
lima tahun telah berlalu, setelah kejadian na as yang menimpa Adara, hidup semua orang terus berlanjut, kecuali ANGKASA KURNIAWAN HARTONO. setelah kabar duka itu terdengar olehnya dia hidup seperti mayat hidup tak ada binar semangat di matanya, hidupnya seakan telah berlalu setelah kematian istrinya. selama empat tahun dia mendekam di rumah sakit jiwa, seluruh keluarganya menyesal telah merebut kebahagiaanya, tapi apa mau di kata nasi sudah terlanjur menjadi bubur, setelah keluar dari rumah sakit jiwa setahun yang lalu dia berubah menjadi sosok yang tak tersentuh, dia masih rutin untuk datang mengunjungi orang tua dara di kampung. setelah melihat perjuangan angkasa selama setahun orang tua dara luluh, tak satupun ucapan yang keluar dari mulut angkasa untuk membela diri, bahkan ketika di tanya keberadaannya selamat empat tahun sebelum menghadap orang tua dara, angkasa lebih memilih bungkam. akhirnya Andre sang asisten yang tak tahan melihat tuannya tak dianggap oleh keluarga dara menceritakan keberadaan angkasa pada kepada orang tua dara disertai dengan bukti video perjuangan angkasa untuk kembali sadar. hidup angkasa bahkan lebih terpuruk saat kehilangan dara dari pada kehilangan ibu kandungnya.
kini hidup nya hanya untuk bekerja dan bekerja, hanya itu yang dilakukannya untuk menghabiskan waktu, dia juga mengidap insomnia akut, jika dia terpejam lebih dari tiga jam maka mimpi buruk itu akan selalu datang, mimpi yang di ciptakan olehnya sendiri ketika dia memikirkan kondisi dara saat kecelakaan itu terjadi.
bunyi telepon menyadarkan angkasa dara kesibukannya, di raihnya ponsel dan di lihatnya, di sana ada Rena yang meneleponnya.
" hallo...
" hallo om asa ini Lona loh, semalem sudah sampai di rumah Tante Rena, om janji loh mau ajak Lona, Mira dan althan jalan jalan" ucap Lona terdengar semangat di telinganya.
" ohh...kok om lupa yahh, memangnya om janji? tanya angkasa di sela senyum nya
" ishh om, laki laki itu di pegang omongan nya lohh" sela althan yang sok bersikap dewasa
" wahh... bocil dah berani ngajari om yahh ha..ha..." ucap angkasa tertawa lepas
" om gak boleh lupa lohh nanti Mira ngambek" ucap Mira terdengar kesal.
" ok ok . besok siap siap yaa, om jemput jam sembilan, harus apa anak anak? tanya angkasa
" ONTIME" teriak mereka bersama.
angkasa memutus sambungan telepon setelah berpamitan, hanya mereka bertiga yang bisa mengobati rindunya pada Adara, melihat mereka bertiga selalu terbayang di pikirannya cara dara mengurus mereka setiap kali bertemu. hanya memikirkannya saja sudah terpatri senyum dengan segala makna terlihat pada pria yang sudah berusia empat puluh satu tahun itu. pria matang dan juga mapan, incaran dari setiap wanita di hampir semua usia, ada yang menginginkannya sebagai suami dan juga menantu. sosok dingin dan tak tersentuh.
meski selama empat tahun dia tak bekerja tapi perusahaan miliknya tetap berkembang di bawah pimpinan Andre. Andre adalah orang kepercayaannya yang sangat setia, kini Andre telah menikah dengan Dira adiknya dara setahun yang lalu.
" bagaimana kabarmu di sana dan ke empat anak kita sayang, Abang sangat merindukanmu, ingin rasanya Abang menyusul mu tapi jika Abang memilih jalan pintas, Abang takut tak di ijinkan bersama mu dan anak kita oleh sang pencipta. tunggu Abang di sana ya sayang. Abang akan menyusul mu saat Abang sudah menyelesaikan hukuman Abang. Abang mencintai mu dan juga anak kita sayang" bisik angkasa dalam benaknya
hal itulah yang sangat membuatnya terpukul, ketika dia mengetahui dari dokter Mira bahwa istrinya tengah mengandung dan ingin memberi kejutan di hari ulang tahunnya dengan memberi kabar bahagia itu, menyesal tentulah itu yang selalu di rasakannya, baginya hidup saat ini hanyalah sebuah hukuman sampai dia mendapatkan sebuah hadiah kematian dan hidup yang sesungguhnya dengan istri dan anak anaknya kelak di dunia yang berbeda.
__ADS_1
pernikahannya dengan Arum itu hanya semata untuk neneknya, dia tak benar benar menikahi Arum, dan itu hanya di ketahui olehnya dan para pengurus pemerintah saja. angkasa bukan orang bodoh yang akan menyakiti istrinya. sementara Arum dan keluarganya menanggung malu yang tak terkira ketika mengetahui kebenarannya. dan nenek angkasa hanya mampu menyesali setiap perbuatannya.
hubungan angkasa dengan semua keluarganya setelah kejadian itu sangat buruk. tak ada satupun yang dapat menyentuh kehidupan pribadinya, saat mereka menyuruhnya menikah dia malah menjawab hal yang membuat seluruh keluarga besarnya diam terpaku.
