Pindah Ke Judul Lain

Pindah Ke Judul Lain
bab 8


__ADS_3

mereka semua melihat keterdiamanku,


" kamu sudah tidak pusing lagi?" tanya seorang pemuda .


"uwahh... bagaimana bisa kamu di sini!?" tunjuk ku padanya


" apa maksudmu?" tanyanya bingung padaku


" kemaren aku bermimpi di nikahkan paksa karena alasan yang konyol.. ha..ha..ha.." aku tertawa bodoh menjawabnya


" jadi menurutmu itu cuma mimpi begitu!" teganya sambil tersenyum smirk.


" oh jelas... mana mungkin ada peraturan konyol seperti itu, yang benar saja" kataku mengejek.


" dara ayo duduk dulu" ucap bos besar ku.


" ahh iya bos " dengan patuh aku menuruti perintahnya.


" siapa yang akan menjelaskan padanya tentang kejadian semalam?" tanya bos ku sambil mengarahkan pandangannya pada semua orang yang sedang berkumpul.


aku melihat di sana ada pak Hartono, pak Ardi, pak Indra, Seorang ibu paruh baya yang kuduga istri pak Hartono karena beliau duduk di sampingnya, ada seorang perempuan juga yang sedang hamil tua, pemuda tadi, mbak ayu,intan dan bos besar.


" begini nak dara, apa yang tadi kamu sebutkan sebagai mimpi adalah kejadian sebenarnya yang kamu alami tadi malam. seperti itu peraturan di desa ini nak. berlaku sudah sejak dulu" jelas ibu paruh baya tersebut dengan lembut.


aku yang mendengarnya ternganga tak percaya, bagaimana mungkin dalam semalam statusku telah berubah. ini mustahil.


" maaf Bu, tolong ibu jangan bercanda pada saya, saya datang ke sini bukan untuk melangsungkan pernikahan, saya hanya datang sebagai pegawai yang membantu keluarga ibu agar pernikahan putera keluarga ini dapat berlangsung dengan baik. ini bukan bulan April lohh Bu." jawabku sambil cengengesan, aku melirik semua orang, mereka melihatku dengan wajah serius. aku langsung berhenti tertawa.


" jadi ini semua benar?" tanya ku sambil mengarahkan pandanganku pada mbak ayu.


" jangan bilang iya mbak, itu gak mungkin" pekikku kencang.


" tapi kita memang sudah menikah dara,ini buktinya" ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangannya memberikan akta pernikahan dan kartu keluarga padaku.


aku membaca tulisan yang ada di kertas. aku baru mengetahui nama pemuda yang menjadi suamiku, ANGKASA KURNIAWAN HARTONO. dan ternyata benar bahwa dia adalah suami ku.


aku menghebuskan nafas dengan kasar.


" maaf tapi aku tidak bisa menerimanya." ucapku dingin sambil meletakkan kertas tersebut.

__ADS_1


" lalu apa yang kamu inginkan dara? saya akan membantu kamu!". kata bos ku sambil mengusap bahuku.


" pembatalan pernikahan" ucapku mantap.


"kurang ajar, kamu pikir ini permainan hah..." bentak pak Hartono sambil menggebrak meja dengan keras.


" lantas bapak pikir hidup saya permainan" sembur ku kasar sambil berdiri, ternyata infus ku terlepas seiring dengan gerakan ku yang tiba tiba.


" astaga dara...kamu tenang dulu itu tanganmu berdarah"ucap mbak ayu panik dan langsung mendudukkan ku dengan paksa.


" berikan tanganmu" ucap angkasa lembut.


" berikan peralatan ku" perintahnya pada seorang pria yang berdiri tak jauh dari kami


kapan dia mengambilnya pikirku, aku melihat dia sedang berusaha untuk menghentikan pendarahan ku. setelah membalut tanganku kemudian dia duduk di sampingku. aku sudah tak menggunakan infus lagi.


" hah...seperti kata dara, dia menginginkan pembatalan pernikahan, maka aku akan mengurusnya. kuharap kalian tidak mempersulitnya. " kata bos pada mereka


" tidak bisa" tegas pak Hartono


" pak diamlah, kamu dan emosimu membuat semuanya rumit. pernikahan nak dara dan angkasa itu sudah sah secara hukum. mereka menikah disaksikan oleh pemuka agama dan pegawai pemerintahan" jelas Bu Hartono.


