Petualangan Dunia Zetherom

Petualangan Dunia Zetherom
Misterius


__ADS_3

Tiba-tiba saja saat mereka sedang berbicara satu sama lain ada pria misterius memakai jubah bertudung hitam. Pria itu semakin mendekati mereka.


" Ikuti aku! aku tahu semuanya". Ucap pria misterius itu sembari membalikkan badannya melangkah menjauhi warung makan.


Mereka saling bertatapan satu sama lain


" Ayo kita ikut, siapa tahu Kita bisa dapat petunjuk darinya".


Pria misterius itu membawa mereka ke sebuah rumah yang kemungkinan itu adalah rumahnya. Mereka berempat berada pada ruangan yang gelap seperti tidak ada lampu, hanya ada penerangan sebuah lentera yang di letakkan di tengah meja besar. Pria itu duduk memimpin mereka. Mereka berempat duduk mengitari meja itu.


" Aku tahu kalian dalam misi pencarian penawar Sari Bunga Xrazin".


" Anda siapa? Darimana anda tahu?". Jawab Zays


" Kalian tidak perlu tahu tentang saya. Saya akan mengarahkan kalian untuk menemukan kepingan Kristal Zero".


" Apa yang anda ketahui tentang itu?" Tanya Zays kembali


" Aku tahu semuanya, dan aku tahu dimana itu berada".


" Jika anda sudah tahu dari awal, kenapa anda tidak mencoba mencari kepingan itu?". Tanya Zays


" Karena bukan hal mudah untuk mengambil kepingan itu. Ada dari kalangan kami Pro-Master hebat yang mencoba mengambilnya. Tapi Dia tidak berhasil, dan mati di kemudian harinya, setelah diteliti, ternyata dia dipengaruhi oleh roh kuat, gelap didalam dirinya". Jelas pria bertudung itu.


Minerva meneguk serat ludahnya.


" Zayss..."(Memegang pundak Zays)


" Roh? Kepingan itu Berhubungan dengan Roh?". Tanya Zays


" Memang apa yang kamu fikirkan dengan kepingan itu?". Ucap pria misterius


" Memang siapa takut?". Ucap Varendra.


" Kak. Kita hanya bisa menemukan cara untuk melawan Dark Fluch kalangan mereka, itu bekalan kita. Tapi tidak dengan Roh". Ucap Zays.


" Lalu? Kamu takut? Mau mundur?". Tanya Varendra


" Nggak. Aku akan melewatinya bersama kakak". Teguh Zays.


" Baik. Kalau kalian sudah bertekad, dengarkan ini".


" Kristal itu berada di lembah  perbatasan dua wilayah dunia ini. Saat bencana itu terjadi, kepingan itu membatasi antar dua wilayah timur dan barat, dan sampai saat ini, para Pro-Master tidak bisa melewati perbatasan itu karena pengaruh roh kepingan itu sangat kuat. Hanya Pro-Master hebat yang bisa melewatinya, tapi tetap saja tewas karenanya".

__ADS_1


" Saat ini kamu berada di wilayah bagian barat, dan harus menuju ke timur untuk menuju perbatasan".


" Baik. Terima kasih atas bantuan anda, dan kami akan segera menemukannya". ucap Zays


Mereka pergi meninggalkan rumah orang misterius itu.


" Kak. Kenapa bengong?"


" Tidak papa".


" Apa kamu percaya padanya?" Tanya Varendra


" Pada siapa? Orang misterius itu?, Yaaa aku percaya, karena dia mempermudah pencarian kita".


" Itu kamu. Aku tidak mudah percaya dengan seseorang".


" Ya. Karena kamu juga tidak mudah dipercayai, jadi kamu pun sulit untuk mempercayai". Jawab Zays


" Aku ingin percaya tapi bukan dengan kebodohan". Ucap Varendra.


" Sudah sudah, jadi bagaimana sekarang? Tanya Minerva.


" Lanjutkan". Ucap Varendra singkat.


" Kenapa tidak pakai Fluch saja? Aku capek". Ucap Vivena.


" Jika segala sesuatunya harus mengandalkan Fluch, kalau tiba-tiba muncul Dark Fluch dan kamu terlanjur kehabisan energi, mau tanggung sendiri?". Ucap Varendra.


Dan benar saja. Tapi kali ini bukan Dark Fluch yang muncul, melainkan seorang pemuda yang seumuran dengan mereka datang menghampiri mereka.


" Mau kemana kalian?". Tanya pemuda itu.


