Pindah Ke Judul Lain

Pindah Ke Judul Lain
bab 16


__ADS_3

setelah selesai makan malam bang angkasa langsung mengantarku pulang, Snack dan minuman yang tadi kami beli tak lupa aku bawa, sesampainya kami ke kos dia langsung pamit untuk pulang setelah memastikan aku sudah masuk ke dalam. di ruang tamu yang lain sudah berkumpul, waktu juga masih menunjukkan pukul sembilan malam, biasanya kami masuk kamar pada pukul sepuluh malam,


" wahhh.... banyak cemilan nihh kak" seru Dira dengan riang.


" bawa sini dira kita ramaikan bersama sama " seru intan disambut sorakan dari yang lain.


" intan kalau makanan pasti sama cepatnya dengan Dira" ucap yang lain.


" aku ke kamar dulu yahh untuk bersih bersih di kamar " pamit ku pada mereka yang di jawab dengan berbagai cara, anak anak dan keseruannya selalu jadi penghibur di kala lelah, selesai mandi aku langsung keluar bergabung dengan yang lain, kami saling berbincang tentang keseharian kami, sebagian ada yang menggodaku, yang langsung di sambut oleh yang lain. terkadang aku berfikir, jika nanti aku pindah pasti hanya kesunyian yang menemaniku, Dira jelas tak mau menemaniku karena pasti dia lebih merasa nyaman di sini. sama halnya dengan Rena, dia ingin sekali tinggal di sini, tapi ini bukanlah minatnya, dia lebih suka berkutat dengan angka dari pada bermain dengan gunting dan jarum seperti kami. karena kami sudah mulai mengantuk, kami bergegas merapihkan ruang tamu, membuang sampah bekas cemilan tadi. dan langsung menutup rolling door,


memasuki kamar aku meraih ponselku yang kebetulan sedang di charge karena habis baterai. kulihat ada satu panggilan tak terjawab tepat ketika aku ketika aku keluar kamar, di sana juga ada sebuah pesan dari bang angkasa yang mengatakan dia baru sampai dan berpesan agar aku tak terlalu lama tidur, aku hanya membalas pesan dengan ucapan selamat tidur, karena terlalu lelah aku langsung terlelap di atas kasur.


dua hari telah berlalu, hari ini suamiku menelepon via video call di jam istirahat kerjaku, dari sambungan video tersebut ternyata aku tahu dia sudah ada di rumahku yang sedang duduk di atas tikar dengan hidangan seadanya, aku kesal kenapa suamiku tak memberitahuku terlebih dahulu, agar ibu dan bapak setidaknya dapat menyiapkan hidangan semampunya. aku takut ibu dan bapak merasa terhina dengan keadaan karena orang tuaku harus memanggil beberapa keluarga untuk menemaninya. suamiku ternyata sudah menyiapkan segalanya. aku tidak tau kapan dia menyelidiki tentang adat istiadat di desaku.


" nak apa kamu menerima pinangan dari nak angkasa, awalnya bapak terkejut tapi nak angkasa mengatakan memberimu sebuah kejutan, dari raut wajahmu sepertinya kamu benar benar terkejut ya" tanya bapak sambil tertawa kecil.


" bagaimana nak" kembali ibu bertanya, kulihat matanya sudah berkaca kaca.


" iya Bu dara terima" jawabku sambil tersenyum


" syukurlah" ucap ibu dan bapak bersama


kulihat di wajah tua mereka terpancar rasa lega dan bahagia, senyum tak pernah lepas dari wajah ke dua orang tuaku, semua sanak saudara juga mengucap syukur, aku mengikuti proses lamaran itu melalui sambungan video, aku terkejut mendengar seserahan yang di berikan oleh suamiku begitu juga dengan orang orang di sana, mertuaku mengatakan resepsi akan diadakan di desaku, hari Sabtu di Minggu ini acara pertunangan kami, di lanjut dengan Sabtu depan upacara pernikahan sesuai dengan adat istiadat di desaku. dan keluarga suamiku yang akan mengurus semua nya, tak lama ku lihat ibu rianti juga ada di sana, ternyata beliau yang akan mengurus acara pernikahanku ulang. setelah kesepakatan sudah di ambil suamiku pamit untuk ke luar,

__ADS_1


"maaf tidak mengatakannya padamu sayang, selamat ulang tahun istri masa depanku, aku akan selalu mencintaimu" ucapnya setengah berbisik.


