan menembusi pori pori telapak tangannya.


Genangan demi genangan terbentuk menjadi sekumpulan air pada telapak tangannya. Di arahkan lah air itu pada sebuah Kristal Zero di hadapannya.


Cahaya hitam lambat laun memudar, yang menandakan aura roh kegelapan telah sirna. Kristal Zero elemen angin berhasil mereka murnikan.


Dunia Xlyvroye atau dunia angin terkenal dengan dunia tercepat dalam penyampaian sebuah pesan dan informasi. Berita tentang keberhasilan mereka telah tersebar luas ke seluruh penjuru dunia Pro-Master.


" Minerva. Fluch Zays ada dalam dirimu. Gunakan Fluch itu. Kita lanjutkan ke dunia selanjutnya." Ucap Varendra


" Kenapa terburu-buru, apakah kita tidak istirahat terlebih dahulu?. Lihat itu kondisimu." Ucap Minerva sembari mengangkat lengan Varendra yang sekaligus membalut luka dengan kain yang berada pada pergelangan kakinya


" Iya, apa sebaiknya kita tidak makan dulu, kita cari tempat makan terdekat, aku sudah lapar terus terusan bertarung."


" Siapa??." Tanya Varendra mengulangi perkataan Vivena


"Kit.... "


"Oke oke, kalian yang bertarung, tapi aku juga lapar melihat kalian bertarung."


" Waktu ku terbatas. Cepat, gunakan Fluch itu!." Ucap Varendra mengulangi perkataannya.


" Bisakah waktu membatasimu?, Sedangkan waktu tidak membatasi kita bertiga. Kenapa hanya dirimu yang dibatasi oleh waktu? Kenapa waktu menjadi penghalangmu? Apa ada sesuatu yang mendesak bagimu?


" Ya. Waktu membatasi mereka. Ya. Mendesak bagi mereka yang membutuhkan penawar itu." Jelas Varendra.

__ADS_1


Seolah-olah ada hal yang Varendra sembunyikan, yang secara tidak sadar ia mengungkapkan sebuah kode clue. Tetapi perkataan Varendra bagaikan ular yang mampu meliuk liukan badannya untuk menghindar mencari celah.


" Apa si pemberani ini kehilangan kekuatannya, sehinggakan tidak mampu menggunakan Fluch nya sendiri." Ucap Vivena


" Siapa bilang. Aku hanya bosan saja melindungi kalian. Jadi kini giliran kalian menggunakan Fluch kalian. Enak saja selalu nebeng pada ku. Sekarang giliran kalian lah sendiri yang berusaha."


" Oke. Aku akan menggunakan Fluch Rajawali Zays". Ucap Minerva


" Kenapa tidak menggunakan pusaran Vroxsze saja kak, seperti biasa."


" Kalau begitu cepatlah kamu transferkan penglihatanmu pada Minerva!." Ucap Varendra


Ada sesuatu yang aneh dari Varendra. Ia tidak menggunakan Fluch maupun menggunakan penglihatannya terlebih sistem kendalinya. Apa yang sebenarnya terjadi?


" Aku masih ingat jika dunia selanjutnya berada di bagian timur sebelah dunia Bromsborm, Minerva, kamu arahkan Fluch itu ke bagian timur!." Ucap Zays


Minerva menggeluarkan Fluch Rajawali milik Zays, dan Zays menggunakan penglihatannya untuk merekam dunia selanjutnya, Dunia Firexgard.


Seperti biasa, Zays membentuk pusaran Vroxsze untuk menembusi dunia tujuan mereka.


" Apakah kita sudah berada di dunia berbeda?. Aku rasa tempat ini udaranya sangat panas." Ucap Vivena


Zays bertanya kepada salah satu penduduk yang tinggal disana


" Maaf Pro-Master, apakah ini benar dunia Firexgard?."


" Iya benar. Untuk tujuan apa kalian kemari?."


" Kami sedang dalam sebuah misi pencar..."


Belum sempat Zays menyelesaikan ucapannya, orang itu memotong pembicaraan Zays


" Ohhh rupanya kalian anak muda itu. Sini-sini, mampir kerumah bapak."


Mereka masuk kedalam rumah bapak paruh baya itu, rumah berukuran kecil yang cukup mampu menampung seorang anak dan istrinya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang anak remaja yang seumuran sama seperti mereka datang menghampiri.


" Siapa kalian? Apa kalian orang berduit? Orang hebat? yang mau masuk ke Academy Firexgard?."


" Bert! Jaga ucapanmu. Kemarilah!


Ayo, perkenalkan dirimu pada mereka!." Pinta ayah dari anak itu.


" Aku Exberta Rafionander, panggil saja Bert. Maafkan aku karna tidak sopan pada kalian, Aku kira kalian salah satu dari orang-orang sombong itu."


" Tidak masalah.


Perkenalkan juga Aku Zays, ini adalah kakakku Varendra, yang berambut panjang itu Minerva, dan yang terikat rambutnya itu adalah Vivena." Jelas Zays yang memperkenalkan diri.


" Siapa orang sombong yang kamu maksud." Tanya Varendra to the point yang merasa tersinggung.


" Aku rasa kamu orangnya kak. Lihat, bahkan kamu terkenal di dunia ini." Bisik Zays di telinga Varendra yang terkekeh melihat kakaknya merasa tersindir.


" Jadi, anak bapak ini merasa kesal karena kelakuan anak-anak dari Academy Firexgard yang selalu menindas orang-orang miskin dan lemah seperti kami. Mereka kaum menengah dan kaum atas membawa anak-anak mereka ke Academy terkenal itu untuk mendapatkan pendidikan. Berbeda dengan kaum kami, jangankan melangkahkan kaki ke Academy itu, mencium aroma kami dari jauh pun mereka segera mengusir kami. Jadi tolong dimaklumi atas sikap anak bapak."


" Aneh. Kenapa bisa ada Academy seperti itu?." Siapa yang membuat peraturan seperti itu?." Tanya Minerva.


Belum sempat menjawab pertanyaan Minerva, tiba-tiba Vivena yang sedari tadi merasa gerah memotong pembicaraan mereka.


" Maaf Bu, boleh aku minta air, entah kenapa dunia ini terasa panas."  Sambil mengibaskan kerah bajunya.


" Iya, sebentar ya, akan ibu ambilkan". Jawab istri dari bapak itu.


" Memang dunia Firexgard ini terasa lebih panas dari dunia lainnya, semenjak bencana yang disebabkan oleh kepingan itu, suhu di dunia ini meningkat menjadi 5×lipat lebih panas." Terang Bapak itu.


" Maaf nak, persediaan air di rumah kami habis, ibu tidak bisa menyuguh kalian walau secangkir air." Ucap Ibu itu sehabis dari dapur


" Bahkan dunia kami menjadi kekeringan kurang pasokan air, sudah hal biasa bagi kami untuk menahan haus dan dahaga, sebab itulah energi kami cepat melemah, kami bau karena juga jarang mandi. Berbeda dengan mereka yang memiliki uang lebih dan kekuatan lebih, mereka dengan mudah membeli dan mendapatkan pasokan air dari dunia seberang." Jelas Bapak paruh baya


" Dunia seberang? Apakah sesulit dan sejauh itu untuk mendapatkan air?." Tanya Zays

__ADS_1


__ADS_2