
Bert mengkombinasikan Fluch Phoenix api dengan Fluch ular berbisa, keduanya pun bergabung menjadi satu sehingga saat ini bola api yang ia lemparkan mengandung bisa. Fluch Akar Hemlock mampu menangkis bola api berbisa, karena Fluch Hemlock itu sendiri sudah bergabung dengan Hogweed yang beracun. Fluch Hemlock menajalar mendekati Fluch Phoenix dan mampu dihindari oleh Fluch milik Bert, tapi siapa sangka kombinasi Fluch lawan dapat membuat akar menyabang berkecambah banyak dan dengan mudahnya melilit Fluch Phoenix milik Bert.
Kontak langsung dengan Fluch Hogweed lawan menyebabkan kulit dari Fluch Phoenix melepuh karena sifatnya yang selain panas juga beracun. Racun itu masuk mengenai mata Phoenix yang menyebabkan kebutaan. Fluch milik Bert terluka dan melemah.
Pertarungan antar sesama Light Fluch tidak berpengaruh terhadap Kristal Zero, karena keduanya sudah sama sama murni. Hanya saja, Fluch yang kalah dan melemah akan menjadi milik lawan, dan harus mengakui tuan barunya. Bert pun kehilangan Fluch yang dimilikinya.
Pertarungan antara keduanya telah usai. Varendra yang sudah padat akan kemampuannya segera memasuki arena pertandingan. Pertarungan antara keduanya menjadikan penentu nasib kalangan bawah. Apakah anak-anak mereka akan mendapatkan hak yang sama untuk belajar di akademi ataukah akan tetap sama seperti itu.
Varendra membentuk Fluch baru, kali ini Varendra tidak menggunakan Fluch yang ia miliki, tapi Varendra justru menciptakan Fluch baru. Fluch Manzanilla Muerte. Fluch itu terinspirasi dari sebuah pohon beracun yang ia temukan saat menuju sungai.
Menggunakan ingatannya akan bentuk dan Kemampuan yang dimiliki oleh pohon itu terekam jelas di fikiran Varendra, sehinggakan ia mampu meniru pohon yan ia temui dan menciptakannya menjadi Fluch buatannya. Tetapi sebelum Varendra mulai meluncurkan serangannya, ia juga mengendalikan awan mendung hitam membentuk gumpalan besar yang Varendra tempatkan di atas arena pertandingan, sementara sang lawan tidak tahu apa yang Varendra rencanakan.
" Apakah kamu malu jika semesta langit menyaksikan kekalahanmu? lalu kamu menutupinya dengan bantuan awan?." Ledek sang lawan kepada Varendra
" Apa kamu siap?." Tanya Varendra.
" Aku selalu siap mengalahkanmu." Jawab lawan.
" Persiapkan kekalahanmu. Persiapkan juga penutup wajahmu." Jawab Varendra
" Kurang ajar!."
Melihat Varendra menggunakan Fluch tumbuhan untuk pertarungan kali ini, maka lawan pun tetap menggunakan Fluch yang sama yang sebelumnya ia gunakan.
Kedua Fluch sama-sama beradu, kedua Fluch memiliki kemampuan sama. Saling melilit dan melemahkan satu dengan lainnya. Tetapi belum berhenti disitu, senjata Varendra belum juga ia gunakan. Ya. Gumpalan awan hitam yang sudah siap di atas kepalanya ia kendalikan. Tetesan air hujan mampu membasahi kedua Fluch yang sedang bertarung.
Perpaduan Fluch Manzanilla Muerte dan air hujan yang jatuh melalui pohon ini mampu mengumpulkan phorbol.
Karena Fluch lawan adalah Hogweed yang memerlukan sinar matahari agar dapat aktif, jadi Varendra mengumpulkan gumpalan awan untuk menutupi paparan sinar matahari kepada Fluch lawan, sekaligus juga ia mampu menghasilkan air hujan untuk mengaktifkan Fluch buatannya (Manzanilla Muerte).
Singkatnya, Fluch Hogweed aktif dengan sinar matahari, sedangkan Fluch Manzanilla Muerte aktif dengan tetesan air hujan. Sehinggakan Fluch Hogweed melemah saat terkena tetesan hujan. Terlebih juga Phorbol yang terkumpul dari tetesan air hujan yang melewati Manzanilla ini mampu membakar lawan.
Varendra berhasil mengalahkan lawan dengan Fluch buatannya. Tentu saja ada harga yang harus dibayar. Fluch yang ia ciptakan dari sistem kendalinya, mampu menguras energinya 3×lipat lebih besar daripada Fluch murni yang dikeluarkan dalam dirinya.
Pro-Master kepala dan pengajar lainnya memasuki arena.
"Anda sudah lihat sendiri kekalahan murid anda." Ucap Varendra.
__ADS_1
"Apa yang kalian inginkan?." Tanya Pro Master Preefec
" Biarkan kalangan bawah mendapat haknya di Academy ini." Jawab Varendra.
