
pintu ruangan audisi terbuka memperlihatkan dua sosok tampan yang masuk
" selamat siang pak angkasa" sapa Reyhan
" selamat siang pak Reyhan " balas angkasa
" mari silahkan duduk kita akan melihat karya dari kesepuluh peserta yang ikut andil dalam audisi ini" jelas angkasa
angkasa hanya memberi anggukan atas penjelasan dan ajakan dari Reyhan. mereka berdua berjalan menuju tempat yang di sediakan, Andre asisten angkasa hanya mengikuti dari belakang.
atas instruksi dari Reyhan, acara audisi mulai di lakukan. satu peserta wajib membuat 5 karya baju dengan berbagai model, dan baju yang di peragakan di gunakan oleh para model.
setelah melalui waktu yang cukup lama, akhirnya hasil telah di dapatkan. kali ini pemilihan jatuh pada model gaun yang sederhana tapi terlihat anggun dan elegan, cocok di gunakan untuk launching model perhiasan yang akan diadakan Minggu depan.
tepuk tangan menggema setelah pemenang di umumkan, ada tiga karya designer baru yang di tunjuk untuk berpartisipasi.
"saya sangat puas dengan hasilnya pak Reyhan" ucap angkasa sambil menjabat tangan Reyhan
" terimakasih atas kepercayaan anda pada perusahaan kami pak angkasa" balas Reyhan.
" saya ingin bertemu dengan para designer baru untuk memberikan selamat pada mereka" ucap angkasa
" mari ikut saya pak" balas Reyhan.
beginilah Reyhan dan angkasa jika sudah terlibat dengan hubungan kerja sama. mereka akan bersikap formal jika dalam lingkup kerja, sementara di luar mereka akrab layaknya saudara.
Reyhan mengajak angkasa untuk bertemu dengan para pemenang. hadiah yang di janjikan bukanlah jumlah yang sedikit.
saat pintu ruangan terbuka, terlihat di sana sudah duduk enam orang yang terdiri dari dua orang pria dan empat orang wanita. melihat ada yang masuk ke enam orang tersebut serentak berdiri dan menundukkan kepala tanda memberi hormat, angkasa dan Reyhan berjalan dan menjabat tangan mereka satu persatu.
pandangan mata angkasa jatuh pada sosok wanita yang mengenakan cadar di bagian wajahnya. dia mengerutkan kening bingung. cadar ini berwana hitam den sedikit transparan, ketika tangan mereka saling berjabat tangan, jantung angkasa berdebar kencang.
sesaat dia terpaku menatap jauh pada sorot mata itu. lamunannya buyar saat Andre berdehem pelan. dia melepaskan tangannya dari tangan wanita itu. debaran jantung nya terasa begitu menyiksa.
angkasa memalingkan wajah untuk memutus pandangan matanya pada wanita itu. dia berjalan menuju tempat yang di sediakan untuknya.
setelah memberi ucapan selamat dan menjelaskan dengan detail mengenai kerja sama itu. ketiga orang pemenang yang membawa para asisten menandatangani kontrak kerja sama yang saling menguntungkan.
dari sana Angkasa mengetahui bahwa nama wanita tersebut adalah Anastasya, sorot mata wanita itu mengingatkannya pada seseorang. tapi dia berusaha menepis nya, karena itu tidak mungkin pikirnya.
" kenapa anda mengenakan cadar nona Anastasya" sela Angkasa tiba tiba yang membuat semua orang menghentikan aktifitasnya
" maaf tuan..." jawab Anastasya yang berupa pertanyaan
" kenapa anda mengenakan cadar yang tidak seperti orang lain mengenakannya, seperti Anda sedang menutupi sesuatu" potong angkasa
__ADS_1
" anda benar saya memang sedang menutup sesuatu, apa anda keberatan tuan angkasa ?" tantang Anastasya
degh...
intonasi ini persis seperti intonasi suara yang di keluarkan Adara ketika pertengkaran mereka terakhir.
" saya hanya khawatir bahwa anda menutup wajah anda karena anda seorang buronan" ucap angkasa spontan yang membuat Andre dan Reyhan membelalakkan mata terkejut.
" Apa anda benar benar ingin melihat wajah saya tuan ANGKASA" ucap Anastasya dengan menekan ucapan pada kata ANGKASA
"kak" ucap seorang gadis belia di samping angkasa yang bernama Nabila
" jika anda tidak keberatan nona Anastasya, anda sendiri jelas tahu bukan, jika proyek ini bukan proyek biasa" jelas angkasa santai meski jantungnya sedang tak bisa di ajak kompromi.
" tentu, asal anda jangan terkejut tuan"balas Anastasya sambil membuka cadar perlahan dengan tangan gemetar
" kak.." ucap Nabila dengan menggelengkan kepala.
