
Pagi pun tiba, rutinitas kami pagi ini telah selesai kami jalankan. Sesuai dengan janji bapakku beliau mengantarkan ku ke kantor polisi untuk mengurus surat keterangan. meski pakaian yang di gunakan ya adalah pakaian kerja yang biasa dia kenakan aku tak pernah merasa malu. " Dara ayo berangkat nak agar nanti kamu bisa lebih dulu tiba dan langsung di proses" panggil bapakku sambil memanaskan mesin motor bututnya yang sudah menemaninya hampir lima belas tahun. " iya pak aku akan segera keluar" jawabku setelah aku merapihkan kembali penampilanku, aku langsung bergegas keluar menghampiri bapakku yang sudah duduk di atas motor tersebut.
cuaca pagi ini sangat cerah, sambil berbincang motor yang di kendarai oleh bapak melaju dengan pelan agar tetap selamat sampai tujuan. lima belas menit berlalu aku telah sampai ke tempat tujuanku. " nanti pulang naik angkutan umum saja ya nak, soalnya bapak tidak bisa menjemputmu" kata bapak padaku. " iya pak tenang saja" jawab ku sambil meraih tangan bapak untuk mencium tangan nya. Kemudian dia langsung melajukan kendaraannya untuk pulang kerumah mengambil bekal dan langsung menuju ke kebun karet.
Dengan semangat aku masuk ke kantor polisi menanyakan cara mengurus surat SKCK tersebut. formulir sudah aku dapatkan, untung saja aku datang cepat suasana kantor polisi tersebut masih lah sepi. aku menatap ke segala arah mencari tempat yang cocok untuk mengisi formulir tersebut. kemudian mataku melihat ada beberapa pondokan yang cukup nyaman untuk duduk sambil mengisi formulir tersebut. kakiku segera ku langkahkan menuju pondokan tersebut. sesampainya di sana aku langsung duduk dan mulai mengambil pena dan berkas berkas yang ku butuhkan dari dalam tas selempang yang tadi ku sandang. sepuluh menit kemudian semua berkas ku telah selesai. aku langsung menyerahkan berkas tersebut kepada pihak administrasi. kemudian aku di suruh untuk menunggu sebentar. karena nanti nama ku akan di panggil kembali.
__ADS_1
sambil menunggu aku melihat ke sekeliling ku. ternyata sudah banyak orang yang datang dengan tujuan masing masing. untuk mengusir rasa bosan yang mulai melanda aku mengambil handphone dari tas selempangku. Aku mulai membuka aplikasi favoritku selain aplikasi novel. ternyata ada pemberitahuan bahwa komentarku telah di balas. ternyata mereka menyuruhku datang besok hari untuk di tes kemampuan jahitnya. Bagaimana caranya agar aku dapat mengikuti tes tersebut sementara aku masih ada di desaku. jarak antara desaku dan ibukota cukup jauh. memerlukan waktu tiga hari dua malam dalam perjalanan darat.
kemudian aku mulai melakukan negosiasi, menjelaskan keadaanku pada calon bos ku. kebetulan aku mempunyai bahan baju yang akan aku jahit. aku mengatakan padanya bagaiman jika aku merekam aktivitasku ketika menjahit untuk bahan pertimbangannya. Kemudian dia menyetujuinya. Besok paling lambat sore jam tiga aku sudah harus mengirimkan video rekaman ku ketika sedang membuat baju. kemudian aku langsung menyanggupinya,
" saudari Careen Adara" sebuah suara menggema memanggilku dari arah administrasi. " saya Bu" seruku sambil melangkahkan kakiku. " kamu ikuti bapak ini ya untuk foto dan rekam sidik jari" ucap ibu tersebut menjelaskan hal yang akan aku lakukan. " baik bu" sahutku sambil melangkahkan kaki ku mengikuti bapak polisi tersebut. setelah semuanya selesai aku disuruh menunggu lagi ternyata. "dek semua sudah selesai, kamu tunggu di tempat yang tadi ya, nanti akan di panggil kembali untuk mengambil berkas SKCK nya" terang bapak polisi tadi padaku. " baik pak" jawabku kemudian aku melangkah menuju tempat administrasi tadi. Banyak yang bilang menunggu adalah hal yang paling membosankan. kembali ku raih ponsel kesayanganku saat ini. membuka beberapa novel yang sudah di update oleh para penulis.
