
Setelah menyelesaikan pekerjaan ku di pagi hari, aku kemudian meraih kain yang telah selesai aku obras untuk langsung di jahit. Potong perpotong pakaian aku gabungkan menjadi satu tak lupa dengan setia ponsel telah aku letakkan di posisi yang bagus untuk merekam kegiatan yang aku lakukan. Beberapa saat kemudian aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku. Kemudian aku photo kain yang telah menjadi dress tersebut memperlihatkan jahitan yang sudah rapi dan juga menunjukkan model dress yang selesai aku jahit.
dengan memajangnya di sebuah patung. video yang telah ku rekam segera kulihat untuk mengedit demi mempersingkat waktu. selesai melakukan semua pekerjaanku tersebut aku langsung saja mengirimkan video rekaman dan photo tersebut kepada calon bos ku. sambil berdoa aku mengharapkan ada kabar baik dari beliau.
tak terasa waktu sudah siang perutku pun sudah meronta agar segera di beri asupan makanan. saat ini di rumah ada aku dan juga adikku yang baru saja pulang sekolah. kami langsung makan siang bersama. setelah makan siang adikku akan pergi menyusul bapak untuk mengumpulkan getah dari wadah wadah kecil yang menampung tetesan getah dari pohon karet tersebut. getah getah itu akan di kumpulkan ke dalam ember yang akan menjadi tampungan ya agar besok dapat di ambil oleh pembeli getah. bergegas adikku berangkat ke kebun karet dengan menenteng dua ember cat untuk ukuran 20 liter." kak aku berangkat dulu ya" pamit adikku seraya melangkahkan kakinya. " hati hati di jalan langsung ke kebun jangan bermain lagi hari sudah mulai mendung" kataku pada adikku. "ok bos,tapi nanti pulang aku tidak cuci piring lagi kan kak" ucapnya sambil tersenyum merayuku, lagi lagi adikku ini begitu malas jika di suruh mencuci piring." sana pergilah nanti piring kakak yang cuci" jawabku kesal. " iya kak, begitu saja sudah kesal,aku berangkat ya". godanya padaku sambil berlari kecil meninggalkan rumah.
Setelah memastikan dia sudah menjauh aku langsung melangkahkan kakiku menuju belakang rumah. Tugasku sekarang adalah memberi ternak ternak kami makan siang dan minum. walau cuaca tidak terlalu panas, hewan ternak harus di beri minum yang cukup agar tidak kekurangan air. segera ku persiapkan makanan yang nanti aku berikan pada ternak ku. beginilah rutinitas ku selama berada di desa. Membantu orang tua ku semampuku.
__ADS_1
waktu berlalu dengan cepat, segala kebutuhanku untuk merantau telah selesai aku kemas. tak terasa waktu seminggu telah berlalu, malam ini adalah malam terakhirku di desa, besok aku akan berangkat naik bus ke ibukota. Dengan ongkos lima ratus lima puluh ribu rupiah aku sudah dapat berangkat ke kota.
lumayan juga barang yang kubawa, aku tak perlu khawatir tentang tempat tinggal karena bos ku menyediakan mes untuk pegawai yang datang dari luar daerah. semua perlengkapan menjahit yang aku miliki ikut serta kubawa ke kota. repot memang membawa banyak barang. Tapi dari pada beli lagi di sana pasti biaya lagi.