" tidak apa apa Nabila, ini memang harus di lakukan, kamu tak perlu cemas" ucap Anastasya menenangkan Nabila
akhirnya cadar itu terlepas dari wajah Anastasya, semua orang terkesiap melihat wajahnya. meski tak terlalu terlihat, tapi jika diperhatikan bekas itu menutupi hampir sebagian wajah sebelah kiri Anastasya.
" ini yang saya sembunyikan tuan, tak semua orang mampu menerima seseorang dengan wajah seperti ini. tapi saya jamin wajah ini tak akan pernah menurunkan kinerja saya" tegas Anastasya sambil menggenggam erat cadar yang di gunakan.
sementara angkasa, Andre dan Reyhan hanya terpaku melihat wajah itu. meski wajah itu memiliki bekas luka yang mengerikan tapi tak cukup mampu untuk menutupi bentuk wajah yang sangat mereka kenali.
setelah menatap wajah Anastasya dengan intens angkasa langsung meraih wanita itu dalam pelukannya.
" sayang... Adara istriku" ucap angkasa dengan lirih di sela tangis yang berusaha di redam olehnya. dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Anastasya dan terus menggumamkan nama Adara.
Reyhan dan Andre yang mengerti dengan situasi yang terjadi memutuskan untuk membubarkan pertemuan yang terjadi. empat orang lainnya meninggalkan ruangan. kini di ruangan itu tersisa angkasa, Anastasya, Nabila,Reyhan dan juga Andre.
" lepaskan saya tuan" ucap Anastasya geram
" tidak. tidak akan pernah" ucap angkasa ngotot.
" saya bukan Adara tuan. anda bisa membunuh saya jika seperti ini, saya kesulitan bernafas" kesal Anastasya.
perlahan angkasa mengurai pelukannya, matanya menatap penuh cinta pada Anastasya yang dia pikir istrinya Adara.
" kamu adalah Adara istriku bukan Anastasya" bantah angkasa.
" saya bukan Adara tuan, saya Anastasya, anda jangan gila" sentak Anastasya
" kau istriku Adara, apa aku perlu mengatakan bagian dalam dirimu yang tak pernah di lihat oleh orang lain Adara" tegas angkasa
__ADS_1
" Jangan gila tuan, anda bukan suami saya, minggir saya mau keluar" murka Anastasya
" kak ana sudah, kakak tenang dulu yahh" ucap Nabila
Anastasya menghembuskan nafas dengan kasar. kemudian menatap ke arah angkasa sinis.
" dengar tuan, anda itu salah orang. tak mungkin saya itu istri anda" jelas Anastasya.
" tapi kamu memang istriku Adara" bantah angkasa
" aku tak perduli, kalau mau gila.. ya anda sendiri saja yang gila jangan ajak ajak saya dong, minggir saya mau keluar" kesal Anastasya beranjak pergi dengan menabrakkan bahunya ke bahu angkasa.
" apa anda yakin pernah mengenal kakak saya tuan?" tanya Nabila
" saya yakin dia adalah Adara istri saya yang hilang lima tahun lalu." jelas angkasa
" bang banyak orang yang berwajah mirip" potong Reyhan.
" kamu benar Reyhan, sepelum Adara membuka cadarnya aku yakin ada yang berbeda dengannya" jelas angkasa
" aku juga melihat bang angkasa terpaku menatap mata nona Anastasya" jelas Andre pelan.
" bahkan sebelum melihat matanya, jantungku sudah berdetak kencang ketika menjabat tangannya" lirih angkasa sambil memandang sendu tangannya.
ingatannya melayang pada kejadian sebelum musibah itu datang, tangan ini adalah tangan yang menampar Adara tepat di pipi kiri yang terdapat luka bakar itu. tiba tiba saja tangan kanan angkasa bergetar hebat seiring dengan nafasnya yang tak beraturan, wajah yang penuh air mata.
"bang...bang angkasa" teriak Andre saat melihat ada yang aneh dengan angkasa.
" siaall... Andre di mana obatnya" pekik Reyhan.
"lihat di tas itu" tunjuk Andre
"a..ada apa ini..." ucap Nabila bingung.
" ya ampun...bang sadar bang.. jangan begini" teriak angkasa sambil menepuk sedikit kencang pipi angkasa.
" Reyhan telepon ambulance cepat, bang angkasa tidak bernafas" teriak Andre panik.
Reyhan langsung melakukan hal yang di perintah Andre, di sana Andre terus berusaha memanggil nama angkasa, sementara Nabila diam terpaku menatap angkasa yang terlihat seperti patung. tubuhnya bahkan tak menandakan bahwa tubuh itu bernafas.
Andre yang tak bisa melakukan apapun melihat ke arah Nabila yang diam terpaku.
" nona Nabila tolong telepon nona Anastasya, saya mohon" ucap Andre dengan wajah pucat
".. ba..baik" ucap Nabila pelan.
__ADS_1
di sana terlihat Nabila terlihat menghubungi seseorang. dan berusaha menjelaskan keadaan yang sedang terjadi.