" satu tahun, setelah satu tahun jika kamu tidak juga nyaman dengan pernikahan kita, aku akan mengabulkan permintaanmu" tegas angkasa


" maksudmu kontrak pernikahan? yang benar saja." kataku sebal


" jika menurutmu demikian itu terserah padamu" timpalnya


" angkasa jangan main main nak, ibu tidak setuju dengan hal itu" bantahnya.


" ijinkan aku menentukan hidupku Bu, aku yang akan mendidik istriku dengan caraku" tegasnya kemudian.


" kamu pikir aku setuju, jangan seenaknya menyimpulkan semuanya" sargah ku padanya


aku akan menghadap keluargamu dan menjelaskan permasalahannya" tegasnya padaku.


" aku tak akan membawamu ke keluarga ku" tolak ku kasar


" tak sulit bagi ku untuk mencari siapapun yang ku inginkan"jawabnya sambil tersenyum remeh.

__ADS_1


" kau...." tunjuk ku padanya.


" dara tenanglah, turuti dulu apa keinginannya, cuma setahun saja, lagi pula kamu juga gak perlu pusing mikirin pertanyaan orang orang tentang kapan nikah. jangan terlalu memilih,manfaatkan selagi bisa di manfaatkan bukan? usul mbak ayu dengan berbisik lirih padaku.


" baiklah, tapi aku ingin pernikahan pada umumnya, dan aku tak ingin tinggal di kampung ini. pernikahanku cukup di gelar secara sederhana di kampung halaman ku, bagaimana? tawarku padanya


" deal " ucapnya sambil menjulurkan tangan. dan lamgsung ku sambut uluran tangannya sambil tersenyum jahat. ha..ha..ha... rasain aku manfaatkan kamu untuk membungkam mulut semua orang.


" ibu dan bapak setuju kan untuk melancarkan dara pada orang tuanya besok? acara pernikahan di ulang dengan sakral, aku pikir tak perlu mengungkapkan kejadiannya pada orang tua dara agar mereka tidak kecewa" usulnya pada orang tuanya.


" dan juga tolong hanya mengundang keluarga inti saja, karena kita tak bisa membungkam mulut orang banyak. jika keluarga pasti akan berusaha untuk menjaga nama baik bukan? ucapku pada mereka.


" dasar tidak sopan" ketus pak Hartono.


" saya akan sopan pada orang yang menghargai saya tuan besar, orang tua ku selalu mengajarkanku untuk tak merendahkan diri sendiri dan juga tak menyombongkan diri sendiri. mereka selalu mengajarkan agar kami pandai membawa diri menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. agar kami tak dianiaya atau di bully pak" timpal ku tiba tiba sambil tersenyum sebal.


" baiklah, kesepakatan sudah di buat. besok saya dan kru saya akan ikut bersama ke kediaman keluarga dara. kalau begitu saya dan seluruh kru saya akan pamit untuk ke kota termasuk dara, sebelum kalian meminangnya pada orang tuanya maka dia masih tanggung jawab saya dan tak ada bantahan" tegas Bu bos ku pada semua.


" sesuai dengan permintaan ibu" ucap Bu Hartono ramah.


" anak anak ayo siapkan semuanya, agar kita segera berangkat" titahnya pada kami.


kami semua bergegas untuk membereskan semua barang barang kami.


sepeninggal dara dan teman temannya.


" biaya wo nya jangan lupa untuk di lunaskan, karena kesalahan tidak ada pada pihak saya. saya harap anda tidak keberatan bukan?" tanya bos dara


" kamu pikir saya tidak sanggup untuk membayar semua biaya itu?, saya tak kekurangan uang" Hartono mendelik tak suka.


" baguslah kalau begitu" ucap bos dara.


" Ardi serah kan cek yang sudah saya persiapkan" perintah Hartono pada Ardi.


Ardi langsung menyerahkan cek tersebut dan langsung di terima oleh bos dara.


" senang bekerja sama dengan anda tuan besar Handoko. saya dan kru saya akan langsung pergi permisi' pamitnya


 

__ADS_1


bagaimana dengan kehidupan dara selanjutnya? ikuti terus ya para pembacaku yang setia


__ADS_2