
sesuai dengan apa yang di katakan oleh suamiku, ternyata dia benar benar membuatku tak bisa berjalan pagi ini. aku bersyukur hari ini adalah hari Minggu,
"bangun sayang, Abang sudah siapin air hangat untuk kamu mandi" ucap suamiku sambil mengusap pelan wajahku
" hoaammmzzz.... sudah jam berapa bang" tanyaku pelan
" sudah jam sembilan pagi sayang" jawabnya lembut.
bang angkasa langsung mengangkat ku menuju kamar mandi,
" kamu mau mandi sendiri atau Abang mandiin" dia kembali menawarkan bantuan dengan wajah tersenyum jail
" aku mandi sendiri aja" balas ku sambil mendengus sebel. bukannya mandi nanti malah aneh aneh lagi, kata tersebut hanya dapat terucap dalam hati.
setelah membersihkan diri aku keluar kamar menuju meja makan, di sana sudah tersedia menu sarapan. kami menikmati sarapan kami dengan nikmat.
" hari ini kamu ada rencana mau pergi kemana sayang"tanya bang angkasa padaku setelah kami menyelesaikan sarapan pagi kami.
" hari ini aku lagi males buat pergi pergi bang, capek ahh..." ucapku sambil menggerakkan badan kiri dan kanan.
badanku terasa sangat pegal pagi ini.
" mau Abang pijitin gak sayang, Abang masih punya tenaga ekstra lohh" kembali dia melancarkan aksinya
"nooo....itu sih mau nya Abang, bukannya makin enak badan aku, malah makin pegal tau" jawabku sebal.
" ha...ha...ha...kamu bisa saja menebak niat terselubung Abang sayang." ucapnya tertawa lepas sambil memelukku.
hari ini kami habiskan dengan bersantai sesekali kami saling melempar candaan dan juga saling menggoda, aku menyukai dirinya yang seperti ini, seperti tanpa beban dan sangat terlihat lepas.
" Abang bangun nanti kesiangan berangkat ke kerja," aku membangunkan suamiku dengan pelan, bukannya bangun dia malah menarik ku masuk dalam pelukannya
" hah... padahal Abang masih mau menghabiskan waktu sama kamu" ucapnya sambil mendesah malas
" sudah cukup liburnya Abang, waktunya kita bekerja, ingat Abang punya tanggung jawab untuk hidup karyawan Abang dan juga pasien pasien Abang" ucapku pelan.
" hmm baiklah sayang, kiss dulu dong" bujuk nya pada ku
" muachh ... sudah mandi sana" ucapku setelah mengecup singkat bibirnya yang sangat seksi menurutku...
" hm..." gumamnya sambil berlalu menuju kamar mandi
pagi ini dia akan bertemu dengan klien penting, aku menyiapkan pakaian formal dan juga jas untuknya tak lupa menyiapkan dasi, ikat pinggang, sapu tangan, kaos kaki dan juga sepatu untuknya,
aku berjalan keluar kamar dan mengambil tas kerja yang sudah di siapkan oleh suami ku malam tadi, membawanya ke ruang makan.
dan menyiapkan sarapan pagi untuk ku dan suamiku, meski ada asisten rumah tangga tapi aku berusaha menyiapkan kebutuhannya seorang diri, karena dia adalah suamiku dan bukan suami asisten rumah tangga kami pikirku.
sarapan kami pagi ini, aku menyiapkan makanan berat, seperti kebiasaan orang kampung yaitu memulai pagi dengan makanan berat itu lebih menambah tenaga, menu kami di pagi hari yaitu sepiring nasi goreng seafood dan juga segelas kopi tanpa gula untuk suamiku, dia memang penyuka caffein tapi aku menambahkan susu fresh milk dalam susunya dan dia tidak keberatan untuk itu, untuk bekalnya aku menyiapkan gulai ayam khas desaku, itu sudah dia pesan tadi malam.
__ADS_1
tak lama suamiku sudah keluar dari kamar dan menghampiriku di meja makan, dia mengejutkanku.
" kamu juga sudah rapih sayang, hari ini mau masuk kerja juga? tanyanya sambil memelukku.
" iya bang, kasian intan pasti dia merindukanku, kamu gak keberatan kan aku bekerja, setidaknya sampai kita memiliki anak? tanyaku pelan.
" aku tidak keberatan apapun yang menjadi aktifitas mu sayang, asal tanggung jawabku sebagai seorang istri tidak kamu tinggalkan, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu suka" ucapnya dengan lembut. ini yang aku sukai dari nya, perempuan manapun pasti akan menyukai semua yang dia lakukan, benar benar suami idaman.
aku membalikkan badan, aku menariknya untuk sejajar dengan ku, dia mengikuti apa yang aku lakukan. aku mengecup seluruh wajah nya, mulai dari kening, ku dua matanya, hidung, pipi, dagunya dan terakhir bibirnya.
