Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Octopus


__ADS_3

" Bagaimana kalian bisa terkenal hanya dengan taktik seperti itu?." Tanya Bert kepada mereka


" Hushh... Diam. Kita melawan melihat-lihat dulu seberapa besar kemampuan Dark Fluch, jika tidak se-level dengan kita, untuk apa buang-buang energi kita". Ucap Varendra


" Ooohhh tidak se-level denganmu yaaa? Jadi, sebenarnya mudah bagimu mengalahkannya, begitu? Jadi, kamu memilih gunakan taktik ini. Aku kirakan Dark Fluch yang kasian pada kita lantas membiarkan kita untuk kabur. Ternyata kamu tohh yang kasian dengan Dark Fluch itu karena dia lemah. Oohhh begitu rupanyaaa?."Sindir Zays


" Lalu apa bedanya?, dengan taktik seperti ini pun energi kita terkuras habis." Ucap Bert


" Mau jawab aja susah banget, tinggal jawab saja kamu tidak mampu melawannya kan? Lalu keluarkan jurus terakhir. Itu namanya jurus kepepet, sudah di hujung tanduk ya sudah tinggal terjun saja." Ledek Minerva


" Baru kali ini aku melihat si sombong ini kabur menghadapi lawan. Hahaha." Imbuh Vivena


" Sebenarnya kakakku, diaa...."


Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, sebuah kaki menginjak dirinya dan memotong pembicaraannya.


" Hush. Sudah kubilang, aku bosan melindungi kalian, kalau kalian mampu lawan, lawanlah. Jangan jadi manja yang selalu mengandalkan orang lain." Jawab Varendra.


" Sudah-sudah, ayo kita lanjutkan perjalanan kembali." Ucap Bert


Sembari mereka melanjutkan perjalanan ada sesuatu yang hendak Minerva tanyakan kepada Bert yang membuat ia penasaran.


" Bert, kenapa ayahmu menyegel Fluchmu? Aku rasa ada alasan penting ia melakukannya." Tanya Minerva


" Itu terjadi dua tahun lalu, yang saat itu ada murid dari Academy Firexgard menyerangku, merendahkan kami kalangan bawah dan meremehkan kemampuan ku, ya dengan terpaksa aku melawan mereka. Terjadilah pertempuran itu. Pertempuran yang lumayan sengit yang merusak mengobrak-abrik elemen alam sekitar, hingga angin pun mengadu menyampaikan pesan pada Ayah, lalu ayah menyegel Fluchku. Alasannya menyegelku bukan karena pertarungan itu, tapi karena sebuah pesan pun datang kepada mereka para guru Academy Firexgard yang kemudian datang menemui ayahku dan memintanya untuk menyegel Fluchku."


" Selesaikan pertarungan mu itu nanti." Ucap Varendra.


" Maksudmu?." Tanya Bert


" Kita akan datang ke Academy itu bukan hanya sekedar lewat bukan? Bukan sekedar senyum, tunduk, menyapa 'hai', 'wahh kalian hebat', lalu pergi begitu saja. Kita akan berikan mereka kenangan yang tidak terlupakan." Imbuh Varendra.


" Kenangan apa? saat dirimu tidak bisa gunakan Fluch mu pun masih bisa buat rencana?." Ucap Zays


Varendra menoleh ke arah Zays dengan tatapan tajam. Mengisyaratkan seolah-olah Zays dilarang untuk mengatakannya.


" Kenapa dengan Fluch mu?." Tanya Minerva


" Apa kurang jelas penjelasan ku?. Aku bilang aku malas menggunakannya untuk hal yang tidak penting." Jawab Varendra.

__ADS_1


Setelah berjam-jam mereka menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di sungai tempat tujuan mereka. Sungai dengan pola radial sentripetal yang seharusnya berasal dari segara arah dan menuju ke pusat tengah. Mengapa seharusnya? Karena Dunia Firexgard tidak terdapat aliran sungai, aliran sungai cepat menguap dan kering sehinggakan tidak terdapat aliran sungai pada Dunia Firexgard. jadi hanya separuh saja aliran sungai itu mengalir dari Dunia Bromsborm.


" Waahh air..." Segera Bert mendekati tepian sungai dan meminum air .


" Bagaimana tidak jenuh jika caramu seperti ini." Ucap Varendra


" Maksudmu kak?."


" Maksudku??."


Varendra mendorong Bert hingga tercebur ke dalam sungai.


Sungai perbatasan itu terbilang sangat besar dan luas terlebih lagi curam. Varendra tahu jika sungai itu curam, memang inilah yang ia rencanakan.


" Zays, nanti buat pelindung blazart, tapi ingat hanya pelindung dengan sistem ruang udara pada hidung, selebihnya jangan gunakan pelindung." Pesan Varendra lirih  pada Zays


" Kalian terserah mau ikut tidak."


