Pindah Ke Judul Lain

Pindah Ke Judul Lain
bab 10


__ADS_3

setelah selesai bersiap aku bercermin sejenak melihat penampilanku di kaca, sekarang aku mengenakan sebuah kaos berwarna putih di padukan dengan rok setengah lingkaran selutut dengan motif kotak kotak putih dan hitam, aku juga menggunakan sepatu kets wana putih dan tas ransel warna hitam. aku bergegas keluar dan mengunci pintu kamar, tiba di ruang tamu ku lihat intan dan Mbak ayu masih setia menonton serial drama humor tersebut. sesekali terdengar tawa mereka.


" mbak ayu, intan aku keluar dulu yaa" pamitku pada mereka berdua


" cie... cie... yang jomblo biasanya cuma ngerem di rumah sekarang dah keluar kandang" goda intan padaku.


" huss... kamu itu kayak yang laku saja mengejek dara, kamu loh sama kerjaannya di rumah terus" tegur mbak ayu sambil mengusapkan tangannya di wajah intan.


" ya ampun mbak itu tangan bau bawang ueeek..." drama intan.


" sudah sana kamu pergi dara, gak usah ladenin nih jomblo satu" ucap mbak ayu


" ya sudah aku berangkat ya mbak, dahh intaan... semoga kamu jodoh sama anak si bos" ucapku sambil tertawa dan berlari kecil menuju gerbang.


" jangan lupa bawa cemilan mbaakk... inget kita di sini menanti sembilan belas orang" teriak intan sangat kencang sepertinya memang sengaja.


tanpa menjawab aku langsung membuka gerbang dan keluar tak lupa aku mengunci gerbang, mereka tentu malas jika beranjak dari posisi mereka, memang sudah ketentuan siapa yang keluar mau itu sebentar ataupun lama gerbang memang harus di kunci, meski ada pos satpam tapi setidaknya sebagai antisipasi agar tak terjadi kejadian yang tak di inginkan. ohh iya satpam di sini merangkap satpam di butik. pintu kami sampingan dengan pintu keluar mobil di butik sedangkan pintu mess pria sampingan dengan pintu masuk. jadi pastilah aman.


aku melihat angkasa sedang berbincang dengan bapak satpam.


" wahh dara bisa juga kamu keliatan jadi perempuan" ejek pak Andi satpam butik,


" Yee...pak Andi saja yang gak pernah lihat saya dandan" balasku padanya


" gimana mau lihat dandan, libur juga biasanya molor di kosan." ucap pak Andi.


" pak kami pamit dulu yah.." pamit angkasa sambil berdiri.


" hati hati ya mas jangan pulang terlalu malam. soalnya di sini para penghuni kos wanita memang di jaga ketat mas. kena sanksi jika pulang melebihi jam sebelas malam.


" iya pak" balasnya lagi.


angkasa membukakan pintu mobil untuk ku. aku langsung masuk dan duduk. tak lama kemudian dia masuk dan mulai melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.

__ADS_1


" kita makan dulu sebentar ya, aku belum makan sedari siang" ajaknya padaku.


" ini sudah hampir jam tiga kamu belum makan?" tanyaku.


"tadi ada pekerjaan mendadak, jadi belum sempat" jelasnya lagi.


" ohh.... mau makan di mana? tanyaku lagi


" kamu punya rekomendasi?" tanya nya padaku


" hmm... gimana kalau kita makan pecel lele aja, kamu menyukai makanan itu gak? tanyaku kemudian.


" aku tak pilih pilih makanan kok, dan juga tidak pernah alergi makanan apapun." jelasnya.


" ya sudah kita ke jalan x saja, di sana enak kok makanannya tempatnya juga enak." ucapku


"baiklah" jawabnya.


tak perlu menghabiskan waktu yang lama, akhirnya kami tiba di sebuah rumah makan yang terletak di jalan x, tempatnya lumayan ramai. di sini di sediakan pondok pondok untuk tempat para pengunjung yang berhadapan langsung dengan sebuah kolam yang lumayan luas, isinya di huni oleh ikan ikan lele yang siap panen , tempat ini menjadi tempat kami anak anak kos menghabiskan waktu di kala libur, bisa juga sambil memancing dan membakar langsung hasil tangkapannya. meski merogoh kocek yang sedikit mahal, tapi sesuai dengan kualitasnya.