setidaknya mesin jahit ini pasti sangat berguna untukku. Sambil merapihkan dan mempersiap segala keperluanku, kami sekeluarga bercengkrama di ruang tengah. " kak besok aku tidak bisa mengantarkan mu ke kota, hati hati di jalan ya kak. jangan lupa pesenan ku" seru adikku tiba tiba sambil tersenyum dan melihat aktivitasku. aku hanya ber dehem membalasnya sambil menggelengkan kepalaku . ibu dan bapak hanya bisa tertawa melihatnya. " nanti baik baik di sana ya, jalani pola hidup sehat agar kami orang tuamu tidak khawatir menunggu di rumah. berkabarlah setiap hari walau hanya sebatas SMS atau chat saja" nasehat bapak kepadaku. " Semoga cepat menemukan tambatan hatimu di sana ya nak. agar nanti jika kami sudah tak bisa bersamamu lagi, kamu tidak terlantar dan terlunta lunta" ucap ibuku sambil memalingkan wajah untuk menghapus air matanya. Aku tahu meski berat baginya tapi dia tetap harus melepasnya. mungkin seperti itulah orang tua, selalu berat melepas kepergian anak anaknya. padahal aku sudah beberapa kali pergi merantau, anak anaknya juga semua ada di perantauan. mungkin karena aku belum menjadi seorang ibu jadi aku kurang paham dengan perasaannya . tapi sunggu aku juga sedih saat meninggalkan mereka. di sana aku sudah tidak bisa bermanja-manja manja lagi dengan kedua orang tuaku. setelah 5 tahun aku berada di desa, waktu selama itu aku rasa sudah cukup untuk tubuh dan pikiranku beristirahat.
waktu sudah hampir menuju tengah malam. mataku pun sudah mulai tak bisa di ajak kompromi. semua sudah beres tinggal menyiapkan bekal untuk perjalananku setidaknya untuk satu hari besok. tak lama kemudian aku sudah terlelap karena rasa kantuk dan lelahku.
__ADS_1
tepat jam delapan lebih tiga puluh menit aku sudah rapi dan siap berangkat ke kota.
untuk keberangkatan menuju ibukota terminal bus yang aku tumpangi berada di kota yang jaraknya memakan waktu tempuh lebih kurang dua jam perjalanan. karena pukul sebelas siang aku akan berangkat dari kota tempatku tinggal menuju ibukota Jakarta. orang tuaku tak ikut mengantarkan ku ke kota. karena waktunya terlalu lama. aku kasihan pada mereka, lagi pula ada tanteku adik dari ibuku yang stay di kota untuk memberangkatkan ku. " hati hati di jalan ya nak, perhatikan barang bawaanmu, lihat nomor bus atau plat bus tersebut agar kamu tak ketinggalan,akrabkan diri dengan teman di sampingmu" pesan ibuku padaku." setiap hari kabari kami saat kamu ada dalam perjalanan, beritahu kami kalau kamu sampai di kota mana di setiap pemberhentian bus untuk istirahat dan mandi" pesan bapak menimpali kembali ucapan ibuku. " pesan ibu sama bapak akan selalu kuingat, doakan aku semoga sampai tujuan dengan selamat dan mendapatkan pekerjaan yang bagus." ucapku membalas pesan pesan kedua orang tuaku.
angkutan umum yang akan aku tumpangi suda tiba di depan rumah. aku langsung menyalami kedua orang tuaku. kemudian aku langsung naik ke angkutan umum tersebut. " aku berangkat ya ibu bapak, sehat selalu kalian semua di sini. kalau lelah bekerja istirahatlah jangan sampai jatuh sakit". ucapku pada mereka. lantas aku melambaikan tangan ku melambaikan tangan. kulihat ibu dan bapak tersenyum sambil mengusap ujung matanya. aku yakin mereka pasti menangis.
aku tahu mereka selalu mendoakan anak anak nya setiap harinya di setiap hembusan nafasnya.
__ADS_1
angkutan umum ini membawaku menjauh meninggalkan desaku. aku memandangi desa tempatku tinggal selama lima tahun terakhir. Dulu bapak bekerja sebagai buruh pabrik. jadi kami sekeluarga tinggal di sana selama delapan belas tahun. aku besar di perumahan yang diberikan pabrik tersebut untuk karyawannya. itulah sebabnya aku tidak mempunyai satupun teman di desa tempatku tinggal, muda mudi yang tinggal di sana kebanyakan adalah anak sekolah dan beberapa pemuda yang kerjaannya tidak jelas. kebanyakan di sana anak gadis banyak yang merantau keluar kota. hanya lima tahun terakhirlah waktu terlama ku tinggal di desa itu.
aku bahkan lebih lama tinggal di ibukota dari pada desa kelahiranku.