" hiks...hiks..hiks... Abang nakal" ucapku sambil menangis


" jangan nangis yahh, Abang hanya ingin memberikan momen lamaran yang beda dari yang lain " ucapnya sambil tertawa kecil.


" momen kita memang beda dari yang lain" ucapku sambil menghapus air mata kemudian tersenyum melihat ke arahnya.


" dara bisa ikut mbak sebentar" terdengar suara mbak ayu memanggilku


" iya mbak aku segera ke sana" jawabku sambil melihat ke arahnya, kulihat ada mbak Ika di sampingnya.


" ya sudah kamu mulai kerja lagi ya, Abang mau masuk dulu sambil berbincang, adikmu rapi agak susah di dekati, bukan karena kesombongan tapi dia sedikit pemalu" jelasnya sambil memutuskan sambungan video.


" kemarilah, tolong kamu coba beberapa, ini rancangan khusus yang di buat Bu bos kita, dia seperti peramal saja seperti mengetahui kalau akan ada karyawannya yang menikah" ucap mbak Ika padaku.


aku mencoba beberapa baju pengantin dengan berbagai model.


POV Angkasa


aku melihat istriku menangis ketika aku memberi kejutan, persiapan yang kulakukan benar benar singkat, aku memaksakan diriku agar semua yang ku rencanakan berjalan dengan lancar. aku puas dengan hasilnya, hal itu tidak lepas dari bantuan Bu rianti selaku bos dari istriku, rumor tentangnya semua benar, Bu rianti dapat melakukan semuanya dengan cepat dan tepat.


meski ku lihat istriku menangis, tapi bukan tangis bersedih atau kecewa, itu adalah tangis bahagia, sepasang bola matanya tak dapat membohonginya, sampai saat ini aku masih mampu menyelami mata itu yang di dalamnya terpancar kejujuran.

__ADS_1


semoga saja pernikahanku dapat bertahan sampai akhir. karena aku sangat mencintainya. aku akan berusaha untuk membuatnya bahagia.


POV end.


" sudah kan mbak" tanya ku lelah


" sudah kok dara, ini kan buat mu kok kamu gak semangat? tanya mbak ayu yang di balas anggukan oleh mbak Ika mengiyakan pertanyaan mbak ayu


"sumpah mbak, akhirnya aku tahu bagaimana perasaan mereka ketika sedang mencoba baju pengantin" ucapku langsung menjatuhkan badan ku menuju sofa


" kamu suka yang mana? tapi mbak sih sudah kirim ke suamimu" ucap mbak ayu padaku


" ih...kok di kirim sih mbak, kan aku malu" semburku kesal


"ngapain malu sih Ra sudah resmi ini, kalian kan hanya menjalani prosesnya aja buat di jadikan momen untuk kenangan" ucap mbak Ika.


" betul itu" balas mbak ayu


" kalian sangat kompak" ketusku pada mereka yang di sambut dengan gelak tawa,


" ya sudah ayo kita pulang, wajahmu benar benar lelah itu, besok gak usah masuk, istirahat saja. Jumat kamu akan berangkat ke desa bareng kami tentunya" ucap mbak ayu.


kami berdua langsung pulang setelah merapihkan semua gaun gaun yang telah ku coba, besok semua itu harus di bawa ke ruang loundry untuk di bersihkan dan di sterilkan. itu adalah peraturan mutlak di butik ini.

__ADS_1


__ADS_2