
Tak terasa dua jam telah berlalu angkutan umum yang kutumpangi kini telah tiba di terminal bus yang akan membawaku ke kota Jakarta. Ku pandangi sekeliling ku untuk mencari tanteku adik dari ibuku yang akan memberangkatkan ku nanti. Kulihat dia sedang berdiri tak jauh dari posisi ku saat ini.
" Dara berapa banyak barang yang akan kau bawa dan di letakkan di bagasi?" tanya Tante pada ku sambil memperhatikan barang barang yang di turunkan oleh supir angkutan umum tersebut
" Ada dua Tante, koper dan mesin jahit saja. Untuk ransel nanti aku letakkan di bagasi tempat duduk, tas itu berisi bekal dan baju ganti ku". terangku pada Tante ku sambil mengusap peluh di pelipis ku.
siang ini cuaca memang terik sekali. membuat hawa sekitar benar benar panas di tambah angkutan umum yang aku tumpangi sedang banyak penumpang.
" oh ya sudah, kamu duduk dulu saja di situ agar kami melihat letak barang mu nanti dan tanda identitas barang akan Tante berikan nanti" terangnya sambil menyerahkan botol minuman dingin untuk ku dan menyuruh ku untuk duduk di kursi yang telah di sediakan untuk penumpang sambil menunggu persiapan.
Aku melihat sekelilingku sudah banyak penumpang yang datang. Tak lama kemudian aku mendengar pemberitahuan pada para penumpang untuk melaporkan tiketnya. Aku segera beranjak dari tempat duduk ku menuju tempat yang telah di informasikan. Sambil menunggu antrian ku dalam hati aku menghitung jumlah penumpang yang datang mungkin sekitar tiga puluh orang. Aku mendapatkan kursi nomor dua puluh, untung saja dapat yang dekat jendela. jadi kepalaku bisa bersandar nantinya.
Selesai melaporkan tiket yang menjadi milikku aku pergi menghampiri Tante ku yang sedang berdiri sambil mengamati barang barangku.
" Tan apa barang ku sudah masuk semua" tanyaku pada tanteku sambil mengusap bahunya.
"Sudah masuk semuanya kok Dara,oh ya ini kartu barang barang kamu. Barang mu di letakkan di bagasi lurusan supir ya di nomor 2". jelasnya sambil tersenyum.
" terimakasi ya Tante" seru ku sambil bermanja padanya.
" kak daraaaa....." pekik seseorang sambil melambaikan tangannya yang ternyata dia adalah adik sepupuku. dia baru saja pulang sekolah di jemput oleh ayahnya. dia masih duduk di kelas dua sekolah dasar jadi jam pulang sekolahnya memang lebih cepat dari seniornya.
" kak daraaa...." pekikan kembali terdengar dari anak bungsu Tante ku ini. dia adalah adik sepupu tersayang ku. dia melompat dari atas becak motor roda tiga tanpa takut. usianya masih empat tahun. tapi aktifnya minta ampun.
anak yang dari usia dua bulan sudah aku asuh sambil belajar jahit dengan tanteku. si kecil keras kepala yang maunya menang sendiri.
oh betapa nanti aku sangat merindukannya.
__ADS_1
"sini jagoannya kakak" ajak ku sambil merentangkan tangan. dengan cepat adik kecilku masuk ke dalam pelukanku itu. kucium wajahnya yang lucu dan imut.
" kakak.... kakak mau pergi ke Jakarta ya? jangan pergi ya kak di sini saja kita. maen bareng Pio". rayunya lagi. yahh dia bukan seperti anak kecil yang lain, meski tak jenius dia cukup fasih dalam berbicara. di usia nya yang menginjak dua setengah tahun dia sudah lancar berbicara bahkan mengucapkan huruf R saja dia sudah mampu. Aprilio nama yang di berikan oleh orang tuanya, biasanya kami memanggilnya Pio. itu adalah panggilan kesayangan kami untuknya
" tapi kan kakak sudah bayar tiketnya loh dek, uangnya gak bisa di balikin lagi, kakak kan mau kerja di sana" jelas ku padanya sambil menatap matanya, aku memegang bahu kecilnya.
" nanti kalau kakak sakit di sana kayak gimana itu kak" serunya pelan menyanggah ucapanku.
"nanti kalau kakak kerja pas liburan kakak pasti pulang terus beli jajan yang banyak" rayuku padanya sambil tersenyum dan mengangkatnya ke pangkuanku.
