Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
kombinasi


__ADS_3

Varendra mengeluarkan Fluch Elang dan Zays mentransferkan memorinya pada Fluch itu, memori yang menyimpan setiap inchi keberadaan dunia Broomsbrom pada peta. Fluch Elang terbang tinggi dibawah kendali Varendra dan membawa memori ingatan Zays. Burung itu mencari keberadaan Dunia yang mereka tuju untuk mendapatkan gambaran mengenai seperti apa lokasi itu.


" Aku tidak menyangka bahwa kedua kekuatan kita bisa digabungkan jadi satu, yang aku tahu dari Ayah jika ada seseorang yang melekat dihatinya, maka kekuatan itu tidak bisa berpengaruh apapun pada orang itu".


" Apa adikmu ini bukan seseorang itu? Yang melekat di hati mu?".


" Bukan. Tidak ada lem perekat". Jawab Varendra dengan cepat.


" Ya karena kau tidak mampu memberiku uang untuk membelinya. Tapi tidak apa, permen pun cukup lengket". Ledek Zays yang mengingat kejadian sewaktu Varendra memberinya permen.


" Lagipula aku bercanda, jika memang hal itu juga terjadi pada kita, pasti kekuatanku tidak akan berpengaruh padamu, mungkin karena ada ibu didalam diri kita". Sambung Zays


" Jadi maksudmu aku melekat di hatimu, begitu? Dan aku akan berterimakasih padamu?  Aku tidak mau. Jangan sampai aku ikut-ikutan meleyot sepertimu".


" Ya. Tapi jangan cemburu lagi jika aku dengan yang lain". Ucap Zays mengingat apa yang pernah Varendra katakan.


Varendra bergidik merasa geli dengan ucapan Zays,


"Apa aku benar-benar sadar saat bicara seperti itu?, Aku rasa aku sedang mabuk berat, gila, benar-benar gila". Batin Varendra


" Dan karena kamu tegak keras seperti kayu yang mau memukulku, jadi yaaa aku harus meleyot seperti ular juga untuk menghindarimu". Jawab Zays yang tidak mau kalah dari Varendra.


Sementara Minerva dan Vivena hanya bisa mengerutkan dahinya dan mengangkat bahunya merasa heran mendengar percakapan mereka berdua.


" Kalian kakak beradik aneh, sangat aneh".


" Apanya yang aneh?". Tanya Zays tidak mengerti maksud ucapan Vivena.


" Bisa bisanya kalian bercanda dalam keangkuhan dan kesombongan seperti itu". Jawab Vivena


" Dan aku rasa aku mulai mengenal kalian". Sahut Minerva


" Ya begitulah cara kami berinteraksi". Jawab Zays.


" Aku bisa melihat perbedaan saat kamu bersama Fredic dan juga saat kamu bersama Varendra. Fredic sangat manja padamu, bagiku dia selalu merepotkanmu, ya, tapi itu bukan suatu hal yang merepotkan kamu, karena aku lihat kamu juga senang saat direpotkan olehnya. Beda dengan saat kamu bersama Varendra, dia memang angkuh, sombong, karena dia lebih suka memikulnya sendiri daripada merepotkanmu, Aku salut dengan cara kalian". Ucap Minerva dengan tersenyum


" Sudah, jangan diteruskan, jangan sampai si hati beku mencair, nanti aku direpotkan karena tidak ada kulkas".


Sementara itu Fluch burung elang milik Varendra kembali membawa rekaman penglihatan pada dunia yang hendak mereka tuju. Zays mengambil memori rekaman itu. Dilihatnya gambaran tempat yang hendak mereka tuju.


" Tebing, terjal, sangat tinggi, aku rasa semua penghuni penduduk itu berada di dataran tertinggi, tidak heran jika bencana tanah longsor itu menewaskan banyak penduduk". Ucap Zays setelah melihat melalui benak fikirannya.

__ADS_1


" Apakah kamu melihat para raksasa lagi disana? Aku tidak mau lagi dirubah jadi kuping gajah". Tanya Varendra


" Tapi aku mau LAGI bertemu seseorang seperti kakek disana, ya aku harap. Tapi menurut yang aku lihat, Tidak kak, ukuran tubuh mereka sama seperti di dunia kita".


" Zays kamu ingat? daya serap tanah lebih kuat, akan lebih kuat lagi jika pada dataran terendah. Makin rendah dataran, makin tinggi daya serapnya. Jadi, kita tidak mungkin membuat pusaran Vroxsze pada dataran tinggi". Ucap Varendra


" Tidak masalah, kita kan punya Fluch". Jawab Varendra


" Kita? Gua aja kali, loe enggak".


" Biar nanti aku yang buat pusaran itu". Ucap Zays


" Jangan". Bantah Varendra


" Apa kakak yang mau buat?"


" Jangan nanti. Tapi sekarang!".