" hmm..." balasnya dengan gumaman,


kuarahkan dia untuk duduk di salah satu pondok. aku memesan satu porsi nasi putih, tiga ekor lele goreng plus dengan sambal dengan level yang berbeda dan jeruk nipis, air putih hangat dan dua gelas jus jeruk. setelah memberitahukan tempat duduk kami, aku langsung menuju ke pondok tempat angkasa yang telah menungguku. tak membutuhkan waktu yang lama pesanan kami pun datang. melihat pesanan ku yang hanya ada satu piring nasi putih dengan tiga ikan lele dia bingung.


" kamu tidak ikut makan?" tanyanya


" tadi aku sudah makan pizza dua potong, aku cuma mau ngemil ikan gorengnya saja" jawabku sambil meletakkan nasi putih, ikan lele, sambal & lalapan juga air putih dan jus jeruk padanya.


aku juga mengambil satu ikan lele dan kami menikmati makanan kami dalam diam. sepertinya dia memang sangat lapar, dia lahap sekali makannya. tak butuh waktu lama nasi di piringnya hampir habis,


" mau tambah nasi putih nya lagi bang? " tanyaku padanya.


" boleh" ucapnya sambil melihat padaku.

__ADS_1


segera ku cuci tanganku di wadah yang di sediakan. aku berjalan menuju tempat memesan makanan dan mengambil nasi putih satu porsi lagi, masih ada ikan satu lagi yang tersisa, aku rasa cukup pikirku. setelah itu aku langsung menghampiri angkasa.


" ini nasi putihnya" ucapku sambil meletakkan piring yang berisi nasi tadi di depannya.


" makasih ya," ucapnya kemudian melahap kembali makanannya.


aku pun melanjutkan ngemil ikan lele ku. ikan ini sangat nikmat, sambalnya juga enak. memang tidak menyesal jika makan di sini. meski harus mengeluarkan sedikit uang lebih tapi itu masih cukup terjangkau.


setelah beberapa saat kami selesai makan, aku merapihkan bekas makan kami dan meletakkannya di sudut pondok yang mengarah keluar. ku lihat wajahnya penuh keringat. entah ada angin apa aku meraih tissu dan menghapus keringatnya. sejenak waktu terasa berhenti, dia menatap yang terpaku dengan dalam.


" aku senang dengan perlakuan mu, itu artinya kamu sudah sedikit menerimaku di sisimu." ucapnya yang mengagetkanku.


" a..ah... ma..maaf, tadi aku hanya... hmm... aku hanya refleks, iya refleks.." ucapku salah tingkah sambil menjauhkan tanganku.


dia tertawa lepas, kembali aku terpaku di buatnya, wajahnya benar benar sangat tampan, sangat beda ketika aku bertemu dengannya sewaktu aku berada di desanya.


" ku harap kamu segera jatuh cinta padaku agar kita bisa cepat mempunyai anak" godanya padaku.


blush... wajah ku merona dibuatnya


" a.. apa yang kamu katakan, kita hanya menikah kontrak kan?" tanyaku salah tingkah, wajah ku semakin memerah saja.


" Dara dengar... apa aku pernah berkata demikian? kamulah yang menyimpulkannya seorang diri bukan? " tanya nya padaku.


" tapi kan...tapi.. aku..." dengan berusaha mengalihkan tatapanku aku berusaha menghindar karena aku tak tau mau menjawab apa, aku terlalu Takut untuk berharap pada pernikahan ini.


" mari kita jalani, lagi pula kita sudah menikah. jika suatu saat kamu sudah lelah dengan keadaan dan berpikir tak mampu lagi menjalaninya, aku akan menuruti apa pun keinginanmu." jelasnya kemudian.


aku berpikir sejenak, mampukan pernikahan kami bertahan. dia yang jauh segala galaunya dari ku, aku hanya memiliki harga diriku, statusku sangat jauh dari nya. dari segi apapun dia pasti lebih unggul, keluarganya juga sangat kaya menurutku. mampukah aku berdampingan dengannya sampai maut memisahkan kami.


" huft... baiklah jika itu mau mu, ingat satu hal aku tak menerima penghianatan dalam segi apapun, lebih baik terus terang jika suatu saat kamu juga sudah lelah, jadi jangan kecewakan aku, sekali kamu menyakitiku aku tak akan berfikir dua kali untuk meninggalkanmu. meski aku ragu kamu akan menolaknya" aku mengingatkannya.


" ok.. deal" sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"deal" aku menyambut uluran tangannya.


entah ini kontrak pernikahan atau tidak, entah ini berlanjut atau tidak yang dapat kulakukan hanyalah berserah pada sang pemberi takdir, semoga semuanya selalu baik baik saja.


__ADS_2