" ok lah kak, tapi nanti bawa jajan yang banyak ya kak" pekiknya kencang sambil tersenyum dan menengadah menatap wajahku.
banyak penumpang yang tertawa mendengar ucapannya. hasil negosiasi yang akhirnya di menangkan oleh ku. aku hanya bergumam membalasnya.
"kak jangan lupa cari Abang ya di sana". kata adik kecilku yang perempuan satu satunya princess di keluarganya tapi di beri nama queen. terkadang aku tertawa di buatnya kecil kecil sudah ngurusin jodoh.
dia hanya tertawa membalas ku. queen masih mengenakan seragam sekolahnya. tapi jangan bayangkan dia yang mengenakan dengan rapi. bajunya sudah keluar dari rok, dasi dan topinya malah di buat kebelakang. terkadang sikap barbar nya muncul. tapi terkadang juga sangat feminim. bener bener buat pusing kepala orang tuanya.
" ayo yang mau ke Jakarta segera masuk. kita mau berangkat" seru kondektur bus dengan kencang mengintruksikan kami para penumpangnya agar segera masuk dan duduk di kursi yang telah di tentukan.
" Tante paman aku berangkat dulu ya, doakan aku agar sehat dan sukses juga di sana" ucapku sambil meraih tangan mereka berdua untuk bersalaman.
" iya hati hati di jalan ya nak. semoga harapanmu dapat segera terwujud. jangan lupa kasih kabar ya". kata Tante ku sambil memelukku sementara paman ku mengusap kepala ku dan berkata " jaga kesehatanmu ya".
" iya paman " balasku sambil tersenyum padanya.
" kakak pergi dulu ya dek, kalian berdua harus nurut sama mama dan papa ya sayang" ujarku pada mereka berdua sambil memeluk kedua bocah kesayanganku
__ADS_1
" hati hati kak" seru mereka kompak sambil mencium pipiku.
aku langsung pergi sambil menyandang tas ransel dan tas tangan ku lambaikan tangan ku pada mereka berempat. tak lama bus yang ku tumpangi pun melaju dengan perlahan. kulihat duo krucil ku sedang melambaikan tangan sambil melompat lompat ke arah ku.
aku pun ikut melambaikan tangan sambil tersenyum.
perlahan tapi pasti bus tersebut meninggalkan terminal. mereka sudah tak terlihat lagi.
ku raih ponsel dari tas tangan yang ku sandang. Aku ingin menelepon ibuku untuk memberitahukan bahwa aku sudah berada di bus dan sudah berangkat menuju Jakarta.
Ku tekan nomor ibuku dering pertama dan ke dua belum terjawab. pada dering ke tiga terdengar suara ibuku menyambut di ponsel
" halo nak" Jawab ibu dari seberang ponsel
" ibu aku sudah ada di bus dan sudah berangkat ya Bu. doakan aku selamat sampai tujuan". beritahu ku kepada ibu yang sedang berada di seberang telepon.
" iya nak hati hati di jalan. perhatikan barang bawaan mu ya" serunya pelan.
" iya Bu" balasku pada ibuku.
kemudian aku memutus sambungan telepon. ponsel kembali kumasukkan kedalam tas. untuk sekarang aku hanya ingin melihat lihat pemandangan kota yang sedang ku lewati. tiga hari lagi aku akan segera tiba. ku lirik kursi di samping ku, masih kosong. mungkin di pull berikutnya akan ada yang naik pikirku. aku berharap teman duduk ku adalah seorang perempuan. setidaknya aku lebih leluasa jika teman di sebelah ku nanti perempuan. karena aku tak perlu sungkan jika begitu.
ku buka plastik yang tadi di berikan Tante ku.
ada berbagai macam Snack, biskuit, roti dan juga susu kotak. aku rasa ini sudah cukup untuk menemani perjalanan ku kali ini. mudah mudahan semua lancar aku hanya bermodalkan uang lima juta rupiah untuk berangkat. di tanganku aku hanya menyimpan uang satu juta rupiah. sisanya aku simpan di ATM ku. aku berharap semoga uang itu cukup untuk biaya hidup ku. lagi pula aku sudah memiliki tujuan yang jelas. pekerjaan dan tempat tinggal sudah di sediakan oleh bos ku.
semoga aku betah untuk menjalaninya.
__ADS_1