Pindah Ke Judul Lain

Pindah Ke Judul Lain
bab 11


__ADS_3

POV


ANGKASA KURNIAWAN HARTONO.


aku terlahir dari keluarga yang cukup berada, lahir dan besar di desa yang memiliki peraturan yang sangat aneh dan egois menurutku. sejak aku sudah mulai mengetahui mana yang baik dan buruk menurutku. aku selalu berusaha untuk merubah peraturan tak masuk akal di desa ku. aku tak tahu sekuat apa tetua di desa ini, adat seperti apa yang di miliki sampai pemuka agama dan pegawai pemerintah selalu menuruti keinginannya dalam mengambil keputusan jika sudah menyangkut dalam melanggar peraturan.


setelah aku menanyakan ke beberapa orang di desa ku, ternyata dahulu sekali pernah terjadi musibah yang mereka pikir terjadi karena di akibatkan oleh sepasang manusia yang melakukan hubungan tak lazim dilakukan tanpa ikatan pernikahan. musibah itu menelan korban jiwa yang berjumlah hampir separuh dari jumlah penduduk yang ada di desaku dan sekitarnya. begitu sempitnya pemikiran orang orang dulu, hanya berpatokan kepada seorang yang di tua kan yang di katakan memiliki penglihatan mereka mempercayai itu semua tanpa benar benar mencari tahu kebenarannya melalui surat kabar atau informasi yang masuk akal. hingga terciptalah sebuah tradisi dan peraturan yang jika ada pria dan wanita di atas jam delapan malam di ketahui sedang berdua tanpa suatu ikatan dalam keadaan apapun itu akan di nikahkan, bahkan mereka tak memperdulikan orang tersebut sudah menikah atau belum. mereka hanya berfikir untuk terhindar dari musibah. aku tidak tau menyalahkan pada siapa dasar pemikiran itu, sementara orang yang menetapkannya pun sudah berpulang. peraturan tertulis pun tidak ada sebenarnya. mereka hanya menanamkannya di hati dan pikiran masing masing.


dan di sinilah aku yang menjadi korban atas tradisi konyol itu, untuk pertama kalinya aku bertemu dengan seorang wanita yang berusaha mengelak dan juga menjelaskan duduk persoalannya, wanita yang dengan tampilan sederhananya, dengan wajah yang sedikit pucat dan juga terlihat lelah berusaha untuk menjelaskan pada orang orang yang berfikiran sempit dengan tegar. aku merasa dia sudah lelah berdebat diapun terdiam sebentar. karena mungkin dia berfikir bahwa orang orang ini tak akan menerima apapun penjelasannya yang berusaha membela diri dengan menunjukkan barang bawaannya. dengan seringai mengejek dia menantang semua orang, dengan cepat dia menghampiriku tiba tiba kemudian dia langsung memelukku dan mencium bibir ku sedikit t menggigitnya dengan keras yang menyebabkan cedera yang mengeluarkan sedikit darah. dengan remeh dia menatap sekeliling menanyakan dengan siapa dirinya di nikahkan, dengan pria yang menemaninya mengambil keperluannya yang bahkan tak mereka lihat berbuat tak pantas atau denganku yang jelas jelas telah berciuman dengannya, kudengar suara Arum, calon istriku yang telah di jodohkan denganku sejak aku kecil. Arum yang jika di depan orang tua ku bersikap ramah tapi sesungguhnya dia adalah sosok yang sangat kekanakan dan egois, memperlakukan semua orang dengan seenaknya hanya karena kakeknya seorang tetua desa.


dia mendorong wanita itu yang hampir saja terjatuh jika tak memiliki keseimbangan yang bagus, dengan iba wanita itu memberi saran pada tetua untuk membatalkan niat mereka, karena sejujurnya dia ingin pulang. tapi karena gengsi dan harga diri yang tinggi kakek dari Arum bersikeras untuk menikahkan ku dengan wanita itu yang baru ku ketahui namanya adalah Careen Adara nama yang cantik menurutku, meski cucunya juga korban. akhirnya setelah beberapa kali beradu argumen dan peristiwa, aku dan wanita itu akhirnya resmi menikah. ketika dia akan beranjak setelah aku mengajak untuk pergi dia tiba tiba saja pingsan untung saja aku refleks menangkapnya sehingga dia tak tersungkur kebawah. aku memerintahkan Andre asistenku yang selalu berada di sisiku untuk membawa peralatan medis yang selalu tersedia di mobilku. ternyata dia benar benar dehidrasi dan kelaparan. bagaimana mungkin dia bisa seperti ini ketika bekerja dengan keluargaku . hal itu ku ketahui ketika tadi sedang berdebat aku juga sempat mengecek kondisinya di saat dia akan jatuh sesaat sebelum kami di nikahkan. setelah memeriksanya aku langsung membawanya masuk kedalam mobil, aku memerintahkan pak Indra yang menjadi temannya berkendara tadi untuk mengikuti kami dari belakang. aku meminta Andre untuk melajukan kendaraan agar sampai di rumah dan segera memberikannya cairan infus.


tak berapa lama kami sudah tiba di kediamanku, kulihat di teras berdiri dua orang wanita yang ku perkirakan berusia akhir tiga puluhan dan juga seorang gadis yang belia. aku membopong istriku masuk kedalam, melihatku mereka panik


" ya ampun mbak dara" pekik gadis belia tersebut.