"Menjadi muridku maksudmu?. Apa untungnya buatku?." Ucap Pro-Master Preefec
"Aku akan membayarmu dengan mengembalikan suhu Dunia ini menjadi normal. Semua air terpenuhi. Tentunya itu keuntungan besar bagi anda, anda tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk hal itu." Ucap Varendra
Memang benar, semua Fasilitas sistem pendingin ruangan, dan air yang didapat oleh Academy Firexgard melalui uang dari para orang tua mereka para kalangan atas.
" Baiklah kalau begitu. Tetapi setelah kalian berhasil membayarnya, baru setelah itu mereka (kalangan bawah) baru boleh masuk." Jawab Pro-Master
"Tidak butuh waktu lama." Imbuh Varendra.
.....
Mereka berempat melanjutkan perjalanan mereka untuk menemukan kepingan selanjutnya, sementara Varendra menyuruh Bert untuk pulang kembali.
"Aku mau ikut dengan kalian." Ucap Bert
"Jangan, persiapkan saja barang-barang bawaan mu untuk memasuki Academy itu nanti. Butuh waktu yang lama bukan?." Ucap Varendra.
.....
"Betul. Lalu dimana kita akan mencarinya?." Tanya Minerva.
" Sesuatu hal yang berhubungan dengan api? Tempat terpanas? Apakah itu neraka? Kita akan memasukinya?." Jawab Vivena dengan pemikiran konyolnya.
"Kalau begitu kamu saja sana yang masuk, aku lebih baik pulang." Jawab Minerva
"Bagaimana menurutmu Zays?." Tanya Varendra kepada Zays yang sedari tadi membisuka diri.
Varendra pun mengerti maksud dari membisunya Zays.
" Keman perginya lilin itu, yang biasanya mencairkan suasana...
Membuat si hati beku mencaiiirr...
__ADS_1
Kalian tahu, kemana perginya?." Tanya Varendra kepada Minerva dan Vivena.
" Aku lilinnya. Asalkan kamu yang jaga lilin." Jawab Zays sembari menahan senyumnya, mengingat kisah sepasang lilin dan penjaganya yang terjadi di dunianya.
"Kenapa senyummu seperti itu? Apa ada yang lucu?." Tanya Varendra bingung
"Kamu penjaga lilin itu yang membuatku lucu." Jawab Zays.
"Ya, tidak apa. Jika kamu lilin, aku siap menjaganya." Jawab Varendra.
"Jangan sampai lilin itu mati." Ucap Zays
"Tidak akan. Aku akan melindunginya sekuat tenagaku." Jawab Varendra.
" Kalau kamu mampu membuatnya terjaga, kamu pasti kaya raya." Imbuh Zays.
" Aku akan menjagamu tidak menjualmu, bagaimana bisa kaya raya?." Jawab Varendra yang semakin bingung dengan perkataan Zays.
" kalau lilin itu mati, babi ngepet kena pukul. Hahahaha." Tawa Zays pecah.
Zays tertawa seorang diri sedang yang lainnya melongo tidak mengerti.
" Apa maksudmu? Babi kepepet apa? Apa hubungannya dengan babi? Jangan bilang kamu sudah tidak waras. Apa tadi dia terbentur kepalanya? Hah?." Tanya Varendra sambil Menoleh ke Minerva dan Vivena
"Dengar! Di duniaku ada kejadian antara lilin dan penjaganya. Penjaga itu mengawasi lilinnya agar tidak mati, supaya si babi ngepet berhasil mencuri uang." Jelas Zays
" Dasar! Kalau begitu salah ucapanku tadi, kamu bukan lilin, tapi Babi ngepetnya." Imbuh Varendra.
.....
"Kenapa kita mendaki seperti ini?."Ucap Vivena.
"Aku rasa kepingan itu berad Adi gunung berapi." Jawab Varendra.
" Ya. Dunia ini banyak dikelilingi gunung berapi, berbeda dari dunia lain. Dan tujuan kita kali ini menuju ke gunung berapi terbesar." Imbuh Zays
Setelah sampai di puncak gunung berapi, mereka dikejutkan dengan penunggu Dark Fluch. Dark Fluch Naga Hydra. Penggabungan antara Hydra (air) berkepala banyak dan Naga (api). Kedua elemen api dan air digabungkan menjadi satu, akan sulit mencari titik lemah.
__ADS_1
Mereka berempat bersembunyi dibalik batu sembari mencari titik kelemahannya. Zays dan Varendra dengan sistem penglihatannya menerobos masuk ke dalam tubuh Dark Fluch.
Antara elemen api dan air tidak bergabung menjadi satu. Ada dua sistem pengaliran dalam Dark Fluch ini, satu pengaliran darah untuk elemen api (Naga) dan yang satu untuk elemen air (Hydra), kedua elemen itu memberikan kekuatan masing-masing untuk diri Dark Fluch itu sendiri.