
" Awas kiri mu Fred! "
Fredic langsung menghindar
" apa itu tadi Zays? Kenapa aku tidak melihatnya? "
" Aku juga Zays! " imbuh Vivena.
" Bagaimana denganmu Minerva ?"
" Aku melihatnya, itu Dark Fluch Akar Brugmansia. Hati-Hati di depanmu Fred!"
Fredic terjatuh, sesuatu seperti mendorongnya tetapi tidak terlihat olehnya.
" Gawat, pengaruhnya mulai bermain di dalam fikirannya.
Minerva, kita hadapi ini berdua! "
Zays membuat sistem pelindung untuk melindungi Fredic dan Vivena, Zays tidak ingin mengambil resiko untuk mereka yang masih memiliki penglihatan Dasar.
Sementara itu, Minerva mencoba menghindar dari akar-akar Brugmansia.
" Zays! Kamu punya ide? "
" Akar ini mampu membuat seseorang berhalusinasi. Aku melihatnya pada fikiran Fredic ".
" Iya, jadi Apa yang harus kita lakukan? ".
" Salurkan Fluch ular mu padaku !"
" Caranya? " (Melompat menghindari akar akar itu)
" Genggam tanganku, tatap mata ku! "
" Kenapa disaat genting seperti ini, kamu malah mencari-cari kesempatan ".
" Siapa yang......
Aku tidak berfikir seperti itu!.
Itu caranya agar Fluchmu tersalur padaku!, Aku butuh Bisa ular madu mu! ".
Minerva langsung memegang tangan Zays, lalu menatapnya. Kedua mata mereka beradu satu sama lain.
" Apa yang aku lihat ini? Kenapa matanya begitu indah....
seakan-akan duniaku tertarik olehnya ". Batin Minerva dalam hati.
" Apa yang kamu fikirkan! Tatap mataku untuk Fokuskan fikiranmu, bukan melamun ! "
Minerva tesadar dari lamunannya, ia mulai menatap Zays dengan fokus dan mengeluarkan Fluch nya, Zays menatap Minerva lalu mentasferkan fikirannya untuk menyerap Fluch ular madu melalui tatapan matanya. Fluch ular madu tersalur di dalam diri Zays.
" Minerva, sekarang keluarkan Fluch Deadly Nightshade mu ! ".
" Minerva !!!" Ulang Zays
" Apa?? "
" Gunakan Fluch Deadly Nightshade mu !"
" Baik ".
Minerva menggunakan Fluch nya kepada Akar Brugmansia.
Akar-akar itu mulai bergerak melambat. Zays segera mentransferkan fikirannya untuk menjelajah masuk pada Dark Fluch Akar Brugmansia.
" Aku harus mencari titik sumber keluarnya setruman halusinasi. Pasti ini di sebabkan oleh kontrol fikirannya, tapi, dimana Aku bisa menemukan pusatnya?
Air!! Pasti untuk mengontrol fikirannya membutuhkan air ".
Zays menyusuri lebih dalam, banyak terdapat zat-zat dan partikel-partikel keci. Tapi Zays mencari unsur air, Zays mengikuti aliran air di dalam akar itu.
Benar saja pusaran air berpusat pada satu titik, pada satu titik itu menyalurkan air ke beberapa arah. Zays mengeluarkan Fluch Ular Madu yang ia dapatkan dari Minerva. Ia menanamkan "Bisa" madu pada pusat itu. Madu tersebar ke seluruh penjuru arah.
Dark Fluch telah di murnikan Zays menjadi Light Fluch.
" Kita berhasil Zays " Teriak Minerva gembira
" Belum!
Lihat itu". (menoleh ke arah Fredic)
" Heeeh "
" Ohhh.... Manisku, bidadariku..., kemarilah, Cium Aku, mmmuuahh ". (Mengejar Vivena)
__ADS_1
" Zayyys...
Minerva... Tolong Aku!!! ".
Zays dan Minerva menghampiri mereka berdua
" Biarkan Dia seperti itu! Efeknya akan berakhir dalam 15 menit, energiku sudah melemah ".
" Oh... Valley pujaanku ". Mengejar Vivena , Vivena menghindar dari pelukan Fredic sehingga Fredic mencium dan memeluk pohon yang ada di depannya.
" Jadi, kita teruskan atau pulang saja?"
" Aku mendengar suara keramaian pasar tak jauh dari sini ".
" Apa benar Zays? Kalau begitu kita lanjutkan saja ke pasar, Aku sudah lapar dan lelah menempuh perjalanan ini, kita bisa makan dan istirahat dulu disana ".
Zays merangkul Fredic membantunya berjalan menuju ke pasar.
" Zayssss,,,
kenapa pipimu merah, siapa yang berani mencium mu tanpa izinku haaa?
Fredic berhalusinasi seperti orang mabuk
" Tegakkan badanmu, jalan dengan benar!".
...
" Zays, kenapa kamu merangkulku?
" Kamu tidak apa-apa? "
" Akhirnya sadar juga, merepotkan saja ". Jawab Vivena.
" Apa yang terjadi denganku? Aku tidak ingat apapun."
" Kamu tidak ingat??
