Pindah Ke Judul Lain

Pindah Ke Judul Lain
bab 14


__ADS_3

selesai memakan bakso aku pamit mau ke kamar untuk mandi, karena memang badanku benar benar gerah sekali. aku langsung menuju kamar dan meletakkan tas ku di atas tempat tidur, aku mandi di bawah shower, segarnya pikirku. masih dengan balutan handuk sebatas dada dan paha ponselku berdering, aku meraihnya, melihat nama suamiku yang tertera di sana refleks aku langsung mengangkatnya videonya melupakan keadaanku yang masih mengenakan handuk dengan rambut yang tergerai basah.


" sayang apa kamu sedang menggodaku hm..? ucapnya dengan menggeram pelan sambil menahan sesuatu yang entah apa


" maksud Abang apa? oh iya Abang sudah sampai? tanyaku bingung.


POV Angkasa


bagaimana mungkin dengan tanpa di sadarinya dapat membangunkan sisi liarku yang selama ini tertidur, istriku benar benar keterlaluan kali ini, awas kamu sayang tunggu tanggal mainnya aku akan membuatmu tak bisa berjalan. sambil berusaha menormalkan sisi liar ku, aku memanggilnya kembali.


" sayang aku sudah sampai, baru saja tiba di rumah, lain kali sebelum angkat telepon kamu pakai baju dulu yahh sayang, kamu membuatku tersiksa menahannya. padahal besok aku ada shift pagi." ucapku yang masih berusaha berfikir waras.


sambil melirik ke arah tubuhnya, tanpa membalas ucapanku dia langsung memutuskan sambungan video call kami lakukan. hahh... aku langsung menjatuhkan tubuh ku, bagaimana mungkin dia bisa berpenampilan semenggoda itu. dengan kesal aku bangun dari posisi ku sambil mengacak rambutku kasar, aku harus memadamkan gelora yang ada diriku dengan air dingin.


POV end


sial bagaimana mungkin aku bisa berpenampilan seperti ini di depan suamiku, meskipun sudah menjadi haknya sih, tapi tadi benar benar memalukan. membayangkannya aku sudah merona merah, aku bergegas memakai pakaianku


tok..tok..tok..


" kak dara kata Mbak ayu kita tidur di ruang tamu ya rame rame, tadi rolling door juga sudah terpasang," seru Rena dari luar kamar

__ADS_1


" iya tunggu sebentar ya dek, Kakak pakai baju dulu nanti bantalnya kakak bawakan ya." balasku dari kamar.


aku menyiapkan bantal dan juga selimut untukku dan Rena, memang barang yang di perlukan Rena setiap ke sini sudah aku persiapkan sebelumnya, Jika ada yang menanyakan kenapa bukan Dira yang menyiapkan dia akan membalas dengan lantang, kan aku Adek kak dara yang kakak jadi Adek sudah tanggung jawabnya kakak. begitu katanya, benar benar Adek yang menyebalkan tapi sangat ku sayang. memang benar adanya mereka tanggung jawabku apalagi Dira anak perempuan paling kecil. jaraknya dengan rapi sekitar sembilan tahun.


aku langsung keluar sambil membawa dua selimut dan dua bantal petak,


" Rena bantuin bawa guling dek" teriakku dengan kencang agar terdengar oleh Rena, karena di luar memang sangatlah ramai. ruang tamu benar benar luas. cukup untuk menampung kami semua.


kami hanya tinggal memasang rolling door dan menguncinya setiap malam, maka angin malam juga tidak akan masuk lagi, AC sudah di nyalakan. kami mulai mengatur posisi tidur kami dengan kepala yang saling bertemu.


sambil bercerita satu sama lain, membahas sesuatu dan juga menggibah kami menghabiskan malam, aku bersyukur mbak ayu dan intan tak mengungkit kisah ku di tempat kelahiran suamiku. tiba tiba ponselku berdering menandakan sebuah pesan telah ku terima.