" apa yang terjadi" tanya wanita yang lebih tua.

__ADS_1


" dia pingsan karena dehidrasi dan kelaparan". jelas ku datar.


" bawa ke kamar kami saja pak" ucap wanita itu.


aku meliriknya sekilas


" dia istriku, aku akan membawanya ke kamarku" ucapku tegas tanpa berniat membantah.


aku menggendongnya membawa ke kamarku di pertengahan jalan aku bertemu dengan ayahku.


" dia istriku, nanti aku jelaskan" tegas ku padanya.


aku membawa istriku masuk ke kamar di ikuti oleh Andre dan dua wanita itu,


" bisa tolong ambilkan baju ganti yang menggunakan kancing depan untuk di pakainya? pintaku pada mereka berdua. mereka langsung bergegas keluar di ikuti oleh Andre.


aku melihat ke arah istriku dara, setelah janji suci itu terucap aku sudah menyukainya, tak perduli dengan masa lalunya, aku suka dengan sikapnya yang tidak mudah terintimidasi,keras kepala, sederhana dan memikirkan orang sekitarnya. itu penilaian ku pada pandangan pertama padanya ketika dia berusaha menjelaskan dan membela pak Indra.

__ADS_1


wajahnya memang tak secantik Arum, tapi semakin aku memandangnya aku tak pernah bosan dan semakin terpikat. jantung ku berdebar, di usiaku yang ketiga puluh lima tahun baru kali ini aku tertarik pada lawan jenis setelah sekian lama aku hanya sibuk bekerja agar lepas dari kungkungan ayahku yang otoriter dan seenaknya saja. pertama kalinya pula aku membuka pakaian perempuan, toh dia adalah istriku, dia adalah hak ku, aku hanya menyusahkan pakaian dalamnya, aku mulai membersihkan tubuhnya dengan sebuah handuk yang sudah ku basahi dengan air hangat, Andre memang yang terbaik, dia selalu tau apa yang aku butuhkan. setelah membersihkan tubuhnya aku menyelimutinya agar tubuhnya menghangat. segera ku berikan infus dan juga menyuntikkan obat yang dia butuhkan, tak lama kemudian pintu kamarku di ketuk, aku membukanya kulihat mereka berdua sudah ada di depan memberikan sepasang baju tidur yang ku minta tadi. dengan mengucapkan terimakasih aku kembali menutup pintu, aku memakaikan pakaian tidur itu kepada istriku. setelah memastikan keadaanya aku keluar kamar menuju ruang tamu, ku lirik pergelangan tangan ku, jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, aku menghela nafas berat berjalan menuju sofa, kulihat di sana sudah berkumpul ayah, ibu, pak Ardi, pak indra ,wanita itu juga ikut serta gadis belia yang ku sebutkan. Andre aku suruh duduk di samping ku. tanpa ku perintah Andre mengeluarkan akta nikah dan kartu keluarga ku yang baru,dan meletakkannya di atas meja.


sambil menghela napas lelah aku menjelaskan.


" aku dan istriku adalah korban dari tradisi konyol yang kalian pertahankan" ucapku tegas.


" jangan kurang ajar kamu bicara angkasa" bentak ayahku


"maksudnya bagaimana? bisa tolong jelaskan pada kami, kenapa tiba tiba kamu klaim bahwa dara rekanku adalah istrimu sementara dia masih berstatus singel, dan perkenalkan aku ayu dan ini intan kami adalah kru WO yang di tugaskan untuk mamastikan pernikahan yang akan di adakan pagi nanti dengan lancar" jelas wanita yang bernama ayu.


aku menjelaskan semua peristiwa yang terjadi tanpa mengurangi ataupun menambahi. penjelasan ku di dukung oleh kesaksian dari Andre dan juga pak Indra di sertai bukti sebuah video yang diperlihatkan oleh Andre. aku bahkan tak tahu soal video itu.


" aku tak percaya dengan semua ini, statusnya berubah dalam semalam. lantas bagaimana keadaanya. dia anak yang tidak pernah terlihat sakit sejak kamu mulai bekerja bersama sejak setahun yang lalu" tanyanya khawatir.


" kondisinya sudah lebih baik, seperti yang kukatakan tadi dia dehidrasi, kelaparan, kelelahan dan juga stress" jelasku sebagai dokter.


" hahh... dia memang selalu memaksakan dirinya, belum lama ini dia mengikuti kontes design pakaian di tempatku bekerja dan usahanya tidak sia sia, designnya terpilih sebagai pemenangnya. saran ku karena kau sudah menikahinya jangan membatasi ruang geraknya dalam berkarya. karena dia bekerja bukan hanya karena keadaan untuk mencari nafkah tapi juga karena dia menyukainya. besok aku akan memberitahukan semua yang terjadi pada ibu rianti. jikapun kalian tak merestui pernikahan mereka, aku rasa dara tak keberatan untuk membatalkannya, jadi kamu tuan muda pikirkan jawaban apa yang akan kamu katakan pada dara, karena dia adalah orang yang keras kepala dan juga nekat. jangan coba untuk bermain main dengannya. intan ayo kita tidur, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka.

__ADS_1


__ADS_2