Pocong Dalam Smartphone

Pocong Dalam Smartphone
9-3. Lisa dan Jawabannya


__ADS_3

Aku mencoba memberanikan diri untuk mendekat ke arah mereka, walau dengan pergerakan lamban menghampirinya.


"Tidak ada apa-apa." Ucap Lisa setelah tau bahwa aku sudah ada di dekatnya.


"A-apa?! K-kok nggak..." Balasku tidak percaya dengan apa yang aku lihat.


"Bukannya bersyukur, eh malah kaget! Emang kamu lebih pengen ponselnya Lisa kenapa-kenapa?!" Anie langsung sewot kepadaku.


Pasalnya ponsel Lisa terlihat baik-baik saja, tidak ada yang retak di layar maupun ujungnya, bahkan satu goresan pun tidak ada yang terlihat di sana. Hanya kotor yang bersisa karena debu-debu setelah terjatuh.


Mungkin aku tidak sengaja melempar ponsel Lisa cukup rendah, alhasil tidak ada retak di sana. Aku harus bersyukur, walau aku masih penasaran karena bahkan satu goresan pun tidak ada di sana, seolah ponselnya itu kebal.


Dan satu hal yang aneh lagi adalah... aku benci menyebut ini, tapi jujur saja aku takut. Aku bisa melihat penampakan aneh melalui kamera ponsel milik Lisa, entah itu disengaja ataupun tidak, tapi aku yakin siang bolong begini aku tidak bisa melihat penampakan selain orang-orang yang memiliki indra keenam. Lalu apa kamera milik Lisa memiliki indra keenam?


"Oh iya, kenapa kamu bisa kaget sampai melempar ponselnya Lisa segala?!" tanya Anie masih rada sewot.


Jarang terlihat Anie sewot begini, mungkin karena dia ikut histeris atas peristiwa ini. Ya walaupun Lisa terlihat baik-baik saja dengan wajah datarnya seperti biasa, seakan tidak menyimpan dendam sedikit pun terhadapku. Syukurlah jika apa yang aku pikirkan soal Lisa tentang tidak ada dendamnya memang benar.


"Oy! Malah bengong! Memang tadi kamu lihat apa sampai kaget begitu?" tanya Dexter ikut mendekat.

__ADS_1


"Ah-eh, umm... i-itu... mungkin kalian nggak bakal percaya kalau tadi aku... lihat penampakan kepala manusia." Jawabku sambil menunduk perlahan.


"Ah yang bener?! Kok tadi aku engga ngelihat juga?!" Dexter terdengar setengah sewot.


Sudah kuduga dia sepertinya tidak percaya dengan apa yang aku alami barusan, sementara Anie sama saja, namun bedanya ia terlihat prihatin dengan keadaanku yang mungkin dia berpikir bahwa aku bohong atau hanya mengigau saja. Dan sedangkan Lisa si pemilik ponsel yang harusnya tau sesuatu, dia hanya diam dengan tatapan datar sedikit penasaran ke arahku.


Mataku dan Lisa saling beradu sebentar, namun entah kenapa setelah beberapa detik, ia langsung mengalihkan matanya ke arah yang lain. Perilakunya membuatku berpikir, apa Lisa memang tau sesuatu soal ini?


"Kalian kenapa sih?" tanya Atma polos" seolah baru saja keluar dari goa.


Sementara tidak ada yang menjawab Atma, Anie langsung sewot dengan keadaan ini, "Kita... nggak duduk aja? Lelah kalau jongkok terus kayak begini!"


Aku dan Lisa hanya diam, sambil beranjak menuju ke tempat duduk kami masing-masing. Dan nanti aku akan bertanya soal kejadianku pada Lisa, tentang penampakan yang baru saja terjadi melalui kamera ponsel Lisa itu. Walau sepertinya Lisa tidak akan menjawab pertanyaan agak konyol ini, entah karena dia tidak tau apa-apa atau dia tau semuanya.


Terus terang aku curiga, karena aku ingat tentang percakapan kami ketika di rumah sakit, alias dia memiliki indra keenam. Tapi apa iya, indra keenam itu menular ke ponselnya?


◐◐◐


"Tumben jam kosong sampai pulang sekolah!" Febi terdengar begitu senang.

__ADS_1


Dia berbicara sendiri, tapi satu kelas mendengarkannya. Sebenarnya saat ini belum menyentuh jam pulang sekolah, hanya hampir dan sebentar lagi. Namun kita hiraukan perempuan aneh yang berbicara sendiri itu.


Karena sedari tadi jam kosong, tidak ada guru yang masuk, ditambah saat ini area belakang kelas cukup sepi, sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya. Lagipula, saat ini Lisa juga sedang tidak melakukan apa-apa, dia hanya bermain ponsel di belakangku. Ponsel yang membuatku bisa melihat penampakan, "sepertinya".


"Lis," panggilku yang membuat ujung mata Lisa bergerak melirikku.


"Maksudmu penampakan yang kamu lihat tadi?" tanya Lisa seolah bisa menebak pikiranku.


"Dingin amat tatapanmu, Lis! Ayolah, jangan gitu hehe..." ucapku sok asik padanya.


"Huufftt... iyaaa!" Balas Lisa sambil mengangkat wajahnya dan tersenyum kecil. "Soal itu... karena kamu tau aku punya indra keenam, mungkin kamu juga bakal menebak kalau kamera ponselku bisa membuatmu melihat hantu, 'kan? Itu memang benar."


Lisa menjawab dengan setengah berbisik, diikuti mataku yang terbelalak karena terkejut mendengar jawabannya. Jadi, apa yang aku pikirkan soal aku bisa melihat hantu melalui kamera ponselnya Lisa itu memang benar?


Seketika udara di sekitarku berasa panas dan dingin yang tiba-tiba menyatu, membuatku cukup merinding merasakannya.


"Jadi itu beneran karena pons-" Aku terkejut.


Krrrrrrriiiiiiinnggg... krrrrrrriiiiiiinnggg... krrrrrrriiiiiiinnggg...

__ADS_1


__ADS_2