Pusaran Vroxsze selesai dibuat oleh Zays, daya serap pusaran itu sangat tinggi yang membuat kami tersedot olehnya.


Mereka tiba di dataran terendah pada Dunia Broomsbrom, terlihat sama seperti apa yang telah direkam burung itu. Tidak jauh dari tempat mereka berada, terdapat tebing yang sangat tinggi, disanalah tempat penduduk dunia itu tinggal.


" Aku rasa untuk melewati tebing setinggi itu, energi kita akan terkuras habis setelahnya". Ucap Minerva


" Kali ini, biar aku yang mengeluarkan Fluchku, kalian bisa berpegangan padaku". Ucap Varendra.


Siapa sangka Varendra mengeluarkan perpaduan Fluch banteng bersayap rajawali, dengan sistem kendalinya pula.


" Kak? Apa ini tidak berlebihan? Dengan tiga lapis? Fluch, sistem kendali, kombinasi banteng. Aku pun tidak pernah melakukannya".


" Untuk pemanasan tidak masalah".


" Nah, ini nih, memang Fluch yang pantas untukmu. Banteng yang keras kepala, ditambah sayap, ya sudah terbang tinggi, sombong". Ucap Minerva.


Mereka berpegangan pada Varendra menembus beratus-ratus kilometer. Ya memang setinggi itu.


" Aku rasa sekarang aku tahu, kenapa kamu gunakan Fluch banteng. Kuat keras kepala, suka tantangan. Tepat digunakan untuk menerjang tebing setinggi ini". Teriak Zays


" Dari mana kamu belajar semua ini?" Sambung Zays


" Kakek yang merawatku sudah lebih dari cukup memberi bekalan buatku". Jawab Varendra berteriak.

__ADS_1


" Setelah kita menemukan penawar ini, Kamu harus selalu ada untuk mengajariku. Ingat itu!". Pinta Zays pada Varendra.


" Aku tidak janji. Mungkin saja Aku mati dalam misi ini". Ucap Varendra


" Aku tidak akan membiarkanmu mati dulu, sebelum kamu mengajariku. Ingat itu, ingat!".


" Kamu lupa kalau aku juga mempunyai kemampuan ingatan yang tajam sepertimu?, Jangan ulangi kata itu lagi!".


Setelah hampir dua jam mereka menempuh tebing yang terjal itu, akhirnya sampai juga pada dataran tinggi tempat tinggal para penduduk.


Ternyata mereka tiba di sebuah pasar yang ramai penduduk.


" Ayo, kita makan dulu, sambil kita amati  apa yang mereka lakukan". Ucap Minerva.


Mereka tiba di rumah makan, setelah Zays memesan makanan, Zays mencium aroma makanan itu. Dan ternyata aman, tidak ada sari bunga xrazin dalam masakan itu.


Saat mereka sedang makan,  terjadi perkelahian antara dua orang Pro-Master, masing-masing dari mereka menggunakan Fluchnya untuk melawan satu sama lain, orang yang satu memakai Fluch kepala naga  dikombinasikan dengan burung cendrawasih, dan lawannya menggunakan Fluch kepala Hydra dikombinasikan dengan burung elang. Semburan api yang keluar dari Naga berhasil dilenyapkan oleh Hydra air berkepala banyak .


" Sudah hentikan!!! Keluar kalian sekarang!! Jangan membuat ribut di tempat ini". Teriak pemilik warung dengan emosi.


" Kak. Aku tidak menyangka jika mereka para Pro-Master juga mengkombinasikan kedua kekuatannya. Apa sebelumnya kakak sudah tahu?". Tanya Zays kepada Varendra.


" Makanya aku bilang untuk pemanasan dulu, kakekku pernah memberitahukan aku tentang ini ". Jawab Varendra


" Hebat sekali kakekkmu, aku rasa kakekmu lebih hebat dari ayah kita, tapi mengapa tidak masuk dalam sejarah?".


" Mana ku tahu?". Jawab Varendra


" Zays, apa kamu tidak mengambil Fluchmu kembali, aku takut terjadi apa-apa nanti padamu". Ucap Minerva


" Jangan!! Jangan pernah kamu kembalikan Fluch itu sebelum kita menemukan penawar itu". Bentak Varendra dengan cepat.


" Kenapa? Agar kamu terlihat lebih hebat darinya?" Sindir Minerva.


" Ya". Jawab Varendra mendongakkan kepalanya.


Varendra mengunci Fluch milik Zays di dalam diri Minerva, mendorong telapak tangannya tepat di hadapan Minerva jadi hanya Varendra lah yang bisa membukanya, tentunya tanpa pengetahuan mereka bertiga.


" Apa yang kamu lakukan padaku?". Tanya Minerva


" Kenapa? Ada masalah?.

__ADS_1


Lagipula Aku juga tidak menyentuhmu".


" Aku penasaran saja dengan hatimu, apa berdegup kencang. Perhatian sekali pada Zays". Elak Varendra


__ADS_2