" selamat tidur sayang, tidur yang nyenyak Jangan lupa untuk mendoakan hubungan kita agar kedepannya tetap langgeng sampai maut memisahkan, I love you honey," sebuah isi pesan yang telah ku terima dari suamiku.


setelah membalas pesan, mataku yang mulai mengantuk perlahan telah tertidur, aku tak tahu siapa yang terakhir tidur, karena lelahnya aku bahkan terlelap tanpa bermimpi apapun.


mendengar suara alarm yang saling bersautan kami semua terbangun dari tidur, aku melihat jam yang ada di ponselku ternyata sudah jam delapan pagi, begitu lelapnya kami tertidur sampai harus terbangun di jam segini, kami langsung merapihkan tempat tidur kemudian beranjak ke kamar sekedar cuci muka dan gosok gigi, setelah itu kami bersiap untuk membersihkan tempat tinggal kami karena semua kamar telah terisi jadi kami hanya membersihkan ruangan di luar kamar, beberapa orang membuat sarapan, sambil menunggu sarapan kami beramai ramai membereskan seluruh ruangan kos yang tak tertutup. selesai bersih bersih sarapan kami pun telah siap, satu jam ternyata kami berberes, kami langsung mandi agar cepat cepat melahap makanan yang sudah diletakkan di meja makan.


beberapa saat kemudian kami sudah selesai makan dan mencuci piring kami masing masing, agar piring tak menumpuk setidaknya selesai menggunakan peralatan makan kami harus segera mencucinya.


hari ini aku tak memiliki rencana untuk kemana mana. adikku Rena akan pulang selesai sarapan. seperti rencana ku kemaren aku mencuci pakaianku, meski aku dan Indira tinggal satu atap, tapi kami selalu mencuci baju kami masing masing. dia tak boleh terlalu tergantung pada kami kakak kakaknya, begitulah didikan dari orang tuaku, meski dia anak perempuan yang lebih kecil, dia sudah mampu mengurus dirinya sendiri, meski hanya dirinya di perantauan aku yakin adikku bisa bertahan. bahkan si kecil tapi sudah mulai menemani bapak mengambil getah karet dang mengurus ternak, memasak nasi dan baru bisa mendaftar telur, itu sudah cukup sebagai pemula.

__ADS_1


meski tak terlalu di didik dengan keras kami sudah mampu mengerjakan pekerjaan dasar di rumah, menurut orang tuaku anak harus di didik sesuai usianya agar dia tak kehilangan masa kanak kanaknya, karena terkadang pasti terlintas di pikiran untuk kembali ke waktu ketika di habiskan dengan bermain dan bercanda.


waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, Rena sudah bersiap untuk pulang, aku mengantarnya sampai ke gerbang, mobil yang di pesannya sudah datang. dia memeluk ku juga Dira, kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi, semua pekerjaan sudah selesai waktunya tidur siang. seharian ini aku bahkan belum membuka ponselku, aku langsung menuju kamar dan tertidur setelah lelah beraktifitas. baru saja aku merasa terlelap di ruang tamu, aku tidur tanpa beralaskan tikar, hanya sebuah kain sarung tipis andalanku dan juga bantal boneka saat rebahan, yang lain sudah pergi entah kemana dira juga pergi maen dengan yang lain, sementara mbak ayu dan aku memilih tetap di rumah. aku merasakan ada yang mengelus wajahku, siapa kira kira yaa. aku membuka kelopak mataku kulihat wajah tampan suamiku sedang tersenyum lembut.


" apa istri Abang ini benar benar lelah, sampai tak sadar Abang menelepon sedari tadi hm...? tanyanya sambil mengusap kepalaku.


aku bangun dari posisiku dan langsung duduk sambil bersandar di dinding unik mengumpulkan nyawa sebentar.


" sudah jam berapa bang? " tanyaku sambil menguap dengan tangan yang menutup mulutku,


" sudah jam tiga sore sayang" balasnya pelan.


" Abang baru pulang?" tanyaku lagi.


" baru saja dan langsung ke sini" jawabnya.


" sudah makan belum?" tanyaku


" sudah, apa kamu masih mengantuk? tanya nya.


" hmm... tadi aku tidur jam dua kurang, tapi kenapa masih ngantuk yaa" ucapku padanya.

__ADS_1


" kamu bergegas gihh, Abang mau ajak kamu lihat apartemen yang akan kita tempati, tempatnya dekat kok dari tempat kerjamu" perintahnya dengan lembut.


aku langsung beranjak sambil membawa boneka dan kain sarung tadi, jangan tanyakan pakaian ku, baju tidur yang sedikit tipis hanya dengan tali spageti. di sini kami tak terlalu takut untuk berpakaian sedikit terbuka. semuanya memang tertutup, di tambah ada sofa panjang yang menghalangi, bang angkasa pun akan bisa masuk jika banyak perempuan yang tidur rebahan di sini, bahkan jika sendiri kami tak berani menerima tamu pria hanya karena ada mbak ayu yang mengijinkan makanya dia bisa masuk. aku segera bersiap agar dia tak terlalu lama menunggu. aku penasaran di mana apartemen tempat kamu tinggal nantinya.


__ADS_2