" sepertinya aku sudah mulai mencintaimu bang, tolong jangan kecewakan aku yah, jika kamu tak memiliki rasa lagi padaku kelak, katakan dengan jujur, jangan menghianati ku karena itu sangat menyakitkan." ucapku sambil membelai wajahnya.
" terimakasih sayang, aku akan selalu menjaganya hatiku untukmu, aku jamin kamu tidak akan pernah menyesali keputusan mu istriku" ucapnya sambil memelukku.
" ayo kita sarapan bang" ucapku sambil mengajaknya duduk untuk memulai sarapan kami
" hm.." balasnya dengan gumaman.
dia makan sangat lahap, meski dengan menu sederhana tapi dia menyukainya.
" aku menyukai nasi goreng yang kamu masak, eeghhh" ucapnya selesai makan sambil bersendawa.
" tapi tidak setiap hari juga nasi goreng ya bang" ucapku padanya
" hah...baiklah" balasnya lesu
" kamu berangkat sama Abang saja ya sayang, hari ini Abang searah dengan mu" ucapnya sambil berjalan menuju lift.
" boleh bang, hemat ongkos ha..ha.." ucapku sambil tertawa pelan.
setibanya kami di lobi, aku melihat Andre sudah berdiri menunggu kami, kami berjalan beriringan menghampiri Andre dan masuk mobil
" Andre nanti mampir ke tempat kerja istriku yah" instruksi suamiku pada Andre
" baik pak" ucap Andre formal.
mobil melaju membelah jalanan pagi ini, stelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit aku tiba di lokasi kerjaku, aku berpamitan pada suamiku tak lupa mendaratkan sebuah kecupan cepat di bibirnya, dan berlalu pergi,
" awas kamu nanti malam sayang' ucapnya sambil berteriak padaku.
aku hanya tertawa membalas ucapannya dan meneruskan langkahku, kemudian ku dengar mobilnya melaju, aku tahu dia tidak akan menjalankan mobilnya sebelum memastikan ku memasuki tempat kerjaku.
sesampainya di garmen aku melihat intan yang sudah tiba,
" wah..wah..wah... pengantin baru sudah tiba guys" ucap intan dengan suara yang lebih kencang.
" ciyee... bulan madu ke mana Ra " tanya mbak ayu kepo.
" ishh... kalian ini apa an sihh" ucapku sambil tersenyum malu,
__ADS_1
" mana coba lihat" dengan jahil intan membolak balikkan badan ku
" kamu mau ngapain intan?" tanya mbak ayu
" bekasnya gak ada mbak" ucap intan
" bekas apa sih intan, aku pusing ini ih.." ucapku sebal, menghentikan tangannya yang senantiasa membolak balikkan badanku.
" bekas belah duren mbak.. ha...ha...ha..." ucap intan sambil tertawa keras.
" jahat kamu ih..,sini kamu intan" ucapku sambil mengejar intan.
" sudah sudah.. kalian ini kayak anak TK saja" ucap mbak ayu.
" hosh...hosh...hosh... intan ini jail banget mbak nanyain gitu, jadi capek ini," ucapku sambil ngos ngosan. intan dan larinya tak perlu di ragukan lagi
" ha..ha..ha..mbak sih jarang olah raga, pasti kalah sama yayang beb itu" ucapnya sambil tertawa lagi
" wahh... jangan jangan kamu pengen ya intan" ucapku yang berpikir jahat.
" pengen apa an? tanya bingung
" pengen kawin sama mas bos ha..ha..ha..." ucapku sambil tertawa geli.
" ishh mana mau aku sama dia mbak, biarpun tampan tapi seperti malaikat mau berada di dekatnya" ucapnya bergidik ngeri.
" benarkah" ucap sebuah suara yang ternyata si mas bos anak sulung Bu rianti.
" tuhh mbak.. masa ada suaranya" intan masih mengoceh sementara aku dan Mbak ayu hanya diam membisu seperti tertangkap basah
" intan keruangan saya SEKARANG" ucapnya menekan kata sekarang.
intan berbalik dan terkejut melihat mas bos yang sedang berdiri di ambang pintu sebelum berlalu pergi
" mampus aku mbak" ucap intan pucat.
" sudah sana kamu pergi sebelum ngamuk itu mas bos kesayangan kamu" bisikku menggoda
" ishh mbak dara nyebelin tau kok gak kasih tau sihh" ucapnya lagi
" Yee mana kita tahu" serentak aku dan Mbak ayu mengelak.
memang benar kami tidak tahu dia berdiri di situ tadi. tapi aku yakin intan tidak akan di apa apain sama si mas bos, dia kan naksir sama intan, pandangan matanya ketika melihat intan seperti pandangan bang angkasa ketika melihat ku. uhh.... aku jadi merindukan suamiku tersayang.
hai semua, semoga kalian suka dengan bab ini ya, terus dukung saya agar semakin semangat untuk menulis kelanjutannya, dukungan kalian adalah yang terbaik untuk menambah semangat dalam berkarya.
terimakasih untuk hari ini.
__ADS_1