Dengar. Ohhh.... Valley,
Pujaanku...
Peluk Aku...
Cium Aku....
" Apa kami bilang!! "
" Eits eits, hidung bengkak hidung bengkak " (Vivena mengancam)
" Sudah diam! Kita sudah sampai di pasar, kalian berdua jaga sikap dan ucapan Kalian ". Ucap Minerva.
Mereka berempat duduk beristirahat di toko makanan, dan memesan beberapa makanan yang ada disana. Pelayan toko menyajikan semua hidangan di meja mereka.
" Wahh... Aku tidak sabar memakannya " Jawab Vivena yang sudah tidak sanggup menahan lapar.
Fedric menarik mangkuk sup iga, Vivena menahan tangannya.
" Ini punyaku, kamu ambil yang lain ".
" Mana bisa? Aku yang memesannya, kenapa kamu main ambil? " Jawab Fredic kesal
" Laki-laki sejati itu harus mengutamakan perempuan" Jawab Vivena
Minerva mengambil sumpit untuk memakan mie pangsitnya.
" Tunggu!!!"
" Ada apa lagi Zays? Tidak mungkin kannn Dark Fluch muncul dalam makanan ini...
Sudahlah, Aku sudah lapar".
" Jangan Fred!! "
" Ada aroma yang tak asing di penciumanku "
(Menghirup aroma sup)
" Sari Bunga Xrazin??"
" Bagaimana Sari Bunga itu ditambahkan ke dalam makanan ini??
Bagaimana bisa?
Yang mereka semua makan..... "(Menoleh ke semua pengunjung)
__ADS_1
" Tidak mungkin..."
" Kalian ikuti Aku! "(Zays berdiri)
" Kita pergi? Bahkan tanpa makan sedikitpun? " Keluh Fredic.
Mereka mulai melangkah keluar pintu, tetapi sebelum melangkah keluar, seorang pemilik toko berteriak kepada mereka.
" Hei... Kalian.
" Sebelum pergi bayar dulu makanan kalian "
" Fred, kamu yang bayar ". Suruh Vivena
" Uang dari mana? Aku bahkan tidak punya uang sepersen pun !" Lirih Fredic.
" Apa kamu bilang? Siapa tadi yang menawari kami anting-anting?"
" Eh pak... Begini,
Makanan itu tidak kami makan sedikitpun, jadi bapak bisa ambil kembali dan biarkan kami pergi ". Jawab Fredic
" Tidak bisa! Makanan ini sudah kalian pesan, itu berarti kalian sudah siap membayarnya. Bayar sekarang!! "
" Pak. Ini ambil uangnya"
(Minerva memberikan uang kepada pemilik toko)
Mereka bergegas melangkah pergi.
" Zays, bagaimana kamu tahu di makanan itu terdapat Sari Bunga Xrazin ? Tanya Minerva.
" Bertahun-tahun Aku telah memakannya ".
" Lalu? Zays, yang Aku tahu, Bukankah efek sari bunga itu akan merusak hati?".
"" Iya, tetapi jika Aku bisa mengendalikan diriku, itu tak berpengaruh apa-apa padaku ".
" Zays, Apakah semua makanan disini juga terdapat Sari Bunga Xrazin? Aku lapar..." (Fredic memegang perutnya)
Zays menuju ke penjual roti kukus, mendekat dan mencium aroma yang terkeluar.
" Aman. Kalian boleh makan ini ". (Memberikan kepada mereka)
" Kalian tunggu disini dulu, Aku akan mencoba mencari tahu ".
Zays bergegas pergi menuju ke beberapa pedagang kecil, mencium aroma dagangan mereka.
" Aneh,
Aku tidak menemukan Aroma Sari Bunga Xrazin pada dagangan mereka..."
" Mereka pedagang kecil, sedangkan yang Aku masuki tadi toko besar. Apakah sari bunga itu hanya terdapat di toko-toko besar?"
Zays mencari toko makanan besar lainnya, dan memasukinya. Mencium aroma makanan di dalam toko itu.
" Dugaanku benar, hanya toko-toko pedagang besar yang terdapat Sari Bunga Xrazin ".
Zays kembali menghampiri ke tiga temannya
" Ayo kita pergi!"
" Kemana? ".Tanya Fredic.
" Kita ke rumah penduduk sekitar ".
" Pintar kamu Zays, kita pasti akan disuguhkan makanan oleh mereka ".
" Makan terus, barusan saja kamu menghabiskan 10 potong roti kukus. Dasar rakus!! ". Sahut Vivena.
" Apa bedanya denganmu!! Kalau saja burung itu tidak mengambil setengah potong rotimu, kamu juga makan 10 potong ".
" Beda dongg... 9,5 dengan 10 itu lebih banyak 10, jadi kamu yang rakus ". Jawab Vivena
" Ini..." ( Memberikan kepada Zays)
" Aku bungkuskan beberapa untukmu ".
" Jangan salah paham. Jika kamu pingsan kelaparan, Aku tidak tahan mengurus mereka berdua ".
" Salah paham?.. Aku tidak punya pemahaman seperti itu,
yasudah terimakasih ".
(Mengambil roti pemberian Minerva)
__ADS_1
....