" Bukan urusan kamu". Jawab Varendra


" Kenapa kalian mengarah ke perbatasan? Apa kalian tidak tahu apa akibat dari perbuatan kalian nanti?" Tanya pemuda itu


" kami tahu, maka dari itu kami ke perbatasan". Jawab Zays.


" Apa kalian tidak tahu, jika kalian tidak berhasil, kalian akan mati. Dan kalaupun kalian berhasil kalian bisa saja menghancurkan dunia kami".


" Tidak! Jika kalian masih mau melanjutkan perjalanan kalian, maka langkahi mayatku dulu!". Ancam pemuda itu


Pemuda itu langsung mengeluarkan Fluchnya, kombinasi antara Fluch burung gagak dan kepala harimau siap untuk melawan mereka.

__ADS_1


" Simpan Fluchmu itu!. Kami datang juga mempertaruhkan nyawa kami disini. Kami ingin membantu dunia ini, duniamu Pro-Master, dan juga dunia kami. Apa kamu fikir kami datang ke sini suka-suka? Apa kamu lebih suka keadaan yang seperti ini? dibawah pengaruh Sari Bunga Xrazin?" Terang Zays.


Seketika, Fluch pemuda itu lenyap.


" Apa kamu tahu, bahwa Pro-Master hebat pun pernah mencoba mengambilnya? Dan itu gagal. Dan kamu? Dunia kamu yang mana satu yang kamu sebutkan? Apa kalian dari kalangan Dewa-Master yang mencoba membantu kami?". Ucap pemuda itu.


" Apa kamu fikir kami datang kesini untuk bunuh diri?"


" Ya. Dan tenang saja, aku pasti bisa mengambilnya dan akan aku lemparkan benda itu ke wajahmu". Ucap Varendra dengan penuh kesombongan.


" Jika memang kamu khawatir terjadi bencana lagi di dunia mu ini, maka bantulah mereka. Beritahukan kepada semua Pro-Master agar mereka meninggalkan dunia ini dulu". Saran Zays pada pemuda itu.


" Ya. Bagus juga idemu Zays. Pro-Master  yang meninggalkan dunia ini, kemungkinan dia masih sadar, tidak dalam pengaruh Sari Bunga Xrazin. Dan sebaliknya, Pro-Master yang tetap berada disini kemungkinan dia berada dalam pengaruh itu. Jadi, kesimpulannya, jikapun terulang bencana kembali, bukankah dunia kalian akan bersih dari mereka?". Ucap Varendra yang meyakinkan pemuda itu.


" Baiklah kalau begitu". Pemuda itu menyetujui ucapan mereka dan pergi meninggalkan mereka.


Mereka berempat kembali  melanjutkan perjalanan.


Saat dalam perjalanan di tengah hutan, tiba-tiba saja Minerva terjatuh berlutut, mukanya terlihat pucat dan kebiru-biruan.


" Minerva!!! Ada apa denganmu?" Tanya Vivena yang khawatir melihat Minerva


Minerva menunjuk ke hujung kakinya. Ternyata ada kalajengking yang menggigit Minerva.


" Viv, cepat Carikan ranting!".


" Minerva, kamu diam jangan banyak gerak!". Ucap Varendra yang langsung membaringkan Minerva dan meluruskan kaki Minerva.


" Tetap sadar dan jangan bergerak". Ucap Varendra kembali sembari menyobek baju bagian bawah dan mengikat kencang di kaki Minerva diatas gigitan itu.


" Aku akan gunakan sistem kendaliku kak!". Ucap Zays.


" Percuma". Ucap Varendra singkat dan langsung menghisap racun pada kaki Minerva.


Setelah Vivena datang membawa ranting, dipatahkannya ranting itu, dan di pasangkan di kedua sisi pada kaki Minerva. Varendra kembali mengikatnya.


" Fluch, maupun sistem kendali tidak akan menyembuhkan luka luar. Bahkan Master Swinerva pun menggunakannya dengan perantara nextar bunga sebagai obat".


" Jika Iblis Dark Fluch atau Master Dark Fluch yang menyerang  kita dengan Fluch, itu akan berdampak pada Kristal Zero, Fluch, energi kita. Tapi jika hewan berbisa tanpa Fluch, itu akan berdampak pada hidup kita. Sama seperti orang biasa tanpa Fluch yang menusukmu, pasti kamu akan mati".


" Lalu, kenapa kamu terluka saat dililit dark Fluch kaki seribu?".


" Karena aku menggabungkan sistem kendali pada Fluchku, itu dapat membuat seseorang terluka, berbeda jika hanya menggunakan Fluch saja, jika Fluch terluka maka hanya energinya saja yang lemah, juga berdampak pada Kristal zero". Jawab Varendra.

__ADS_1


__ADS_2