"Tunggu apa lagi, ayo!." Varendra menarik tangan Zays dan menyeburkan dirinya bersamaan dengan Zays.


" Viv, ayo kita ikuti mereka."


" Tapi...."


Minerva menarik tangan Vivena dan menyeburkan dirinya menyusul mereka bertiga.


Mereka berlima menyelami pusat sungai. Zays pun menggunakan sistem kendalinya membuat pelindung blazart di hidung mereka sehinggakan mereka bisa bernafas.


Sementara mulut mereka tidak dilindungi pelindung sehingga Bert dengan mudah minum sepuas-puasnya.


Varendra mengisyaratkan Zays melewati kepalanya yang disodorkan kedepan, Zays pun mengerti maksud Varendra. Zays dan Varendra memimpin perjalanan mereka didepan menuju dasar laut.


Zays dengan sistem fikirannya mencoba berhubung dengan Varendra melewati telepati antara keduanya.


" Kenapa kita menuju ke dasar sungai?." Tanya Zays melewati telepati itu.


" Aku ingin mencari Dark Fluch air. Semoga saja bisa berguna nanti." Jawab Varendra.


" Bukankah sistem kendali mu masih diluar kendali?." Tanya zays.

__ADS_1


" Maka dari itu, aku tidak akan menggunakan sistem kendaliku pada Dark Fluch nanti, akan sulit terkontrol. Untuk mengaktifkan, Aku akan mentransferkan sistem kendaliku kepadamu, dan kamu yang sepenuhnya mengontrol atas sistem kendali punyaku dan punyamu sendiri. Dua sistem kendali akan ada dalam dirimu." Jelas Varendra


" Kenapa tadi saat menyerang Dark Fluch harimau tidak melakukan rencana seperti ini." Tanya Zays


" Karena tadi kamu yang membuat rencana, jadi aku menjalankannya saja." Jawab Varendra.


Saat mereka berada di dasar sungai mereka melihat gundukan, terdapat benjol-benjol seperti batu karang, dan terlihat runcing runcing seperti rumput laut dengan warna berbeda.


" Zays, bawa mereka bertiga mundur! Kamu lihat di depan kita, itu terlihat sangat mirip, tetapi lihat di dalam gundukan itu terdapat Kristal Zero." Ucap Varendra


" Dark Fluch Octopus (Gurita) di sungai?" Tanya Zays


" Kita tunggu respon darinya, jika Octopus cincin biru itu berubah kuning cerah dengan bulatan biru, maka dia sadar akan keberadaan kita, cepat-cepatlah persiapkan dirimu". Ucap Varendra


" Aku melihat tiga buah jantung, setiap jantung terdapat Kristal Zero." Ucap Zays


" Ya. tiga Kristal Zero." Ucap Varendra.


" Apa yang kamu lihat lagi." Tanya Varendra yang bermaksud agar Zays memahami lawannya.


" Darah dari dua jantung dialirkan ke dua insang, sementara jantung lainnya mengalirkan ke seluruh peredaran darah, tapi darah itu berwarna biru pucat bukan merah." Jelas Zays


" Master tingkat dasar pun mampu memahami itu. Lihat lebih dalam lagi." Pinta Varendra


" Sepertinya sebagian besar sel saraf dua per tiganya ada di delapan lengan Octopus lebih besar daripada di bagian kepalanya." Jelas Zays.


" Ya. Jadi, walaupun nantinya otak mengendalikan perintah tingkat tinggi untuk bergerak, tapi sistem kendali pada lengannya lebih besar daripada sistem kendali di otaknya." Jelas Varendra


" Lalu apa rencanamu?."


Belum sempat Varendra menjawab, Dark Fluch Octopus itu menyadari keberadaan mereka, merasa dirinya terancam yang terlihat dari perubahan warna pada dirinya.


" Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Zays


" Hadapi dulu". Jawab Varendra yang segera mentransferkan sistem kendalinya kepada Zays.


Kedelapan lengan Octopus itu sangat refleks dan bergerak sangat cepat. Zays menyelinap menghindar dari tangkapan kedelapan lengan itu.


Octopus dengan gerakan refleksnya mampu mencengkram tubuh Zays dengan lengannya, menggali kulit lawan dan meletakkan tentakel pada kulit Zays, memutuskan lengannya, dan membuka seluruh tentakel pada kulit lawan.

__ADS_1


Zays kesulitan melepas setiap tentakel Octopus. Sementara itu, Dark Fluch Octopus mengeluarkan tinta hitam pekat dari kantungnya. Varendra menarik Zays menghindari tinta beracun dihadapannya sembari fokus mentransferkan kendali kepada Zays.


__ADS_2