
Bel pulang akhirnya berbunyi, mendadak membuat Lisa juga jadi malas menjawab pertanyaanku karena kelas akan menjadi ramai dengan berdatangannya teman-teman yang hanya ingin mengambil tasnya untuk pulang. Dan setelah ini, daripada menunggu kelas sepi kembali, Lisa lebih memilih untuk pulang duluan.
"Lis, tunggu!!" Teriakku memanggilnya.
"Katanya kamu mau ada urusan sama Dexter dan Atma? Aku akan pulang duluan!" Jawab Lisa hanya menoleh ke arahku sebentar, lalu lanjut berjalan pulang.
Lisa sudah berjalan keluar kelas terlebih dahulu, sementara... aku menoleh ke arah dua orang di depanku terlebih dahulu, Dexter dan Atma. Aku benar-benar lupa, memang aku ada urusan apa dengan mereka? Mungkin karena kecelakaanku seminggu yang lalu, membuatku jadi orang yang pelupa begini.
"Yo! Antar ini ke ruang BK!" Ucap Dexter dengan lagak sok kerennya.
"Ah entahlah, bodo amat dengan kertas apa ini, kayaknya berhubungan dengan pemilihan ketua OSIS yang bakal diselenggarakan sebentar lagi!" Saut Atma ketika tau kalau aku terlihat tidak paham.
__ADS_1
"Jadi?" tanyaku balik, tak paham dengan apa fungsiku untuk ikut bersama urusan mereka dengan sehelai kertasnya itu.
"Temenin kita ngumpulin kertas ini doang!" Jawab Atma seenak jidat mengajakku.
Rasanya aku ingin memukul kepalanya dengan batu hingga bocor, lalu giliran Dexter setelahnya. Benar-benar menyebalkan ketika mengingat kalau mereka berdua mengajakku dengan urusan yang tidak terlalu berguna seperti ini, mungkin kertas itu sangat berguna, tapi aku hanya menemani mereka mengumpulkan kertas itu? Benar-benar tidak berguna!
"Oy! Mau lihat aku deket sama Lisa, nggak?" tanyaku dengan pertanyaan yang keluar topik.
"Enggak." Jawab Atma bersamaan dengan Dexter.
"Makanya jangan ganggu aku buat pulang bareng sama-" Balasku dengan nada santai, sebelum akhirnya teriak. "Sama Lisa!!"
__ADS_1
Seperti ledakan *Boom atau *Duar, aku langsung melarikan diri dari Dexter dan Atma setelah mengeluarkan kata-kata terakhirku barusan. Keadaan kelas yang hanya ada kami bertiga, membuatku mudah meninggalkan mereka tanpa ada yang menghalangi lariku, melesat cepat hanya untuk mengejar Lisa yang sudah terlebih dahulu pulang.
Sambil terus berharap bahwa bis yang ditumpangi Lisa tidak sampai duluan sebelum aku sampai terlebih dahulu.
Untuk mengingatkan saja soal ini. Bahwa seminggu yang lalu, karena atas peristiwa kecelakaan yang aku alami itu, membuat motorku ringsek dan tidak bisa dikendarai lagi. Alhasil aku pulang selalu naik bis, dan kebetulan Lisa juga selalu pulang sekolah dengan naik bis, jadi aku dan Lisa pun hampir setiap hari pulang sekolah bersama dengan bis yang sama.
Dan itulah penjelasan singkatnya. Beberapa orang di kelas tau kalau aku sering pulang dengan Lisa, apalagi Atma dan Dexter yang sering memergokiku. Ya walaupun jika membahas tentang sifat Lisa, terkadang atau bisa dibilang lebih sering Lisa terlihat cuek begitu seperti sifat aslinya. Tapi tetap saja Lisa lebih suka berekspresif bersamaku ketimbang dengan orang selainku, mungkin aku bisa membanggakan ini hehe.
Oke, kembali lagi ke realita. Saat ini aku sedang berlari, larian yang serius hanya untuk mengejar Lisa yang sudah berjalan duluan. Aku merasa seperti sebuah angin yang melesat di antara dedaunan, ketika berlari melewati orang-orang yang sedang berjalan di halaman sekolah untuk pulang.
"Eh?! Hati-hati dong, Fir, kalau lari!" Sewot Febi Kesal.
__ADS_1
"Bukannya tadi Lisa pulang duluan ya, Feb?" tanya Anie sedang mengobrol dengan Febi, namun aku tidak sengaja mendengarnya sambil berlari.
"Kayaknya Firza pengen ngejar Lisa tuh." Jawab Febi pada Anie, kemudian menarik napas untuk berteriak. "Oy!! Kalau di lobi nanti, jangan lari-larian loh, Fir!!!"