__ADS_1
"saudari Careen Adara" panggil pihak administrasi padaku. " saya Bu" seruku sambil melangkahkan kaki ku. " ini SKCK nya sudah jadi ya kak, biayanya limapuluh ribu rupiah". terangnya padaku. "iya Bu" ucapku sambil menyerahkan selembar uang berwarna biru. " di cek lagi ya kak apakah sudah sesuai dengan data yang kakak berikan " kata petugas tersebut padaku. " baik bu terimakasih" ucapku sambil melemparkan senyum dan mulai melangkahkan kaki ku untuk menjauh dari sana. aku duduk di sebuah kursi yang tak terlalu jauh kemudian memeriksa kembali SKCK tersebut. data data diri yang ada di sana sudah sesuai dengan berkas yang aku berikan. Kemudian aku langsung memasukkan semua berkas ku dan langsung berjalan keluar menuju pintu gerbang. Matahari sudah mulai terik jam sudah menunjukkan pukul 11.30 wib. Ternyata di sana cukup lama juga untuk mengurus surat tersebut.
aku melangkahkan kakiku di bawah sebuah pohon yang cukup rindang untuk berteduh sambil menunggu angkutan umum. sepuluh menit kemudian angkutan umum tersebut sudah berhenti di depan ku. Dengan cepat aku langsung naik agar aku segera sampai kerumah. aku benar benar haus sekali. tadi ketika berangkat aku lupa membawa air minum. tak terasa lima belas menit berlalu aku sudah sampai di rumah. dengan mengucapkan salam aku masuk ke rumah dan langsung menuju dapur. suasana rumah masih sepi, bapak masih di ladang karet, adikku juga masih di sekolah, sementara ibuku sedang pergi ke sawah tetangga untuk membantu panen padi. seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa di desa kami akan bergantian untuk saling membantu ketika musim panen dan tanam padi. aku menenggak segelas air minum, rasanya benar benar segar. airnya dingin karena aku memasaknya sore kemarin di tungku belakang rumah.
" Dara apakah di rumahmu ada sayur?" terdengar suara tetangga samping rumah ku. "ada pak tapi hanya sayur rebusan daun singkong, apa bapak mau?" tanyaku padanya sambil menawarkan daun singkong yang tadi pagi aku rebus. " boleh nak, soalnya di rumah sayurnya sudah habis, kurang pas rasanya kalau makan tanpa sayur". terangnya sambil menerima sayur dari ku. " terimakasih ya nak" ucapnya dengan wajah tersebut. beginilah kami jika di desa ini. saling berbagi dengan para tetangga. tapi tidak berbagi suami ya pikirku lucu.
__ADS_1
Aku pun mulai mengambil makanan ku. karena aku sudah benar benar lapar. dengan lauk seadanya aku menyantap makananku dengan lahap. menu sederhana yang selalu ku rindukan ketika aku di perantauan. sesuai dengan kesepakatan yang ku lakukan dengan calon bos ku pagi tadi. aku mulai mencari bahan bahan yang akan aku gunakan. kebetulan ada kain sarung motif bunga yang baru di berikan ibuku kemaren. ku bongkar perlengkapan ku ternyata masih ada resleting dan lapis baju agar tak terlihat menerawang jika baju di pakai nanti. koran, karbon dan benang juga masih ada. aku segera meraih koran, meter kain dan penggaris, mulai membuat pola dress yang aku inginkan. tidak perlu model yang rumit asalkan jahitan rapi itu sudah cukup. aku juga merah ponselku dan meletakkannya di tempat yang sesuai,agar dapat mengambil video yang lumayan menarik.
Tahap demi tahap aku kerjakan dengan teliti ukuran baju tentu saja sesuai ukuran ku. aku memulai dengan membuat pola, menggunting kain kemudian langsung mengobrasnya. tak terasa waktu sudah beranjak sore, aku menyudahi pekerjaanku yang tadi sedang ku geluti. Karena ada pekerjaan lain yang masih menunggu. Apalagi kalau bukan pekerjaan rumahku. Aku memutuskan besok akan mulai menjahit potongan potongan kain tersebut. Lagi pula waktu yang di janjikan adalah besok jam tiga sore. jadi besok pagi aku bisa langsung melanjutkannya.