(untuk apa menikah jika kelak aku juga tak akan memiliki anak, tidak akan ada Adara lain di hidup ku, aku sudah melakukan vasektomi) itulah jawaban angkasa yang membuat semuanya diam, ucapan itu di buktikan dengan surat dari rumah sakit. mau tak percaya tapi bukti sudah di depan mata.
itu adalah hidup yang di lalui angkasa, saat semua orang menikmati hidup, angkasa hanya berusaha menjalankan hidup yang menurutnya sebuah hukuman. hukuman untuk rindu yang telah membelenggu nya. hidup untuk hukuman itulah yang terbersit di pikirannya.
keesokan harinya sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan dengan ketiga Ponakan dara, angkasa kini sudah bersiap menunggu Alona, Amira dan juga althan di ruang tamu.
tepat jam sembilan pagi ketiga bocah itu keluar lengkap dengan gaya mereka masing masing, dengan semangat mereka bertiga berlari menghampiri angkasa.
angkasa begitu memanjakan keponakan dara, angkasa membawa ketiga bocah itu ke taman bermain tentu saja di temani oleh beberapa penjaga. seharian penuh mereka bermain dengan gembira. angkasa akan menuruti apapun yang di minta oleh mereka bertiga,
karena hanya merekalah saat ini keponakan dara yang bebas di ajak bermain. sementara yang lain masih menempel pada orang tuanya, saat ini usia Lona sudah sembilan tahun, sementara Mira dan althan sudah delapan tahun. setelah kesembuhan angkasa setahun lalu, di hari libur panjang sekolah selalu mereka habiskan dengan angkasa. merekalah pelipur lara di tengah luka batin yang masih setia tersimpan di relung hatinya.
" makasih ya om asa kesayangan kami" ucap mereka bertiga serempak.
" ya sudah anak anak yang pinter nanti langsung mandi dan istirahat ya sayang" ucap angkasa.
" siap bos" jawab mereka dengan posisi hormat layaknya prajurit.
setelah itu mereka mencium pipi angkasa dan berlari masuk ke rumah.
" Abang mampir dulu, bentar lagi juga mas Reyhan pulang kerja ucap Rena dengan menggandeng si sulung Reno putera pertama Rena dan juga Reyhan anak dari pemilik tempat kerja dara dahulu, yang kini berusia tiga tahun.
" lain kali saja Rena, lagian juga bentar lagi hari sudah gelap" tolak angkasa dengan halus.
" om aca dak cayang no( om asa gak sayang Reno)" ucap Reno cemberut dan mata berkaca kaca.
__ADS_1
" ehh... ponakan om yang tampan, siapa bilang om asa gak sayang hmm..?" tanya angkasa dengan mengangkat Reno ke dalam gendongannya.
" no.. lahh,, om dak ajak no main " sahut Reno
" tadi kan reno masih tidur, nanti siapa yang jagain mommy reno sama Adek bayi yang di perut mommy hmm.." bujuk angkasa
" hmm... iya, jaga Adek" ucap Reno pelan seperti berpikir.
" Reno masih ngambek sama om asa?" tanya angkasa.
sementara Reno hanya memberi gelengan kepala sebagai jawaban.
" Daddy....." seru Reno sambil meronta turun dari gendongan angkasa dan segera masuk dalam rengkuhan daddy-nya.
" sudah lama bang?" tanya Reyhan.
" baru saja, tapi ini mau langsung pulang. tadi lagi ada drama king ha..ha.." ucap angkasa sambil tertawa.
"aku mengerti"sambil melirik Reno yang nyaman dalam gendongannya.
" ya sudah aku pulang dulu ya" pamit angkasa.
" iya hati hati ya bang" jawab Reyhan.
angkasa berlalu pergi, meninggalkan kediaman Rena dan juga Reyhan.
" semoga bang angkasa selalu bahagia ya mas, sudah cukup rasanya dia menderita atas kesalahpahaman yang terjadi antara dia dan kak dara, kejadiannya sudah lima tahun mas, aku salut dengan cintanya. keteguhan hatinya dan ketulusan cintanya. dia berhak bahagia, mungkin kak dara juga sudah bahagia mas" ucap dara dengan setitik air mata membasahi pipinya yang terlihat cubby.
" jangan memintanya untuk melupakan kak dara sayang, biarkan dia menikmati semua perjalanan cintanya, kita hanya perlu ada di saat terpuruknya. dia sudah pernah jatuh terlalu dalam ke dalam keterpurukan. Setelah empat tahun dia bisa bangkit kembali meski luka itu masih terpatri. asal dia tak menyakiti dirinya sendiri dan juga orang lain itu sudah cukup mas rasa" ucap Reyhan menenangkan istrinya.
__ADS_1
pasangan itu pun masuk kedalam rumah.